CreativeDisc Exclusive Interview with Vacations: Menjaga Keseimbangan Antara Musik, Touring, dan “Pursuit of Anything”

Oleh: lauretha - 16 Sep 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Setelah lebih dari satu dekade bersama, Vacations masih terus mengeksplorasi musik mereka tanpa kehilangan karakter dreamy dan laid-back yang sudah menjadi identitasnya. Band indie-pop asal Australia ini akan kembali dengan album terbaru, “Pursuit of Anything”, yang dijadwalkan rilis pada 2 Oktober 2026.

Kali ini, Creative Disc berhasil melakukan interview dengan sang gitaris, Nate Delizzotti, untuk berbincang mengenai album terbaru mereka, eksperimen sound, dinamika band setelah lebih dari 10 tahun bersama, hingga pengalaman mereka tampil di Indonesia.

Namun sebelum masuk ke musik, ada satu hal menarik dari profil Spotify Vacations. Mereka menyebut diri sebagai “Australia’s Greatest Boyband.” Ketika ditanya siapa yang menciptakan tagline tersebut, Nate langsung menjawab, “Campbell yang bikin kalimat itu.” Ternyata, tidak ada maksud serius di baliknya. “Kita rasa itu lucu aja dan kocak buat dijadiin tagline. Nggak ada yang serius sih, cuma seru aja.”

Bicara soal karakter musik Vacations, penggunaan reverb dan guitar effects menjadi salah satu elemen yang membentuk sound mereka. Nate menyebut mereka banyak menggabungkannya dengan smooth melodies untuk menciptakan nuansa dreamy yang tetap terasa chill dan nyaman.

Pendekatan tersebut masih terasa di “Pursuit of Anything”, meski kali ini Vacations memberikan ruang lebih besar untuk bereksperimen. Nate menggambarkan album ini sebagai sebuah transisi dari rilisan sebelumnya, “No Place Like Home”.

“Banyak banget nostalgic elemen dari album sebelumnya dan ada beberapa hal yang baru, elemen yang lebih seru kita masukkan dalam album ini,” jelasnya. Meski terdengar lebih dewasa, Vacations tidak ingin membuat perubahan yang terlalu drastis. “Fans tidak akan merasa sesuatu yang terlalu drastis berbeda di album Pursuit of Anything.”

Dari sisi gitar, Nate juga mengeksplorasi beberapa tone baru, termasuk mempertahankan beberapa penggunaan efek gitar yang lebih dry. Proses rekaman pun menjadi ruang eksperimen bagi mereka, termasuk mencoba berbagai perubahan aransemen selama sesi berlangsung.

“Kami melakukan eksperimen yang seru tiap sesi rekamannya, dan banyak banget kita melakukan percobaan untuk merubah aransemen dalam proses rekaman ini.”

Di balik musik yang terdengar santai, kehidupan sebagai band ternyata tidak selalu berjalan dengan tempo yang sama. Hal tersebut menjadi salah satu cerita di balik ‘Holy Grail’, yang membahas push-and-pull antara kecintaan terhadap musik dan tekanan untuk terus berkarya.

“Jujur kehidupan kami memang cukup stressful,” ungkap Nate.

Dengan jadwal touring, recording, management, dan berbagai tuntutan lainnya, teamwork menjadi salah satu cara Vacations menjaga keseimbangan. “Kita harus berusaha keep it grounded satu sama lain. Kita delegating tasks dan benar-benar kayak teamwork sebagai team member.”

Untuk dirinya sendiri, Nate memilih melakukan social media detox dan mencoba tidak terlalu terikat dengan gadget. Ia juga berusaha menikmati aktivitas sehari-hari di luar kehidupan sebagai full-time musician.

“Aku berusaha melakukan kegiatan normal seperti layaknya aku sebelum jadi full-time musician. Itu sebuah keseimbangan menurutku.”

Lebih dari 10 tahun bersama juga membuat keempat personil Vacations semakin memahami karakter satu sama lain. Menurut Nate, mereka sudah tumbuh bersama dan terbiasa membicarakan masalah untuk menemukan solusi terbaik.

“Setiap personil di Vacations tuh kita udah kenal luar dalam istilahnya dan sepertinya kita punya peran masing-masing dan kami saling melengkapi.”

Untuk menggambarkan chemistry tersebut, Nate bahkan membandingkan mereka dengan Teenage Mutant Ninja Turtles: Campbell sebagai Donatello, Nate sebagai Michelangelo, Jake sebagai Leonardo, dan Joey sebagai Raphael.

Berbicara mengenai Indonesia, Nate mengaku selalu menikmati pengalaman Vacations tampil di tanah air maupun negara-negara Asia Tenggara lainnya.

“Kita sejujurnya senang banget perform di Indonesia atau negara Asia Tenggara lainnya. Masih tetap berasa hangat seperti rumah, apalagi juga masih dekat dengan negara kami Australia.”

Dan tentu saja, pertanyaan terakhir adalah lagu mana yang sebaiknya didengarkan oleh pendengar baru setelah menemukan Vacations lewat ‘Holy Grail’ atau album terbaru mereka.

Jawaban Nate: “So Suddenly.”

“So Suddenly itu dari aku sih, ini tuh kayak digging song gitu loh kalau buat aku.” Lagu tersebut ditulis menjelang akhir proses pengerjaan album dan menjadi salah satu track yang cukup menantang bagi mereka.

Dengan “Pursuit of Anything” yang akan hadir pada 2 Oktober 2026, Vacations tampaknya masih berada dalam perjalanan yang sama: terus mengejar musik yang mereka cintai, sambil belajar menemukan keseimbangan di tengah kesibukan sebagai sebuah band.

Dan mungkin, seperti kata Nate, terkadang pursuit itu sendiri bukan hanya tentang apa yang ingin dicapai, tetapi juga tentang bagaimana menikmati prosesnya.

Cek interview selengkapnya berikut ini:

Special Thanks to Secret Signals

Interview by Retha Sudjono

 

Author

lauretha

More from Creative Disc