Quantcast

CreativeDisc Interview With FYKE: Rilis EP Nightmares Yang Emosional

By - 2 weeks ago in Artist Interviews

FYKE, band rock asal Amerika Serikit ini terdiri atas Enik Lin, Steven Delman, Justin Wright, Mikee Fabella, dan Gerard Christian. Dibawah label Universal Music, nama FYKE tergolong sebagai band pendatang baru. Namun mereka sudah mencuri perhatian berkat rock berenerji tinggi yang mereka persembahkan. Mereka merilis debut single “Favorite Mistake” di bulan Februari kemarin, dan disusul oleh single “Insecure” dan “Human”. FYKE telah merilis EP Nightmares pada 11 Agustus lalu. Dengarkan album EP “Nightmares” disini.

Yuk simak interview CreativeDisc bersama FYKE disini:

Q: Bisa jelaskan tentang nama FYKE? Siapa yang membuatnya, dan kenapa?
Enik: Aku yang bikin namanya bersama temanku yang sudah tidak ada di band ini. Arti FYKE adalah jaring pancing raksasa yang dibuat untuk menangkap banyak ikan, termasuk yang besar. Itu bermakna bagi kami karena kami ingin menjangkau orang sebanyak mungkin, “menangkap” orang.

Q: Bagaimana kalian bertemu dan punya ide membentuk band?
Mikee: Aku bertermu Steven kurang dari setahun lalu, dia mengajakku mengisi vokal di salah satu lagunya. Itu bagaikan kisah cinta, kami melakukannya begitu saja.
Enik: Sebenarnya aku tidak kenal orang-orang ini. Kami dipaksa bersama. Hahaha
Gerard: Aku sedang berada di kelas saat Mikee menghubungiku.
Enik: Aku, Steven dan Justin sudah berteman sejak kecil. Dulu kami memainkan lagu band lain. Steve berada di band yang sama denganku, dan kami dulu bermain untuk band Justin. Kami ingin bermain musik untuk menjangkau orang seperti yang kubilang tadi, jadi aku bergabung dengan temanku Steve yang membawa Mikee, Mikee membawa Gerard.
Justin: Aku tiba-tiba saja muncul.

Q: Apa yang menginspirasi band kalian dalam hal musik? Bagaimana proses penulisan lagu di band kalian?
Enik: Musik kami terinspirasi isu sosial yang kuat. Menurutku sangat penting untuk membicarakan hal-hal yang perlu dibicarakan, jadi karena itulah kami punya lagu seperti ‘Insecure’ dan ‘Human.’ Aku merasa musik di masa kini kebanyakan tentang perempuan, minum atau berpesta. Musik adalah salah satu platform universal di mana orang mendengarkannya. Yang kau katakan itu sangat penting. Kami semua pernah punya band lain, dan kami memainkan beragam jenis musik. Kami ingin jadi berbeda, kami ingin membicarakan hal-hal ini, kami ingin membicarakan aspek gelap hidup kami. Biasanya aku membuat kerangka yang sangat besar dan itu bisa terinspirasi apapun. Antara Steve dan Justin menulis hook gitarnya, atau bisa juga melodi yang menempel di kepalaku, mungkin juga bagian kecil yang kubuat di keyboard. Tapi biasanya aku buat kerangka, setelah itu kami gabungkan bagian-bagiannya seperti puzzle.

Q: Apa tiga kata untuk menggambarkan FYKE? Apa tujuan musik band kalian?
Gerard: Menginspirasi.
Steven: Semangat.
Mikee: Emosional.
Enik: Tujuan kami adalah menjangkau orang sebanyak mungkin, menyebarkan kesadaran.
Steven: Kami ingin menjangkau 5,8 juta orang.
Enik: Akan kuceritakan tentang itu lain kali. Tapi itulah tujuan kami. Menjangkau 5,8 juta orang.

Q: Musik terbaru band kalian melibatkan rock dan EDM. Apa ada genre lain yang ingin kalian coba untuk dicampur dengan rock?
Enik: Sebenarnya, kami hanya menulis yang kami suka, tidak spesifik secara genre.
Mikee: Kami tidak pernah berkata “Hey, ayo buat lagu rock” atau “Ayo buat lagu EDM.”
Enik: Entahlah, kami hanya membuat apa yang kami suka, dan entah hasilnya rock, hardcore atau pop, memang begitu adanya.

Q: Apa lagu terfavorit kalian yang pernah kalian buat dan kenapa?
Steven: Bagiku itu ‘Insecure.’
Gerard: Aku juga suka ‘Insecure’ karena lagu itu sangat menginspirasi. Semua orang yang mendengarkan ‘Insecure,’ mereka tidak langsung bilang “itulah pesannya.” Itu tepat seperti apa yang ingin aku gambarkan di band ini. Aku ingin memberi orang harapan. Lagu itu menyampaikan pesannya dengan baik.
Justin: Aku suka ‘Favorite Mistake’ karena sepertinya aku mengartikannya dengan berbeda dari apa yang secara jelas dinyatakan. Itu lebih personal bagiku. Kamu bisa punya interpretasi sendiri, seperti itulah musik bagi seseorang.
Mikee: Aku juga suka ‘Insecure.’ Tidak ada yang sempurna, aku sendiri menghadapi kegelisahan. Senang melihat lagu yang menginspirasi orang, hingga mereka mengirim komentar seperti “Kalian membuat aku nyaman dengan diriku sendiri.” Aku suka bagaimana lagu itu mempengaruhi hidup orang lain.
Enik: Bagiku sedikit sulit, karena aku menulis semua lirik di semua lagu, jadi aku terhubung secara emosional pada semuanya. ‘Insecure’ jelas memiliki pengaruh besar bagiku. Tapi ‘Vices’ punya koneksi emosional terkuat bagiku karena itu tentang hidupku. Itu bagian hidupku yang tidak ingin kumasuki.

Q: Ceritakan tentang EP ini dan cerita di balik namanya, ‘Nightmares.’ Lagu apa yang paling kalian suka, dan kenapa?
Enik: Kami sudah menjawabnya tadi. Setiap lagu ‘Nightmares’ adalah tentang mimpi buruk sosial, kecuali ‘Favorite Mistake.’ Lagu itu bukan tentang mimpi buruk. Lagu lainnya bercerita tentang hal-hal terpanas. Hal-hal yang membuat kita tidak bisa tidur. Ini sebenarnya album dua bagian, tapi kalian belum dengar separuh sisanya.

Q: Gambarkan EP kalian tanpa menggunakan kata ‘Nightmares’. Bagaimana kalian menggambarkannya?
Gerard: Menurutku, “Kegelisahan.”
Enik: Menurutku, “Manusia.”
Steven: Menurutku, “Kejahatan.”
Enik: Kamu bisa namakan EP-nya dengan lagu apapun.

Q: Ceritakan tentang pengalaman atau emosi yang dibawa saat merekam ‘Nightmares’ ?
Enik: Kurasa semua orang pernah mengalami perasaan yang berbeda, tapi seperti yang kubilang tentang ‘Vices’ tadi, EP ini berhubungan dengan banyak emosi yang tidak ingin aku rasakan. Itu seperti saat seorang aktor akan memainkan peran. Yang berbeda bagi kami adalah aku harus kembali dan memikirkan hal-hal yang telah menghantuiku sepanjang hidupku. Setiap lagunya membuatku merasa aku harus menceritakan kisah yang aku sendiri tidak tahu apakah aku siap atau mau menceritakannya. Tapi aku tahu bahwa itu harus diceritakan. Jadi itu hal di mana kau menulisnya, lalu mendengarkan salah satu lagunya, cukup menakutkan untuk membiarkan dunia mendengarnya.

Q: Siapa pengaruh musik atau pahlawan musik kalian. Siapa artis yang kalian dengarkan saat tumbuh besar?
Justin: Aku banyak mendengar rock tahun ‘90an. Stone Temple Pilots, Oasis, Nirvana.
Mikee: Aku cukup beragam dalam musik. Aku suka Taking Back Sunday, Usher, Linkin Park. Underoath adalah band favoritku.
Enik: Aku juga sangat beragam. Underoath adalah band favoritku. Aku juga mendengarkan musik lain. Aku suka banyak genre, seperti musik ‘80an, aku suka yang berbau keyboard dan rock. Aku suka Linkin Park, The Killers, Coldplay, aku suka banyak band hardcore.
Steven: Aku juga tumbuh dengan musik yang beragam. John Mayer, The Used…
Gerard: Aku tumbuh besar dengan mendengarkan Hillsong, karena keluargaku relijius. Semua musik mereka sangat menginspirasiku. Setiap kali kami membuat musik yang terdengar seperti Hillsong, aku sangat suka itu. Bring Me the Horizon juga menginspirasi karena mereka sangat emosional.

Q: Lagu siapa yang sedang kalian dengarkan dan apa kalian mau berkolaborasi dengan mereka?
Enik: Aku mendengarkan Halsey, Bebe Rexha, Imagine Dragons, Linkin Park, PVRIS, Beartooth. Aku ingin berkolaborasi dengan semua orang yang kudengarkan.
Justin: Nothing More, Coin, Bring Me the Horizon, PVRIS. Sepertinya kami semua mendengarkan lagu yang sama.
Gerard: Aku suka Galantis. Aku mendengarkan Lights.
Mikee: Aku mendengarkan Justin Bieber, Travis Scott, Neighborhood, Mac Miller, Issues.

Q: Enik, kamu baru saja bekerja sama dengan band Korea, Royal Pirates, dan sepertinya kamu masih berhubungan dengan para membernya. Bisa ceritakan bagaimana kalian bertemu dan kenangan indah saat bekerja sama dengan mereka?
Enik: Aku sering berhubungan dengan mereka, James adalah salah satu sahabatku. Aku suka mereka semua. Yang lucu adalah ibuku dan ibunya Moon berteman. Aku bertemu Royal Pirates saat pergi ke Korea untuk jadi bagian kampanye mereka. Aku sudah lama kenal James. Aku punya banyak kenangan indah bersama mereka karena kami tinggal bersama banyak orang selama setahun. Semua kenangannya berkesan, kami seperti keluarga. Itu setahun berada di TV, tur, latihan, tanpa tidur. Semua kenangannya indah.

Simak video interviewnya disini:

Transkrip by : Sheyla Ashari

CD Collector | Music freaks

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Artist Interviews | September 25, 2017 By

CreativeDisc Exclusive Interview with Shane Filan: Lagu-Lagu Cinta Favorit di Album “Love Always”

Concerts Review | September 18, 2017 By

In Our Bones Tour Jakarta, Lebih Dekat dengan Against the Current

Album of The Day | September 12, 2017 By

Album of the Day: Various Artists – Power Hits 2017