Creativedisc Exclusive Interview with Grace Vanderwaal: Pertumbuhan penuh Ilusi, Luka, dan Harapan di Album “CHILDSTAR”

Oleh: dundhee - 07 Apr 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Saat mendengar nama Grace Vanderwaal, mungkin kita masih akan teringat dengan gadis kecil yang dulu sempat membuat kita jatuh cinta dengan ukulelenya di America’s Got Talent. Tapi, Grace Vanderwaal yang sekarang ini sangat berbeda. Dia tampil lebih matang, berani, dan penuh fantasi lewat album terbarunya “CHILDSTAR”. Di album ini, Grace seolah mengajak kita menyelami dunia yang menyenangkan sekaligus penuh luka dengan visual yang juga tidak kalah dramatis. 

Grace memperkenalkan single ‘Babydoll’ yang jadi satu-satunya single kolaborasi di album ini. Grace mengaku kalau lagu ini adalah ruang dimana dia bersenang-senang. “Aku pengen nulis lagu yang fun,” katanya. Bersama Tiffany Stringer dan kolaborator idamannya, Aliyah’s Interlude, lagu ini jadi semacam anthem alter-ego glamor yang menceritakan seorang perempuan yang selalu dapat apa yang dia mau, ratu sejagat yang selalu jadi tempat pulang saat dunia mulai kabur karena alkohol. ‘Babydoll’ bisa digambarkan sebagai pesta liar dalam bentuk sebuah lagu – a little chaotic yet a little sparkly.

Walau begitu, “CHILDSTAR” sebenarnya bukan merupakan album penuh pesta dansa. Album ini justru merupakan perjalanan emosional Grace Vanderwaal yang bisa jadi mengguncangkan jiwa. “Aku pengen banget (albumnya) bernuansa diva, tapi sayangnya engga,” ujarnya, setengah tertawa getir. Lagu-lagu di album ini menyimpan banyak luka masa kecil dan sisi gelap yang justru belum banyak dieksplorasi Grace sebelumnya. Dari setiap lirik di lagu-lagu yang ada di album ini, “CHILDSTAR” terdengar sebagai sebuah terapi namun sekaligus jadi pelampiasan Grace. 

“Album ini sangat mengingatkan dan transformatif… banyak banget air mata,” kisah Grace. Yang menarik, dia juga sangat terlibat dalam visual project album ini. Buat Grace sendiri, menulis lagu adalah sebuah proses yang langsung dapat memunculkan gambaran visual di kepalanya, yang justru kadang membuatnya frustrasi karena tidak mudah diterjemahkan di dunia nyata. Tapi, menurut Grace, justru disitua letak magisnya. “Aku merasa album ini secara visual juga jadi sangat penting daripada hanya sekedar kata-kata belaka.”

8 tahun waktu yang dibutuhkan oleh Grace Vanderwaal merilis album “CHILDSTAR” dari album debutnya. Waktu yang tidak sebentar, jadi perubahan besar-pun tampak jelas di album ini. “Kalau engga berubah sih beneran ada yang aneh ya,” kata Grace sambil tertawa. “Aku bahkan udah lupa pernah bikin album (debut) itu!”

Single ‘Proud’ sendiri diperkenalkan oleh Grace sebagai jantung dari album ini. Lagu ini berbicara tentang rasa sakit, beban, dan usaha keras hanya demi membuat seseorang merasa bangga pada dirimu. Grace menyebut lagu ini sebagai pondasi dari “CHILDSTAR”, yaitu sebuah mentalitas yang membentuk narasi album ini secara keseluruhan. 

Untuk merayakan dirilisnya album ini, Grace juga tengah menyiapkan sebuah tur yang walaupun dia mengaku agak merasa ‘overwhelmed’ saat menyiapkannya, tapi dia menjanjikan sesuatu yang lebih dari sekedar konser biasa. “Aku pengen menghadirkan konser ini sebagai sebuah pertunjukan atau show. Kayak museum gitu deh,” katanya penuh semangat. Visual, kostum, dan atmosfer tentu akan jadi bagian penting dari pengalaman yang dijanjikan.

”CHILDSTAR” adalah album yang juga merupakan sebuah undangan untuk menyelami dunia penuh ilusi, luka, dan harapan ala Grace Vanderwaal yang kini telah tumbuh dan berusaha menjadi dirinya yang paling jujur.

Simak obrolan lengkap Creativedisc dengan Grace Vanderwaal pada video di bawah:

Dengarkan album “CHILDSTAR” berikut ini:

Author

dundhee

More from Creativedisc