Trending News

Blog Post

Exclusive Interview With Yuna: I Am Who I Am
Artist Interviews

Exclusive Interview With Yuna: I Am Who I Am 

Penyanyi internasional asal Malaysia, Yuna yang sudah merilis album “Nocturnal” di bawah label David Foster, Verve Music ini akhirnya tampil pertama kalinya di acara Java Soundsfair, 26 Oktober 2014. 2 tahun lalu CreativeDisc sempat meliput konser Yuna di Singapura, dan kali kita mendapatkan kesempatan interview dengannya. Pertama kali kita bertemu dan memperkenalkan diri, Yuna pun langsung menyapa “Finally we meet!”, karena sebelumnya kita sudah saling follow di twitter dan juga sering memberitakan Yuna di social media. Simak interview kita berikut ini:

CD: Coba sebutkan 5 hal menarik yang orang tak tahu tentang Yuna.
Y: Kupikir aku sudah menceritakan semua tentangku, bahkan rahasiaku. Tapi kupikir, orang sudah tahu, aku orangnya sangat pemalu. Yang kedua, banyak yang tidak tahu kalau aku suka menari. Aku mengikuti sebuah kelas menari, hip-hop dance. Tapi aku tidak akan pernah menunjukkan kemampuan hip-hop dance-ku. Because it’s just something I do for fun, untuk berolahraga. Yang ketiga, makanku sangat banyak. Banyak yang mengira aku tidak suka makan karena aku kurus, tapi aku cinta makanan, makanku sangat banyak. Selanjutnya, kupikir banyak yang tidak tahu kalau aku selalu terbang bolak-balik Los Angeles – Malaysia. Tahun lalu, aku melakukannya 7 atau 8 kali. Orang pikir, aku tidak di Malaysia, padahal aku selalu pulang ke Malaysia. Yang terakhir, aku single.

CD: Apakah ini kali pertama kamu ke Indonesia?
Y: Aku sudah pernah ke Jakarta dan Bandung beberapa kali, tapi hanya sebagai turis. Aku suka ke Jakarta dan Bandung. Semoga selanjutnya aku bisa ke kota-kota lain di Indonesia. Aku sangat ingin ke Bali. Tapi ya, ini pertama kalinya aku “bekerja” ke Indonesia, sebagai penyanyi. Penampilan pertamaku di Indonesia.

CD: Sudah terbayang bakal seperti apa crowd di Indonesia?
Y: Aku menonton penampilan Cody kemarin (Hari Sabtu, 25 Okt). Aku berdiri di backstage. Crowd nya sangat besar. Aku pernah merasakan hal yang sama di APM (Anugerah Planet Muzik) 2010, karna venue nya sama. Tapi aku tak sabar bertemu fansku. Aku belum pernah tampil di Jakarta, jadi aku tak tahu akan seperti apa fans ku di Indonesia. Meskipun aku dapat banyak twit dan komen di Instagram dan twitter, tapi, sampai jumpa malam ini!

CD: Mengenai album terbarumu, Nocturnal, bagaimana idemu muncul untuk mencampur genre berbeda dalam 1 album?
Y: Aku suka banyak jenis musik. Aku suka pop, RnB, hip-hop, folk, aku suka perkusi. Jadi aku ingin dalam album ini banyak berisi perkusi, beat, agar suasananya lebih hidup. Aku ingin orang menari mendengarkan albumku. Tapi keberagaman genre albumku juga dipegaruhi dengan bervariasinya musisi yang bekerjasama denganku untuk album ini. Aku bekerjasama dengan musisi seperti Mike Einziger Incubus yang mempengaruhi unsur pop lagu ku. Kemudian dengan Robin Hannibal dari Rhye, yang menambahkan unsur soul dan RnB di “Falling” dan “Lights and Camera”. Dengan Chad Hugo yang menambahkan unsur elektronik dan hip-hop, Ya, banyak produser berbeda. Aku senang aku bisa mencampur unsur berbeda hingga terdengar kohesif.

CD: Apakah kamu berencana berkolaborasi bersama DJ?
Y: Aku terbuka untuk itu. Aku sudah bekerja sama dengan Adventure Club, mereka sangat berbakat. Aku tidak terlalu suka EDM, tapi Adventure Club did a really great job dengan Lullabies dan Gold. Gold adalah sebuah lagu yang kutulis, meskipun tidak dimasukkan ke album. Tapi ketika aku mendengarkan Gold, aku sangat menyukai lagu itu. Gold tidak akan terdengar sebagus itu tanpa Adventure Club. Jadi ya, akan menyenangkan untuk bisa berkolaborasi bersama mereka lagi. Aku bekerjasama dengan seorang DJ independen yang berbasis di Brooklyn. Jadi, hanya itu. Semoga kedepannya banyak kesempatan yang terbuka.

CD: Bagaimana rasanya bekerjasama dengan Pharell Williams?
Y: It’s was really great, karena dia sangat banyak membantuku. Pharell orang yang sangat baik dan rendah hati, dan tentu saja dia tahu banyak tentang musik. Bekerjasama dengannya membuka banyak kesempatan bagiku untuk terjun ke jenis musik yang berbeda, dan jika bukan karena Pharell, aku tak akan berani untuk mencoba beragam jenis musik yang berbeda. Aku mungkin hanya akan menjadi seorang penyanyi folk, dengan imej cewek baik. Sekarang aku suka mencampur beat hip-hop dalam laguku. Dia sangat baik, sangat pengertian, dan dia juga bisa melihat aku akan menjadi musisi yang seperti apa.

CD: Adakah tantangan yang harus kamu hadapai dalam menggunakan hijab, sebagai performer?
Y: Aku tak melihatnya sebagai tantangan, karena aku memiliki batasan dalam hidupku. Sebuah batas adalah hal yang baik. Aku memiliki aturan untuk menjadi disiplin. Aku hidup dalam dunia dimana orang menganggap sebuah batasan sebagai sebuah tekanan. Tapi mencoba merubahnya. Sebagai perempuan Muslim, aku memilih untuk berhijab. Banyak orang barat yang belum mengerti tentang alasan seseorang berhijab. Aku tidak merasa ada tantangan, dan aku berharap orang akan selalu menerima aku apa adanya, dan melihatku lebih dari musikku. Aku adalah diriku sendiriku dengan identitas ini. Tapi prioritasku sekarang adalah musikku.

Image and video hosting by TinyPic

Interview by Gagah.
Script by Sheyla
Thanks to Java Soundsfair & Universal Music Indonesia.

Related posts

Leave a Reply