Quantcast

Creative Disc Exclusive Interview: Midnight Fusic

By - 2 months ago in Artist Interviews Reviews

Pekan lalu Creative Disc mendapat kesempatan untuk mengobrol dengan Midnight Fusic, band asal Malaysia yang saat ini sedang mengunjungi Jakarta untuk merekam EP perdananya. Midnight Fusic memiliki prestasi yang cukup keren di industri musik. Lagu-lagu mereka telah diputar sebanyak 617.000 kali melalui layanan music streaming. Seperti apa mereka aslinya? Yuk simak!

CD    :     Kenalin dong nama kalian dan posisi kalian dalam band!

MF   :     Adrian (Lead Guitar), Muaz (Drums), Arif (Lead Vocal), dan Firdaus (Bass)

CD    :     Ceritain dong, kenapa nama band kalian Midnight Fusic?

MF   :     Kami suka begadang, dan saat itu kami biasanya mendengarkan musik sambil makan. Jadi Midnight Fusic adalah kombinasi dari itu semua, kata Fusic diambil dari Food dan Music.

CD    :     Memangnya kalian suka makan apa kalau begadang?

MF   :     Mie instan, seperti Maggie dan Indomie! hahaha

CD    :     Bagaimana band kalian pertama kali terbentuk?

MF   :     (Arif) Awalnya hanya aku dan Adrian, kami satu sekolah saat SMA. Aku tahu Adrian suka membuat cover lagu di Youtube, akhirnya aku ajak Adrian untuk membentuk band. Baru di tahun 2016, Firdaus dan Muaz bergabung dengan kami.

CD    :     Apa yang membuat kalian (Firdaus & Muaz) mau bergabung dengan Midnight Fusic?

MF   :     (Firdaus) Sebelumnya di tahun 2015 aku berada di sebuah band lain, dan sebenarnya Midnight Fusic adalah band kedua-ku. Suatu hari kami melakukan kolaborasi, dan di situlah Arif mengajak kami untuk bergabung.

                (Muaz) Aku mengenal Arif dari sejak umur kami 12 tahun jadi akusudah lebih lama mengenalnya. Ketika Arif mencari drummer dan lebih memilih teman dekat, aku memutuskan untuk bergabung.

CD    :     Kebanyakan band muda baru biasanya menampilkan genre musik yang sangat pop, atau ada sedikit sentuhan punk dan rock. Midnight Fusic tampil berbeda dari kebanyakan. Apa yang sebenarnya ingin coba kalian tunjukan pada publik?

MF   :     Sebenarnya kami tidak pernah berniat untuk terlihat berbeda dari band muda pada umumnya. Kami hanya bermusik sesuai genre yang kami suka, dan seperti apa genre musik yang kami buat, itu benar-benar apa yang kami suka.

CD    :     Kalian sangat terinspirasi dari band 1975 ya? Apa kalian pernah bertemu dengan mereka?

MF   :     Tidak, tapi kami pernah datang ke konsernya sekali.

CD    :     Tentang single terbaru kalian, “LOVESICK” dan “Heart of May”. Lagu ini bercerita tentang apa?

MF   :     “Heart of May” menceritakan tentang seorang cowok yang tidak bisa move on dari sesuatu yang terjadi di bulan Mei. Jadi setiap waktu mengingatkannya tentang kejadian itu.

CD    :     Itu semua pengalaman pribadi atau bagaimana?         

MF   :     Iya itu semuanya pengalaman priadi kami.

CD    :     Kalau kalian membuat lagu, biasanya menulis lirik dulu baru musiknya atau sebaliknya?

MF   :     Biasanya kami menulis liriknya dulu baru membuat musik yang pas.

CD    :     Kalian kan udah banyak dikenal di berbagai negara, ada nama khusus untuk fans kalian?

MF   :     Mereka menyebut diri mereka “Fusicians”

CD    :     Bagaimana kalian berinteraksi dengan fans?

MF   :     Kami menyapa mereka melalui Twitter dan Instagram, seperti membalas komentar-komentarnya.

CD    :     Pernahkan kalian membuat sebuah private show untuk fans kalian?

MF   :     Ya! Kami pernah berkolaborasi dengan band lain yang juga teman kami, terjual lebih dari 80 tiket dan ini menjadi intimate concert karena venue tertutup dan kami banyak berinteraksi dengan mereka.

CD    :     Adakah hal yang ingin kalian sampaikan pada fans di Indonesia?

MF   :     Sudah banyak fans dari Indonesia yang selama ini sudah berinteraksi dengan kami melalui sosial media. Jadi kami sangat ingin mengucapkan terima kasih untuk mereka.

CD    :     Kalian ngefans banget sama band 1975, memangnya menurut kalian apa keunggulan mereka?

MF   :     Selain karena memang kami suka genre music yang mereka bawakan, perspektif musik mereka bagi kami juga sangat outstanding.

CD    :     Sebutkan dong 5 hal yang kebanyakan orang lain tidak tahu tentang kalian?

MF   :     (Adrian) Aku baru saja membuat tindikan di telingaku, ini baru satu minggu lho!

                (Muaz) Orang-orang kebanyakan tidak tahu kalau aku baru saja belajar main drum untuk bisa bergabung dengan band ini.

                (Firdaus) Midnight Fusic adalah band keduaku. Sebeumnya aku pernah ngeband dengan orang lain.

                (Arif) Dulu aku pernah bercita-cita menjadi seorang pemain sepak bola, dan hidupku benar-benar dipenuhi dengan musik dan sepak bola. Tapi kupikir agak sulit untuk menjadi atlet, jadi aku lebih memilih untuk fokus dalam mengejar karir bermusik.

CD    :     Sekarang, sebutkan dong salah satu musisi favorit kalian masing-masing!

MF   :     (Adrian) Rex Orange County

                (Muaz) Billie Eilish

                (Arif) Mac DeMarco

                (Firdaus) Muse atau Coldplay

CD    :     Lalu, lagu apa yang sedang sering kalian dengarkan?

MF   :     (Adrian) 3AM in Jakarta by Emir Hermono

                (Firdaus) Daniel Caesar,  karena kemarin kami menontonnya di Java Jazz

                (Arif) Nice To See You by Vansire ft. Floor Cry

                (Muaz) Hyperbruh

CD    :     Thank you Midnight Fusic! Semoga rekaman kalian dan perilisan EP nanti sukses!

 

Simak video interview kita disini:

Thanks to : Sony Music Entertainment Indonesia

Teks : Jehoo

Photo : Ronz

a weirdo, a dreamer, a freethinker. I'm on a diet but I'm not getting thinner.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Creative Disc TV | March 12, 2018 By

Creative Disc Exclusive Interview With Midnight Fusic

Music News | March 7, 2018 By

Midnight Fusic Memulai Tahun 2018 Dengan Single Kedua, ‘Lovesick’