Penjualan CD di Amerika Serikat Melonjak Hampir 50% di Semester Pertama 2026, Pertumbuhannya Salip Vinyl

Oleh: welly - 21 Sep 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Penjualan CD (Compact Disc) di Amerika Serikat mengalami lonjakan signifikan sepanjang semester pertama 2026. Berdasarkan laporan tengah tahun dari Recording Industry Association of America (RIAA), pendapatan dari penjualan CD tercatat mencapai USD171,1 juta atau sekitar Rp3,04 triliun, naik 58,6 persen dari sekitar USD107,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari segi unit, penjualan CD melonjak 45,7 persen menjadi 17,5 juta keping, dibandingkan sekitar 12 juta keping pada semester pertama 2025. Kebangkitan ini terasa mengejutkan mengingat sepanjang 2025, penjualan CD justru mengalami penurunan, dengan pendapatan turun 7,8 persen dan unit terjual turun 11,6 persen secara tahunan.

Lonjakan ini menjadi bagian dari kebangkitan format musik fisik secara lebih luas di AS. Total pendapatan dari format fisik naik 25,9 persen menjadi USD731,5 juta, dengan vinyl turut mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,7 persen menjadi USD543,8 juta dari 26,5 juta keping terjual. Kategori format fisik lain seperti kaset bahkan melonjak 73,4 persen menjadi 1,6 juta unit. Meski begitu, streaming tetap menjadi sumber pendapatan terbesar industri musik AS, mencapai sekitar USD4,9 miliar atau sekitar 82 persen dari total pendapatan.

Sementara itu, laporan tengah tahun dari Luminate memberikan gambaran yang sedikit berbeda namun tetap menunjukkan tren serupa, dengan 16,3 juta keping CD terjual di AS sepanjang semester pertama 2026, naik 16 persen secara tahunan. Sebagian besar lonjakan ini didorong oleh budaya koleksi K-pop, dengan album ARIRANG milik BTS saja terjual 567.000 keping, disusul ENHYPEN dan ATEEZ yang juga masuk jajaran penjual CD terbanyak. Namun menariknya, meski data K-pop dikeluarkan dari hitungan, penjualan CD masih tetap tumbuh 6,7 persen, menandakan kebangkitan format ini tidak sepenuhnya bergantung pada satu genre saja. Secara total, gabungan penjualan CD, vinyl, dan kaset naik 7,8 persen menjadi 38,2 juta unit sepanjang semester pertama tahun ini.

Kebangkitan CD ini juga tidak lepas dari perubahan kebiasaan mendengarkan musik generasi muda. Luminate mencatat bahwa 60 persen pendengar Gen Z kini mengaku lebih sering mendengarkan musik dari era 90-an atau lebih lama, melonjak drastis dari hanya 18 persen pada 2021. Selain faktor nostalgia, harga CD yang jauh lebih murah dibandingkan vinyl juga dianggap menjadi salah satu pendorong utama tren ini, sekaligus mengubah lanskap ritel musik fisik, dengan toko besar seperti Target dan Walmart kini mulai menggeser dominasi toko rekaman independen dalam pangsa penjualan format fisik.

Tags:

Author

welly

More from Creative Disc