CREATIVEDISC.COM – JAKARTA- Meskipun menyandang status sebagai anak artis dari Kevin Kline dan Phoebe Cates, Greta Kline menolak mendompleng ketenaran orang tuanya untuk menaikkan karir musiknya. Ia tumbuh besar dengan semangat indie bawah tanah dengan musik lo-fi ala kadarnya yang selalu ia unggah di akun Bandcamp-nya. Pada tahun 2011, atas sugesti mantan pacarnya Aaron Maine ia akhirnya tampil dengan nama Frankie Cosmos.
Greta sebagai Frankie Cosmos membuat sensasi di dunia indie, ketika ia merilis “Zentropy” pada tahun 2014. Berisikan 10 lagu pendek dengan durasi total 17 menit saja, ia menuliskan hal sehari-hari dengan nuansa twee pop yang lucu, serta mengembalikan lagi esensi musik lo-fi yang pendek namun tetap menggigit.
Ketika ditemui oleh CreativeDisc, Greta melihat album “Zentropy” sebagai kapsul waktu untuk masa mudanya karena menggambarkan cinta pertama, kebingungan remaja, dan penemuan jati dirinya.
Secara tidak sadar, kepopuleran “Zentropy” di kalangan pendengar musik indie membuka jalan untuk musisi wanita lainnya seperti Mitski, Phoebe Bridgers, dan Clairo yang sekarang sudah menjadi mega bintang di dunia indie rock dengan lirik yang jujur terhadap diri sendiri dan apa adanya tanpa perlu menjual imaji sosok perempuan. Suatu hal yang Greta syukuri saat ini.
Greta juga bisa dikatakan adalah seorang “peramal”. Sebelum semua orang membuat lagu di bawah 2 menit demi mengeruk angka streaming sebanyak-banyaknya, ia sudah membuat lagu di bawah 2 menit berkat ajaran musik lo-fi yang mempunyai durasi yang sangat cepat. Sambil bercanda, ia mengungkapkan bahwa lagu yang ia buat memang cocok untuk orang yang semakin hari semakin sedikit tingkat atensinya.
Greta sudah tidak sendiri lagi menjalankan Frankie Cosmos. Sekarang, ia dibantu oleh Hugo Stanley, Alex Bailey, dan Katie Von Schleicher dan siap menelurkan album baru berjudul “Different Talking” yang akan dirilis pada 27 Juni 2025. Album ini akan sangat berbeda karena album ini merupakan album pertama dengan lineup yang disebutkan di atas, direkam dengan menggunakan tape analog dengan segala keterbatasannya (serta tape reel yang terkadang rusak), dan tidak ada bantuan orang lain selain mereka berempat. Untungnya, Katie merupakan seorang recording engineer handal sehingga masalah di soal rekaman bisa teratasi.
Demi menjaga perbedaan dengan karya mereka sebelumnya, mereka memasukkan banyak unsur yang lebih elektrik seperti drum machine di lagu ‘Vanity’, namun tetap dengan gaya lirik yang apa adanya dan down to earth.
“Different Talking” seolah menjadi sebuah evolusi dari Greta Kline di bawah bendera Frankie Cosmos. Album ini menandakan pertumbuhan dari Greta, tapi di satu sisi dengan berbagai macam eksperimen yang ada ia seolah kembali ke awal karirnya di mana ia seperti remaja 19 tahun yang ingin mencoba semuanya.
Simak wawancara eksklusif CreativeDisc bersama Frankie Cosmos dimana kami membahas album baru mereka, “Zentropy”, menjadi peramal handal terkait short attention span, dan berbagai macam hal lainnya lewat video di bawah ini: