CreativeDisc Exclusive Interview with kayan9896: Ubah Patah Hati Jadi Inspirasi Single ‘Lost in the Rain’

Oleh: riadini - 06 Oct 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Penyanyi asal Hong Kong, Jeannie Ng Ka-yan, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung kayan9896, terus membangun namanya di kancah musik Asia sejak debut lewat “Be Around” di tahun 2021. Dikenal melalui lagu-lagu seperti ‘Not Too Close,’ ‘Think I’m In Love,’ dan ‘Midnight Serenade,’ Kayan menggabungkan pop alternatif dan R&B dengan kejujuran yang kuat hingga mampu menyentuh hati pendengarnya. Selain bermusik, ia juga dikenal sebagai seorang aktris lewat perannya di drama ViuTV serta film indie “The Lyricist Wannabe.”

Di bulan September kemarin, Kayan kembali dengan single terbarunya, ‘Lost in the Rain’ yang dirilis pada 11 September, hanya beberapa hari setelah ulang tahunnya. Dalam wawancara eksklusif bersama CreativeDisc, ia berbagi cerita di balik lagu tersebut, proses kreatifnya, dan harapannya untuk masa depan.

Dari Nama Instagram Jadi Identitas Panggung

Saat ditanya soal asal-usul nama panggungnya, Kayan menjelaskan bahwa kayan9896 awalnya hanyalah nama akun Instagram. Lahir pada 6 September 1998, angka tersebut mewakili tanggal lahirnya. “Awalnya alasannya konyol banget,” ujarnya sambil tertawa. “Tapi orang-orang mulai memanggilku dengan nama itu, dan akhirnya nempel sampai jadi nama panggungku.”

Patah Hati di Balik ‘Lost in the Rain’

Kayan mengungkapkan bahwa lagu barunya terinspirasi dari pengalaman putus cinta yang berat. Alih-alih berlarut dalam kesedihan, ia memilih untuk menjadikannya karya musik. “Aku nggak mau hanya duduk di rumah dan menangis,” katanya. “Saat produserku, Shamika, memperdengarkan demo bernuansa pop-rock, aku langsung merasa itu cocok dengan rasa sedih, marah, dan perasaan yang belum selesai dalam diriku. Aku tahu ini lagu yang tepat.”

Bagi Kayan, menulis lagu adalah terapi. “Seperti menulis di buku harian. Aku menuangkan perasaan ke dalam musik, membagikannya pada pendengar, lalu bisa move on. Sama seperti curhat ke teman saat lagi sedih.”

Eksplorasi Nuansa Rock

Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya yang lebih kental nuansa R&B, ‘Lost in the Rain’ hadir dengan intensitas bernuansa rock. “Aku suka berbagai jenis musik dan selalu ingin mencoba hal baru,” jelasnya. “Lagu-laguku sebelumnya lebih lembut, tapi kali ini aku ingin menunjukkan sisi marahku, agar orang bisa melihat sisi lain dariku.” Ia pun memberi bocoran, “Aku punya satu lagu pop-rock lain yang belum dirilis, jadi sebentar lagi kalian akan dengar sisi ini lagi.”

Adegan Sinematik dan Seni Bela Diri

Video musik ‘Lost in the Rain’ digarap secara sinematik dengan format film 16mm di London, menampilkan adegan tinju hingga pertarungan samurai ala “Kill Bill.” Menariknya, ide awalnya sangat berbeda. “Awalnya aku bayangkan adegannya aku kehujanan, larut dalam kesedihan. Tapi sutradaraku, Max, menawarkan konsep baru, lebih seru dan visualnya lebih kuat. Begitu mendengarnya, aku langsung suka.”

Meski belum pernah berlatih bela diri sebelumnya, Kayan antusias menerima tantangan tersebut. “Aku sempat latihan beberapa hari sebelum syuting, termasuk tinju. Rasanya seru banget bahkan bikin ketagihan. Tinju itu lebih banyak pakai pikiran ketimbang fisik kita harus berpikir cepat. Kayaknya aku akan terus menjadikannya hobi di waktu luang,” ungkapnya sambil tertawa.

Lirik yang Intim dan Universal

Lagu-lagu seperti ‘Be Around’ dan ‘Not Too Close’ berhasil menyentuh pendengar dari berbagai belahan dunia. Kayan percaya kuncinya ada pada kesederhanaan. “Baik intim maupun universal, semuanya datang dari menjaga lirik tetap sederhana. Aku berusaha tidak membuat kata-kata terlalu rumit agar lebih banyak orang bisa relate.”

Perpindahannya antara bahasa Inggris dan Kanton juga memberi pengaruh. “Hong Kong itu bilingual, jadi aku tumbuh dengan dua bahasa. Aku biasanya berpikir dalam bahasa Kanton, tapi aku merasa bisa lebih terbuka dan jujur dalam bahasa Inggris. Saat menulis dalam bahasa Inggris, aku lebih langsung ke inti, sementara dalam bahasa Kanton orang cenderung lebih menahan diri.”

Hadiah Ulang Tahun untuk Penggemar

Dirilis hanya lima hari setelah ulang tahunnya, ‘Lost in the Rain’ juga terasa simbolis bagi Kayan. “Aku sudah menyiapkan proyek ini lama sekali, menulis lagu setahun lalu, syuting videonya enam bulan lalu. Karena tanggal rilisnya berdekatan dengan ulang tahunku, aku pikir, kenapa nggak sekalian jadi hadiah untuk pendengar?”

Saat ditanya soal harapan di usianya yang baru, jawabannya sederhana: “Dulu aku selalu punya harapan besar. Tapi tahun ini aku hanya ingin kebahagiaan, untukku, teman-temanku, dan orang-orang yang aku sayangi. Dengan itu, aku percaya bisa mencapai apa pun, bikin musik bagus, dan meraih tujuan lebih besar.”

Melangkah ke Depan

Seiring perjalanannya, Kayan tetap berkomitmen menunjukkan sisi berbeda dalam dirinya sebagai musisi. Lewat ‘Lost in the Rain,’ ia bukan hanya membagikan emosi yang mentah, tapi juga keberaniannya mengeksplorasi sound dan visual baru. Dengan satu lagu pop-rock lagi yang siap rilis, para penggemar bisa menantikan lebih banyak kejutan darinya dalam waktu dekat.

Simak interview dengan kayan9896 selengkapnya di bawah ini:

Author

riadini

More from Creative Disc