Trending News

Blog Post

Exclusive Interview With Kina Grannis: “Elements” Adalah Album Terjujur Saya
Artist Interviews

Exclusive Interview With Kina Grannis: “Elements” Adalah Album Terjujur Saya 

Kina Grannis, penyanyi asal Amerika yang berketurunan Jepang dan Mix European dan American ini, akhirnya menyambangi Indonesia untuk kedua kalinya. Nama Kinga Grannis sendiri dikenal lewat ajang bernyanyi the Doritos Crash the Super Bowl contest, dimana dia tampil di iklan Super Bowl XLII pada tanggal 3 Februari 2008 lalu. Semenjak itu, Kina mendapatkan kontrak dengan Interscope Records dan merilis albumnya. Kini dalam rangka “Elements Tour” di Asia, Kina juga menyempatkan diri untuk singgah di Jakarta dan menggelar konsernya di Teater Salihara. Sebelum konser, CreativeDisc diberi kesempatan untuk melakukan exclusive interview dengan Kina Grannis. Yuk, simak langsung interview kita berikut ini:

CD: How’s life?
KG: Life is good.. Saya tidak percaya bahwa saya bisa berada disini akhirnya, karena saya memikirkan mengenai tur ini sejak lama, so I’m really happy and excited.

CD: Mengenai perjalanan karirmu, kamu memuat video musikmu di Youtube, membuat album, hingga tur keliling dunia. Apa yang mengawali semua ini?
KG: Semua berawal saat saya masih sekolah dan mulai menulis lagu. Saat itulah saya mendapat ide bahwa inilah yang saya mau, meskipun setelah itu saya bergelut sekitar 6 tahun, menulis terus tanpa mengetahui arahnya akan kemana. Hingga saat saya kuliah dan ikut kontes Doritos Crash the Superbowl, memenangkannya dan dikontrak oleh label besar (Interscope Records). Namun saya berpikir bahwa saya ikut kontes ini awalnya karena Youtube. Ada waktu dimana dalam 2 bulan saya minta dukungan terhadap video yang saya post di Youtube yang akhirnya membawa kemenangan untuk saya. Dan selama 2 bulan itu pula saya tetap mengunggah video saya lainnya. Dan saat itu juga saya sadar betapa kuatnya pengaruh internet (bagi karir saya).

CD: Seperti yang kamu sebutkan bahwa kamu sempat dikontrak label besar setelah kontes tersebut. Namun, kamu melepaskannya dan menjadi artis independen. Apa yang mendasari keputusan tersebut?
KG: Well, dulu saya selalu berpikir bahwa kamu butuh dukungan label rekaman besar untuk mendukung karir musikmu, jadi itu impian saya sejak dulu. Namun saat saya masuk kesitu, tidak sepenuhnya sesuai harapan. Untungnya, saya masih punya kekuatan lain, yaitu internet. Banyak orang diluar sana yang masih menghargai musik dan karya-karya saya. Interscope ingin saya jadi orang lain dan membuat saya menulis lagu baru bersama orang lain. Jadi ada 2 hal, yang pertama integritas saya sebagai seorang artis, dimana saya tidak mau mengorbankan menulis lagu yang saya suka, dan kedua saya menemukan banyak orang di dunia yang selalu mendukung musik saya. Jadi, itu yang membuat saya percaya diri bahwa saya dapat melakukannya sendiri.

CD: Jadi, sebagai artis independen merefleksikan musikmu dan dirimu sesungguhnya?
KG: uh uh.. (sambil mengangguk)

CD: Apa hal terbaik menjadi seorang bintang Youtube?
KG: Hal paling terbaiknya adalah kamu bebas berekspresi dan jadi apapun yang kamu mau. Karena label tidak akan ambil resiko untuk itu, karena uang yang dipertaruhkan. Jadi mereka harus membuat hits, apa yang akan menjadi populer. Dan di Youtube, kamu bebas berkreasi, apapun yang sesuai dengan hatimu. Jika orang suka, bagus. Jika tidak, tidak apa-apa.

CD: Bagaimana kamu melihat perkembanganmu sejak awal mula karirmu?
KG: Saya rasa sama seperti pertumbuhanmu sebagai seorang manusia. Kamu hidup, belajar, mengalami hal-hal menakjubkan dan hal-hal menyakitkan, kamu terus bertumbuh dan berkembang, terinspirasi oleh hal-hal yang kamu alami. Jadi seperti perkembangan yang lambat. Namun seiring berjalannya waktu saya semakin mendapatkan kepercayaan diri yang lebih, seperti tidak menangis lagi setelah show selesai.

CD: Kamu juga sempat bekerja dengan beberapa sensasi Youtube lainnya. Di antara semua kolaborasi yang pernah kamu jalani, mana yang menurutmu terbaik?
KG: No.. I can’t.. It’s too hard.. Sangat susah diutarakan, karena semua kolaborator yang pernah saya temui sangat baik, rendah hati, dan mereka mempunyai talenta yang mengagumkan. Kurt Schneider, Sam Tsui, Boyce Avenue, dan lainnya, semuanya berbakat. Jadi saya tidak bisa memilihnya.

CD: Jadi, siapa yang asyik saat diajak kerjasama?
KG: Aaaah… Saya cuma bisa bilang they’re all the most fun.. Tapi, David Choi adalah teman Youtube pertama saya. Kami bertemu sekitar 8 atau 7 tahun lalu. Dan David seperti orang yang saat pertama kali kamu bertemu, kamu merasa seperti sudah kenal selama hidup. Jadi dia adalah salah satu dari orang favorit dalam hidupku. He’s just so unique and strange and funny and wonderful.

CD: Sangat menarik melihat kolaborasimu dengan saudari-saudarimu. Apakah keluargamu sangat musikal?
KG: Yes.. Kami tumbuh dengan penuh alat musik di rumah kami. Piano, biola, dan kami senang memainkannya. Dan kami senang bernyanyi kapanpun. Saat cuci piring, membersihkan rumah, dan sebagainya. Dan setelah kami dewasa, jika ada kesempatan apapun saya selalu berusaha mengajak mereka bernyanyi bersama.

CD: Jenis musik apa yang kalian dengarkan?
KG: Kami tumbuh dengan musik yang ayah saya selalu dengarkan, yaitu James Taylor. Sangat akustik dan menunjukkan vokalitas. Kami sangat senang mendengarkannya.

CD: Dan yang ada di playlist kamu saat ini?
KG: Favorit saya saat ini adalah Sigur Ros, Imogen Heap dan Bon Iver.

CD: Baiklah, ceritakan sedikit mengenai album terakhirmu, “Elements”.
KG: Saya rasa saya mengalami perkembangan cukup besar setelah “Stairwells”, dan saya mengalami perubahan-perubahan besar dalam hidup saya, seperti menikah, berpindah-pindah, seperti merasa kembali ada di rumah setelah sekian lama tur. Dan di sisi lain, saya juga merasakan kesedihan mendalam, seperti kehilangan kakek saya. Jadi saat saya membuatnya (Elements), saya mencoba untuk menulis sejujur mungkin. Dan secara musik, saya lebih banyak bereksperimen dengan bunyi-bunyian, berusaha mendapatkan sound yang tepat.

CD: Jadi secara garis besar berbeda dengan “Stairwells”?
KG: Ya.. Saya masih merasa bahwa inti dari lagu-lagu tersebut masih tetap mencerminkan diri saya, namun produksi sedikit berbeda, lebih banyak ketukan drum, lebih banyak harmoninya.

CD: Dari semua materi orisinil yang kau tulis. Mana yang paling favorit?
KG: Saya rasa, salah satu dari beberapa lagu favorit saya adalah “Little Worrier”. It’s just one of the songs that came out from me really easy. Saya selalu menjadi orang yang cemas, tentang masa lalu dan masa depan, apa yang orang pikirkan tentang saya, jadi ini adalah konsep yang mengingatkan saya bahwa menjadi pencemas tidak akan menghasilkan apapun, malah membuat masa sekarang lebih buruk. It’s a good one for me, though..

CD: Apa pengalaman teranehmu dengan fans?
KG: Saya sudah melupakannya sepertinya.. (sambil tertawa) Saya sering mengalami fake proposals, terlalu banyak kejadian tersebut, fans berlutut dengan satu kaki dan menyanyikan lagu cinta untuk saya. Awalnya lucu, namun membuat saya kehabisan kata-kata…

CD: Bagaimana kamu melihat dirimu 5 tahun ke depan?
KG: Saya berusaha mencari tahu, saya tidak yakin.. Tapi saya tahu saat saya pulang ke rumah setelah menyelesaikan tur ini, akan menjadi akhir dari siklus “Elements”. Jadi saya akan memulai menulis lagi, dan berusaha mencari tahu bagaimana saya akan menunjukkan musik saya lagi, apakah dalam bentuk album atau cara lainnya yang fresh. Namun, yang bisa saya pikirkan adalah more creating music, more videos, dan tetap menjaga tetap menyenangkan untuk semua.

CD: Lagu cover apa yang merupakan favoritmu?
KG: “Cups” adalah cover yang menyenangkan kami lakukan dan sedikit gila di akhirnya. Dan saya juga senang dengan cover “Shut Up & Dance” karena saya menyanyikannya dengan slow dan sedikit sedih.

CD: Ceritakan 5 hal yang belum diketahui orang?
KG: I’ve gone skydiving twice. Saya berenang di dasar laut dengan ikan hiu. Saya punya 2 ular. Apa lagi ya? Saya tidak bisa memikirkan lagi. I don’t know.. Saya tidak punya rahasia lagi.

Rendy Salendu
CreativeDisc Contributor
@RendyNdoo

Related posts

Leave a Reply