Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Garbage
Time Tunnel

Time Tunnel: Garbage 

Photobucket

Amerika dan Skotlandia adalah perpaduan yang unik. Garbage yang dibentuk tahun 1994, sebelum kehadiran vokalis wanita Shirley Manson yang berasal dari Skotlandia, beranggotakan ketiga musisi yang berasal dari Amerika, Duke Erikson, Steve Marker dan Butch Vig memiliki sejarah yang unik ketika memberi nama band mereka menjadi “garbage”. Pada mulanya, Erikson dan Vig serta Marker, jenuh dengan berbagai kompisisi musik yang mereka ciptakan di Studio mereka, Smart Studios dengan mengerjakan beberapa proyek lagu yang akan di remixes. Hingga akhirnya memutuskan untuk tetap menggunakan materi musik yang telah mereka miliki sebelumnya. Lalu setelah mengerjakan proyek mereka dengan menggabungkan kedua materi tersebut, mereka menemui bahwa ketika mendengarkan musik yang mereka buat, terdengar seperti “sampah atau sampah musik”, dan awal inilah “Garbage” tercipta, dengan menggabungkan musik alternative rock dan elektronik.

Lalu bagaimana dengan Manson hingga bergabung dengan Garbage? Manson sendiri sebelumnya sering tampil bersama band Goodbye Mr. Mackenzie sejak tahun 1984 yang berasal dari Edinburgh, dan suka berganti nama menjadi Angelfish dan merilis album dengan judul yang sama yang hanya terjual 10 ribu kopi. Vig yang sebelumnya beraqda pada posisi vokal, bersama personil yang lain menginginkan seorang wanita untuk mengisi posisi vokal. Hingga Marker menyaksikan music video “Suffocate Me” milik Angelfish. Yang unik disini, pada saat musik video tersebut di tunjukan untuk Erikson dan Vig, dengan mengajak manager mereka Shannon O’Shea dengan mengajak Manson, Manson tidak mengetahui jika Vig sebelumnya pernah terlibat dalam proses pembuatan album Nevermind milik Nirvana, dan memaksa agar Manson membaca credit dalam album Nirvana tersebut.

Terlepas dari itu Manson akhirnya bertemu dengan Erikson, Marker dan Vig untuk kali pertama di London, dan yang mengejutkan malamnya terdengar kabar vokalis Nirvana Kurt Cobain tewas karena bunuh diri. Manson diundang untuk mengikuti audisi untuk bisa bergabung dalam audisi tersebut, meski audisi tidak berjalan lancar, namun Manson bisa membuktikan kepada band kalau Manson memiliki persamaan dan rasa dalam bermusik. Hingga akhirnya Manson menghubungi O’Shea untuk mengadakan audisi ulang dan merasa semua akan berhasil dan….terbukti. “Stupid Girl”, “Queer” dan “Vow” merupakan single yang mereka kerjakan sebelum membuat studio album pertama pada tahun 1995.

The Album: Garbage (1995–1997)
Garbage, self title album mereka dirilis pada tahun 1995 dengan mengandalkan single yang belum pernah dirilis sebelumnya, “Subhuman” dan “Only Happy When It Rains” di samping single “Queer” tentunya. Tidak mengecewakan, kedua single tersebut mendapatkan respon yang positif di chart UK dan berbagai negara dan bahkan berhasil mendapatkan nominasi Brit Awards untuk kategori Best New Band and Best International Newcomer. Bagaimana di Amerika?

Mengandalkan “Only Happy When It Rains” dan “Stupid Girl” sebagai promosi di Amerika Utara dan Eropa, kedua single tersebut berhasil meraih respon yang positif dan MTV mengumumkan single “Only Happy When It Rains” terpilih sebagai “Buzz clip”. Dua tahun perilisan album perdana mereka, berhasil membuahkan single lain, “Milk” yang dirilis serempak di seluruh dunia. Melalui album “Garbage” nominasi Grammy Award untuk Best New Artist, dan single “Stupid mendapatkan dua nominasi untuk Best Rock Song, dan Best Rock Performance By A Duo Or Group, sangat mengesankan. “Supervixen” dan “Vow” sangat sayang untuk dilewatkan.

The Album: Version 2.0 (1997–2000)
Kesuksesan semakin menjadi lewat album Version 2.0. Debut albumnya berhasil meraih posisi no. 1 di UK chart dan posisi 13 di Billboard 200. Masih memutuskan memakai formula musik yang sama, coba nikmati single “Push It” yang terdengar enerjik, berlanjut “I Think I’m Paranoid” yang terdengar garang pada bagian chorusnya akan membius telinga pendengarnya, meski baru kali pertama mendengarkan. Selamat untuk Garbage mendapatkan 2 nominasi Grammy melalui album keduanya ini, tapi sayangnga, dewi fortuna belum berpihak kepada mereka untuk menggondol piala tersebut.

Namun jangan khawatir, banyak singel menarik dari album ini yang sayang dilewatkan. “Special”, “When I Grow Up” yang masuk kedalam soundtrack Big Daddy, serta “The Trick Is to Keep Breathing”. Melengkapi perilisan materi single Version 2.0, “You Look So Fine” single dengan nuansa ballad menjadi penutup. Oh ya sebagai tambahan, selain Big Daddy, Garbage juga berpartisipasi dalam mengisi soundtrack film James Bond dengan judul film dan single yang sama, “The World Is Not Enough”

The Album: Beautiful Garbage (2001–2002)
Beautiful Garbage yang dirilis pada tahun 2001, mengalami sedikit penurunan pada nuansa musik, meski masiih mengandalkan alternative, namun komposisi muik elektrik sangat kentara di album ini, sebut saja lagunya “Cherry Lips”, dimana Manson tampil dengan rambut blonde/pirang. Sementara itu pada track “Shut Your Mouth” kembali mengandalkan nuansa musik lebih awal. Single yang lain? “Androgyny” dan “Breaking Up the Girl” sayang untuk dilewatkan. Dengan dipengaruhi beat-beat seperti electronica awal 80an dan sedikiti hip hop, nampaknya Garbage ingin mencoba sesuatu yang baru disini, namun gagal.

The Album: Bleed Like Me (2003–2005)
Puncak karir pada studio album terakhir mereka, Bleed Like Me? saya merasakannya, Garbage kembali pada komposisi musik semula, malahan nuansa elketroniknya tidak terdengar sama sekali. Sebut saja singlenya, “Why Do You Love Me” dimana Manso menyanyikannya dengan sangat garang pada bagian chorusnya, lalu pada single “Bleed Like Me” terdengar sangat ballad. Hanya itu? “Bad Boyfriend”, “Run Baby Run”, “Right Between the Eyes”, “Sex Is Not the Enemy” dan “It’s All Over but the Crying” bisa dinikmati, secara keseluruhan, album Bleed Like Me tampak lebih matang dari segi musik dan lirik. Meski secara penjulan album kurang begitu memuaskan.

Sebagai penutup, menandai 14 tahun mereka berkarir, Absolute Garbage dirilis yang berisikan 17 single mereka yang sudah tidak diragukan lagi dan benar=benar Absolute, ditambah single terbaru yang sangat earcatching, yang dapat menjadi sedikit penenang “Tell Me Where It Hurts”. Music video mereka dalam format DVD pun juga dirilis untuk melengkapi ending mereka sebagai band alternative yang memasuki masa hiatus, sampai saaat ini.

New Album on 2010?
Setelah album Bleed Like Me dirilis, jujur saya sengat menantikan mereka kembali dengan materi baru, dari desas desus yang beredar sampai saat ini, pada official Facebook-nya bahwa Shirley Manson bersama rekannya akan keluar dari masa hiatus mereka dan sedang mengerjakan proyek untuk album baru. Tidak main-main come backnya ini, karena Butch Vig tahun ini telah memenangkan Grammy untuk proses produksi album Green Day – 21st Century Breakdown. Hem apakah album berikut Garbage akan mengalami sukses seperti awal-awalnya? Lihat saja nanti. Terlepas dari hal tersebut, vokalis Manson yang terdengar pas dengan komposisi musik yang diusung memang sangat sayang untuk dilewatkan, apa lagi untuk dilupakan. “Why do you love me, Why do you love me, Why do you love me, it’s driving me crazy…”
(Joe Ari Shasta / CreativeDisc Contributors)

Discography
• 1995: Garbage
• 1998: Version 2.0
• 2001: Beautiful Garbage
• 2005: Bleed Like Me
• 2007: Absolute Garbage

What’s your favourite Garbage’s track?

Related posts

Leave a Reply