Teks & Interview by: Nanack
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA –Di usianya yang baru 19 tahun, Rol3ert sudah menjadi salah satu nama baru yang patut diperhitungkan di skena musik Jepang dan Asia. Dengan pendekatan musik yang jujur, personal, sekaligus berani mengeksplorasi lintas-genre, ia menawarkan sesuatu yang segar bagi penggemar alt-pop, indie rock, hingga elektronik. CreativeDisc mendapat kesempatan langsung untuk interview secara daring beberapa waktu lalu.
‘Who Do You Love’ – Melangkah Keluar dari Zona Nyaman
Single ‘Who Do You Love’ menjadi titik awal Rol3ert keluar dari jalur musik yang biasanya ia mainkan. Lagu ini merupakan bagian dari proyek Sony Music: Keep in Touch – Sounds of Summer 2025, sebuah ajang kolaborasi musisi muda yang mendorong eksplorasi lintas-genre.
Rol3ert mengaku bahwa pengalaman ini terasa berbeda, karena ia terbiasa dengan nuansa indie rock, sementara lagu ini bernuansa UK Garage dengan vibe elektronik yang dreamy. Meski begitu, ia berhasil menyesuaikan diri, meramu lirik yang mencerminkan perjalanan pribadinya, dan menemukan sisi baru dalam dirinya sebagai musisi.
“Liriknya lebih tentang diriku, tentang hal-hal yang sudah kulewati. Rasanya agak menantang, tapi di situlah aku belajar banyak,” ungkapnya.
Popularitas yang Tumbuh di Asia
Menariknya, perjalanan karier Rol3ert berkembang sangat cepat. Hanya dalam waktu singkat sejak debut, ia berhasil meraih basis penggemar yang solid, bukan hanya di Jepang, tapi juga di Asia Tenggara dan Korea Selatan.
Indonesia kini menjadi pasar Spotify terbesarnya, sementara Filipina menyumbang lebih dari seperempat views YouTube untuk single ‘Nerd.’ Di Korea, namanya juga mulai banyak diperbincangkan di kalangan penikmat musik alternatif.
Ketika ditanya soal popularitas ini, Rol3ert merespons dengan rendah hati:
“Aku selalu fokus membuat musik. Dalam retrospeksi, aku sudah melakukan banyak hal, seperti menggelar headline show, tampil di Fuji Rock… gila, itu hal yang besar! Kalau kuingat-ingat kembali, aku merasa sudah melakukan hal-hal luar biasa, dan untuk itu aku sangat diberkati.”
‘Nerd’ – Merayakan Keunikan Diri
Setelah ‘Who Do You Love’, Rol3ert merilis single ‘Nerd’, lagu yang sangat personal. Ia bercerita bahwa dulu ia merasa menjadi “aneh” atau nerdy adalah sesuatu yang buruk. Namun, dalam perjalanannya ia justru sadar bahwa sisi itu adalah bagian unik yang membentuk identitas dirinya.
“Aku ingin pendengarku merasa tidak apa-apa menjadi seseorang dengan sisi ‘nerd’. Itu bisa jadi poin unik yang membuatmu berbeda,” katanya.
Video musik ‘Nerd’ sendiri menampilkan sisi awkward nan tulus dari Rol3ert. Awalnya ia ingin bermain gitar, namun sang produser justru menyarankan ide menari. Walaupun merasa canggung, Rol3ert akhirnya menari bersama aktris Aika Sonoda.
“Awkward, but I love it,” ujarnya sambil tertawa.
Fuji Rock Festival – Antara Pressure dan Syukur
Perjalanan karier Rol3ert semakin diperhitungkan setelah ia dipercaya tampil di Fuji Rock Festival, salah satu festival musik terbesar di Jepang. Ia mengakui sempat merasa tertekan dan overwhelmed, tapi pengalaman itu justru memberi banyak pelajaran berharga.
“Ada pressure besar, tapi pada akhirnya itu pengalaman yang harus kusyukuri. Aku belajar banyak dari sana,” kenangnya.
‘Say My Name’ – Menyuarakan Kehidupan dan Kematian
Single terbarunya yang rilis pada 27 Agustus 2025, ‘Say My Name’, menjadi karya paling emosional sejauh ini. Lagu ini terinspirasi dari pelajaran psikologi yang ia dapatkan di kampus, ketika seorang dosen mengatakan bahwa cara menghadapi ketakutan akan kematian adalah dengan menciptakan simbol yang akan tetap ada setelah kita pergi.
Rol3ert menuliskannya dari sudut pandang seseorang yang sudah meninggal, namun meninggalkan cinta yang abadi. Dari sisi personal, ia ingin lagunya menjadi sesuatu yang tetap ada di dunia, bahkan ketika dirinya sudah tiada.
“Kalau aku tidak ada lagi, lagu ini akan tetap ada,” jelasnya.
Dengan lirik yang mendalam, ‘Say My Name’ menjadi refleksi tentang kehidupan, kehilangan, dan keabadian cinta.
Masa Depan: Eksplorasi Tanpa Batas
Ketika ditanya soal rencana ke depan, Rol3ert mengaku lebih tertarik untuk terus mengeksplorasi genre baru daripada langsung membuat album penuh.
“Untuk saat ini, aku lebih ingin merilis single demi single, sambil terus mencoba hal-hal baru,” katanya dengan rendah hati.
Dalam kurun waktu yang singkat, Rol3ert berhasil menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya sekadar pendatang baru di industri musik. Dari ‘Who Do You Love’ hingga ‘Say My Name’, ia terus menampilkan sisi yang autentik, rapuh namun kuat, serta selalu berusaha mendekatkan musiknya kepada pendengar di berbagai belahan Asia.
Dengan langkah yang masih panjang, jelas bahwa perjalanan Rol3ert baru saja dimulai.
Simak interview selengkapnya berikut ini: