Trending News

Blog Post

Album of The Day: Florence + The Machine – Ceremonials
Album of The Day

Album of The Day: Florence + The Machine – Ceremonials 

Released by: Universal Music Indonesia

Dua tahun lalu adalah saksi sejarah dimana Florence + The Machine membubuhkan nama mereka dengan tinta emas di ranah industri musik kontemporer dengan debut album mereka Lungs. Ekspektasi tinggi mau tidak mau pun kemudian tersampirkan kepada album kedua mereka ini, Ceremonials. Dan syukurlah, vokal Florence Welch masih juara seperti biasanya dan The Machines pun masih memberikan musik terbaik mereka.

Ada pergerakan yang cukup signifikan dalam album ini. Berbeda mungkin bukan kata yang tepat. Namun kita bisa merasakan bahwa Florence + The Machine berkembang dengan pesat dalam musikalitas mereka. Ceremonials pun hadir dengan komposisi yang lebih berlapis, kaya dengan eksperimen dan megah. Oh ya, tentu saja kita masih dapat resapan baroque pop yang dibalur dengan rock dan soul yang biasa kita kenal dari mereka, akan tetapi Ceremonials berada dalam kelas yang berbeda. Lebih progresif dan solid dalam memberikan sesuatu yang berbeda.

Only For A Night menjadi prolog album ini, yang dibuka dengan lirik “And I had a dream / about my my old school / and she was there all pink and gold and glittering“, indikasi jika memori akan masa lalu merupakan asupan yang kuat sebagai enerji di masa depan. Dengan chorus yang menghantui, Only For A Night hadir dengan sempurna membuka album.

Single pertama yang dilepas oleh Florence + The Machine adalah What the Water Gave Me, sebuah track gelap dengan atmosfir suram yang menyeluruh, namun kuat dengan vokal prima Welch yang khas. Agak sedikit mengingatkan akan Heavy In Your Arms yang menjadi sumbangan Florence + The Machines untuk album soundtrack film Eclipse dari seri Twilight. Sementara dalam Shake It Out, yang menjadi single kedua, hadir dalam tempo yang lebih cepat dan intensitas yang cenderung ringan. Nuansa pop yang kental dan hook dalam chorusnya memang menjadikan track ini salah satu yang paling mudah dicerna.

Mapan dan matang tapi rumit memang kesan yang sulit dihilangkan saat mendengarkan Ceremonials. Dan ada kejutan dalam setiap sudutnya. Disaat kita mengira lagu akan membawa kita ke sisi gelap namun ternyata ia mengalir dalam atmosfir yang lebih cerah. Coba dengarkan saja Never Let Me Go. Denting piano dan ketukan drum yang lirih mengindikasikan akan lagu yang suram namun dalam chorus Welch justru bernyanyi dengan penuh semangat.

Ada kalanya mereka juga mengingan kita untuk menggerakkan tubuh dan berdansa dengan penuh semangat. Lover to Lover contohnya. Pengaruh jazz dan soul menjadikan lagu ini kaya dengan serat yang bergizi. Sementara itu wajar jika No Light, No Light dipilih sebagai single berikutnya yang dilepas. Salah satu contoh lain dimana Florence + The Machine akan memanjakan kita dengan kejutan dimana verse dan chorus seperti berada dalam dua kutub yang berbeda namun saat disandingkan, mereka malah terlihat sebagai pasangan serasi.

Menjelang akhir, album kemudian diisi oleh banyak track yang pekat dengan atmosfir gelap dan menghantui. Contoh saja Seven Devils atau Heartlines dan Spectrum yang hadir dalam tempo cepat dan aransemen yang berderap. Terselip nomor cantik All This and Heaven Too yang riang dan manis, meski agak mengecoh dengan pembuka yang berkesan gloomy. Ceremonial pun kemudian ditutup Leave My Body yang layaknya sebuah perjalanan astral, ia dibuka dengan perlahan sampai kemudian melesat dengan enerji yang eklektik.

Ceremonial memang kaya dengan instrumen. The Machine kini tidak hadir hanya menjadi penyaji musik latar bagi Florence. Meski mungkin kemudian vokal Florence harus hadir dengan sedikit lebih tertahan, demi memberi ruang bagi The Machine untuk tampil dengan lebih prima, akan tetapi itu bukanlah sebuah hal yang menjadi aral bagi Ceremonials untuk menjadi sebuah album yang superior. Sekali lagi Florence + The Machine membuktikan bahwa musik pop tidak harus selalu dipandang enteng. Yang diperlukan adalah passion dan estetika seni bermusik yang mapan dan mahir. A thumb up album!

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST:
1. “Only If for a Night” Florence Welch, Paul Epworth Epworth 4:58
2. “Shake It Out” Welch, Epworth Epworth 4:37
3. “What the Water Gave Me” Welch, Francis White Epworth 5:33
4. “Never Let Me Go” Welch, Epworth Epworth 4:31
5. “Breaking Down” Welch Epworth 3:49
6. “Lover to Lover” Welch Epworth 4:02
7. “No Light, No Light” Welch, Isabella Summers Epworth 4:34
8. “Seven Devils” Welch, Epworth Epworth 5:03
9. “Heartlines” Welch, Epworth Epworth 5:01
10. “Spectrum” Welch, Epworth Epworth 5:11
11. “All This and Heaven Too” Welch, Summers Epworth 4:05
12. “Leave My Body” Welch, Epworth Epworth 4:34

Related posts

Leave a Reply