Trending News

Blog Post

Interview With Yannick Bovy
Artist Interviews

Interview With Yannick Bovy 

Image and video hosting by TinyPic

Bagaimana menurutmu tentang Indonesia?
Ø Menyenangkan. I really had a good time here. Ini pertama kalinya saya datang ke Asia, dan langsung menuju Jakarta. Sebuah kota yang besar, dan saya menyukainya.

Apa kamu akan langsung kembali ke Belgia setelah ini?
Ø Ya, saya akan berangkat sore ini.

Ceritakan sedikit tentang album pertamamu.
Ø Album pertama saya berjudul “Better Man” yang dirilis bulan Oktober lalu. Dan yang saya tahu lagu “Theoretical Love” sering diputar di radio-radio disini. Saya merasa sangat senang dengan musik yang saya buat saat ini, karena sangat jarang sekali (penyanyi) yang berusia seperti saya berusaha memadukan lagu lama dan lagu baru dalam satu album. Di dalamnya terdapat beberapa lagu cover seperti “All My Lovin’” milik The Beatles yang kami aransamen dengan irama rock-swing, juga “Fly Me To The Moon” dan lainnya. Dan juga 3 lagu orisinal yang ada di dalamnya. Album tersebut sangat baik untuk didengarkan karena setiap lagunya sangat berbeda dan kaya melodi. Dan saya rasa akan sangat cocok untuk kalangan manapun juga.

Diantara semua lagu remake tersebut, mana yang menjadi favoritmu?
Ø Tidak ada. Karena perasaan akan lagu tersebut berubah setiap saat, sesuai dengan mood yang ada. Contohnya, saat saya mendengarkan “I Wanna Be Around” akan mengingatkan saya pada keadaan beberapa tahun ke belakang saat saya putus dengan kekasih saya. Saya tidak bisa menentukan yang mana favorit saya karena tema dari lagu tersebut berbeda-beda.

Apa kamu punya pacar saat ini?
Ø Tidak. Dan saya tidak suka membahas kehidupan pribadi saya. (sambil tersenyum)

Musik apa yang sedang kamu dengarkan saat ini?
Ø Saat ini saya sedang mendengarkan beberapa lagu dari (Frank) Sinatra, sambil saya juga sedang memikirkan tentang album baru saya nanti, dan lagu tersebut akan menjadi salah satu yang akan saya remake. Dan saya juga sedang mendengarkan Anthony Hamilton, “Best of Me”, yang menurut saya memiliki unsur musik yang seksi.

Apa tanggapanmu mengenai perbandingan dengan Michael Buble?
Ø Saya sangat mengerti sekali bahwa orang senang membandingkan satu hal dengan yang lainnya. Sebagai contoh Lara Fabian. Dia adalah artis besar, namun saat kemunculannya pertama kali, orang-orang sering membandingkan dirinya dengan Celine Dion. Saya rasa itu hal yang alami bahwa perbandingan seperti itu terus terjadi. Mungkin saat ini jika ada penyanyi muda baru (di jalur musik Swing yang sama seperti saya), beberapa tahun kemudian orang bisa saja menganggap dia seperti Yannick Bovy. Kadang-kadang saya menyadari mungkin warna suara saya mirip (dengan Buble), tapi saya tetap dengan gaya saya sendiri.

Watch Yannick Bovy – Theoretical Love Video:

Apa ada kesempatan untuk berkolaborasi dengan musisi lain?
Ø Sebenarnya beberapa hari lalu kami melakukan meeting dengan pihak Universal Music, dan saya tidak keberatan untuk menggandeng artis lokal (Indonesia) untuk berduet di waktu yang akan datang. Tapi kita lihat saja nanti bagaimana kedepannya. Banyak sekali penyanyi hebat yang saya inginkan untuk melakukan kolaborasi, termasuk para penyanyi lokal disini.

Di interview sebelumnya kamu pernah menyebutkan bahwa lagu favoritmu adalah “Better Man”.
Ø Ya, saya pernah mengatakannya, tapi sekali lagi kembali pada mood-nya. Tentu saja lagu tersebut menjadi rangkuman dari seluruh isi album, yang menceritakan seorang pria yang menjalani kehidupan dan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Lagu tersebut menjadi lagu favorit banyak orang, dan itu sebabnya kami memilihnya menjadi judul album juga. Namun masih banyak lagu bagus di dalamnya. Tapi jika saya dipaksa menjawab pertanyaan tersebut, saya memilih untuk menjawab dengan “Better Man”.

Berdasarkan wikipedia, kamu melabeli beberapa penyanyi gaek sebagai ‘crooner’, seperti Frank Sinatra. Namun mereka sendiri tidak mengakuinya. Sebagai seorang penyanyi muda, apa arti ‘crooner’ menurutmu?
Ø Arti ‘Crooner’ menurut saya adalah penyanyi yang membawakan lagunya dengan penuh emosi dan perasaan di setiap penampilannya; seseorang yang menyanyi sangat dekat dengan mic-nya disebut sebagai ‘crooner’ juga. Bing Crosby disebut sebagai ‘crooner’ pertama. Sebenarnya kata tersebut merupakan gaya bernyanyi (seseorang). Semua orang bisa bernyanyi seperti itu. Craig David pun bisa disebut seperti itu melalui album pertamanya “Born To Do It”. Menurut saya tidak jelek seseorang disebut sebagai ‘crooner’, melainkan sesuatu yang hebat dan indah karena bisa bernyanyi dengan penuh perasaan.

Apa kamu mengoleksi sebuah album diluar genre musikmu yang bisa membuat orang tercengang saat mengetahuinya?
Ø Ya, saya juga menyukai lagu masa kini. Ada sebuah album di iPod saya yang berirama dance, yang cocok untuk clubbing dan berpesta.

Kamu tampil di Java Jazz Festival baru-baru ini, dan banyak pecinta musik Indonesia menyukai musikmu. Apa tanggapanmu mengenai penerimaan mereka terhadap karya-karyamu?
Ø Saya merasakan energi yang begitu besar saat tampil, dan saya sangat senang dengan respon mereka terhadap saya, dan saya merasa bahwa kita terhubung (melalui lagu-lagu saya). Sangat menyenangkan.

Apa pendapatmu mengenai event tersebut?
Ø Menurut saya event tersebut terorganisir dengan baik, dan merupakan event terbesar yang pernah saya ikuti, dan orang-orangnya pun sangat kooperatif dan mampu membuat semuanya berjalan dengan baik. Semuanya sangat membantu dan menjadikan event tersebut sebuah event yang sukses. Kombinasi dari semua aspek yang terhubung, dan membuat sang artis pun sangat nyaman untuk tampil di acara tersebut.

Saat kamu memulai karirmu, apakah pernah terlintas di pikiranmu bahwa karir yang kamu jalani akan menjadi besar seperti saat ini?
Ø I hoped for that, of course.. Saat saya mulai main musik saat kecil, saya sering bermimpi tentang hal itu.

Apa yang bisa kami tunggu darimu dalam beberapa waktu ke depan?
Ø Album saya bisa dirilis lebih luas lagi di beberapa negara seperti Afrika Selatan, Brazil, Korea, Singapore, dan lain sebagainya. Juga berharap bisa lebih banyak album yang bisa saya hasilkan di kemudian hari di jalur yang saat ini saya jalani.

Mungkin konser tunggal di Indonesia?
Ø Tentu saja. Seperti yang kami bicarakan beberapa hari lalu, ada kemungkinan untuk saya kembali lagi kemari dalam beberapa waktu ke depan.

Apa akan ada single kedua dari album “Better Man”?
Ø Ya, saat ini kami sedang mempersiapkan video untuk single berikutnya, “Better Man”.

Jadi itu lagu favoritmu?
Ø Ya, mungkin.. (sambil tertawa) Saya rasa lagu tersebut menjadi kegemaran banyak orang, dan itulah alasan kami melepasnya sebagai single kedua. Dan radio-radio disini juga sering memainkan “My Cherie Amour”, yang lagu aslinya dinyanyikan oleh Stevie Wonder. Tapi single berikutnya adalah “Better Man”.

Ceritakan pengalamanmu saat mengikuti audisi X-Factor (Belgia).
Ø Saya mendaftar saat berusia 16 tahun dan memilih lagu berirama pop-rock, yaitu “Adrienne” milik The Calling. Saya berhasil melewati dua ronde pertama. Dan saat memasuki ronde selanjutnya, saya harus stand by jam 8.30 pagi, sedangkan perjalanan yang harus saya tempuh sangat panjang, jadi kami harus siap-siap lebih awal. Dan saya bertanya pada ayah saya mengenai lagu apa yang sebaiknya saya bawakan, dan dia menyarankan “Adrienne”. Dan saat sampai di lokasi, saya harus menunggu giliran hingga pukul 6.30 malam. Saya berlatih sepanjang hari (yang sangat melelahkan), ditambah dengan perasaan gugup karena banyak kamera berada di sekelilingmu, yang membuat penampilan saya tidak menjadi favorit para juri, hingga akhirnya saya gugur di babak tersebut.

Apa tanggapanmu mengenai label “musisi jazz” yang disematkan padamu?
Ø Jika kamu menganggap musik yang saya bawakan adalah jazz, tentu kamu menganggap saya sebagai penyanyi jazz. Namun saya tidak membawakan musik yang benar-benar jazz, namun lebih ke arah crossover. But I’m ok with it.. Orang berusaha mengkotak-kotakkan sesuatu. Jadi jika kamu meletakkan saya dalam kotak tersebut, silahkan saja..

Apa arti konsep “Better Man” bagimu?
Ø “Better Man” adalah bagaimana berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya, berusaha memberikan yang terbaik dari dalam dirimu, belajar dari kesalahan masa lalu, dan menempatkan dirimu di arah yang benar. Berusaha melakukan semua hal dengan benar. Begitulah arti lagu “Better Man” sebenarnya.

(Rendy / CreativeDisc Contributors)
Photo by : Ivy.

Special Thanks To Universal Music Indonesia

Image and video hosting by TinyPic

Related posts

Leave a Reply