Konser Sensasional Perdana Arctic Monkeys di Singapura!

Oleh: welly - 02 Mar 2023

Konser Arctic Monkeys di Singapura, 28 Februari lalu merupakan pengalaman monumental dan tak terlupakan buat para fans lokal. Poin utamanya bukan hanya karena ini merupakan pertama kalinya British band ini tampil di negara tersebut, tapi juga penampilan total mereka yang  memukau para penonton konser dengan perpaduan setlist cantik yang menggabungkan hits-hits baru dan lagu favorit lama secara sempurna, membuat seisi stadium tetap antusias dan aktif sejak awal konser.

Dipersembahkan dengan sempurna oleh Lushington Entertainment Singapore, konser inaugural Arctic Monkeys di Singapura ini dikabarkan sold-out dalam waktu tak lebih dari 2 menit! Venue Indoor Stadium dan konser yang cuma sehari ini pun terasa underestimated bagi para fans monyet kutub ini.

Dibawah guyuran hujan deras yang nonstop seharian, malam itu di Indoor Stadium SIngapura, lagu pembuka “Sculpture of Anything Goes” seakan memberi kode kepada penonton bahwa malam itu bakal menjadi malam penuh energi tinggi, yang dilanjut dengan hits keren mereka;  “Brianstorm”.

Sang frontman, Alex Turner, yang menjadi pusat perhatian seperti biasa show-off dengan keahlian permainan gitar dan olah vokalnya sepanjang konser, dengan terus ber-interaksi ke penonton dengan ciri khas ‘swagger’ nya, dan kecerdasannya dalam berinteraksi.

Di bagian seating area, energi penonton juga sangat terasa dari free standing area. Sebagian besar dari mereka tak tahan untuk berdiri dari bangku mereka untuk menari dan koor bersama. Pertunjukan dan performa band, Alex Turner, Jamie Cook, Nick O’Malley, dan Matt Helders seakan tak menyia-nyia kan kesempatan tampil dan memberikan first impression yang terbaik bagi Singapura. Penonton juga turut berpartisipasi, menyanyikan lagu demi lagu serta memberikan respon yang terbaik untuk membuat malam itu menjadi malam yang sensasional.

Yang juga patut diacungi jempol, tata lighting yang terlihat unik, terutama set dari belakang panggung dan disco ball raksasa membuat atmosfer konser makin hidup. Belum lagi video screen raksasa yang dengan kreatifnya menampilkan detail performa setiap anggota band, memberi nilai tambah secara grafis bagi para penonton di belakang yang tidak dapat melihat band dengan jelas.

Setlist sangat baik dan memuaskan. Kombinasi lagu-lagu baru dan modern dengan favorit penggemar dan lagu-lagu lama dari album awal mereka dihadirkan imbang.

Perbedaan antara lagu-lagu rock lama yang energik dan keras dengan lagu-lagu baru bertempo lambat, di-mix dengan sempurna, mengalir lancar satu sama lain dan mampu membuat tempo terjaga sepanjang konser. Seakan memberikan waktu dan kesempatan bagi penonton untuk menghela nafas di lagu-lagu yang lebih lambat, menyimpan energi mereka untuk kemudian kembali dihajar naik dengan tempo yang cepat. Membuat penonton tetap antusias dan energik sepanjang konser.

Lagu terakhir, “Body Paint,” menjadi ending yang sempurna, dengan solo gitar yang indah dari Alex. Encore juga tak kalah menakjubkan, berakhir dengan lagu “There Better Be a Mirrorball” dengan disco ball menyala dan beralih ke “505.”

Konser berakhir dengan “R U Mine?” memberi kesempatan penonton kesempatan terakhir menguras sisa energi terakhir mereka menghentak lantai dan memekikkan lirik bersama-sama, sebelum band akhirnya pamit meninggalkan panggung. Overall, ini adalah pengalaman tak terlupakan bagi saya, menyaksikan musikalitas teknik tinggi dan showmanship yang luar biasa dari Arctic Monkeys.

Sebuah awal yang sempurna. Semoga bukan menjadi akhir dan bakal ada konser Arctic Monkeys di tahun mendatang!

Text: Ken Aidan Yudhanto
Photo official Lushington Entertainments

Author

welly

More from Creative Disc