Trending News

Blog Post

Anime Festival Asia 2016, Gelaran Meriah Bintang Jepang Di Jakarta
Concerts Review

Anime Festival Asia 2016, Gelaran Meriah Bintang Jepang Di Jakarta 

Coba tanya ke teman Anda yang suka sekali dengan anime atau memasang gambar anime di foto profil sosial medianya mereka pasti tahu ada sebuah gelaran bernama Anime Festival Asia. Event yang sering disingkat AFA ini memang menjadi hajatan terbesar para pecinta anime dan kebudayaan pop kultur Jepang selama tiga hari.

Motsu Kaya
Motsu Kaya

Seperti tahun-tahun sebelumnya, AFA cabang Indonesia menawarkan kemeriahan pop kultur Jepang dari segala lini mulai dari anime, game, sampai kreator lokal yang siap menjajakan karyanya pada gelaran kelima tahun ini di Indonesia. Bertempat di JIEXPO Kemayoran, acara yang berlangsung dari tanggal 16 – 18 September 2016 menghadirkan I Love Anisong sebagai jualan utamanya. Lineup artis seperti livetune+, nano, motsu x kaya, Alisa Takigawa, Aimer, Lia, bless4, Maaya Uchida, dan Elisa membuat AFAID tahun ini menjadi ajang konser lintas genre dan tidak membatasi dirinya kepada anisong saja.

livetune+
livetune+

Gelaran “I Love Anisong AFAID 2016” dibuka dengan penampilan dari salah satu produser legendaris di dunia Vocaloid yaitu kz dengan unit barunya yaitu livetune+ bersama Yano Anna. Ia membuka konser dengan “Sad Machine” kepunyaan Porter Robinson dan membuat penonton mengingat kembali masa kejayaan Vocaloid dengan memutarkan lagu seperti “Tell Your World” dan juga lagu anisong populer seperti “Click” yang ia ciptakan. Setelah selesai bernostalgia ia membawa Yano Anna ke panggung dan pertunjukan sebagai livetune+ resmi dibuka. Mereka membawakan lagu seperti “Sweet Clapper”, “Cheers”, “Soft Touch”, dan “Milky Rally”. Penampilan mereka ditutup dengan lagu “Jump Up” yang menyelipkan kata dalam bahasa Indonesia meski tidak terlalu terdengar jelas karena tata suara terlalu pecah dengan tingkat kebisingan yang cukup tinggi. Produser yang pernah bekerjasama dengan Pharrell Williams dan Zedd ini membuktikan dirinya bahwa dia bisa bermain di segala macam genre musik mau itu anisong atau pop biasa.

Alisa Takigawa
Alisa Takigawa

Setelah livetune+ turun Alisa Takigawa dengan gitarnya naik ke atas panggung. Saya tidak tahu apakah gitar yang dipakai Alisa berbunyi atau sekedar gimmick saja. Penyanyi yang baru memulai debut bersama Sony Music tahun lalu membawakan lagu andalannya seperti “Sayonara no Yukue”.

Bless4
Bless4

Setelah ia turun penampilan berikutnya adalah Elisa. Penyanyi yang dulunya adalah seorang model ini membuktikan bahwa dia adalah one of the greatest voice in anisong. Dia terkadang bernyanyi dengan suara opera dan falsetnya membuat bulu kuduk penonton bergidik begitu mendengarnya. Elisa sukses membawakan lagu seperti “Soba ni iru yo”, “Eonian”, dan “Rain or Shine”.


Lia
Lia

Giliran penampil utama yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan penonton pada malam itu yaitu Aimer. Penyanyi yang mempunyai muka seperti Lisa Loeb versi Jepang ini tampil dengan hanya bermodal piano dan vokal sambil diiringi temaramnya lampu membuat suasana konser pada malam itu mendadak khusyuk dan tenang. Lagu upbeat nan sangar seperti “Insane Dream”, “StarRingChild” dibawakan dengan nuansa stripped down dengan sensasi suara Aimer yang bisa membuat penontonnya menitikkan air mata. Meski terlihat sedikit bermain aman dengan nuansa unplugged Aimer memberikan servis suara yang menenangkan kepada penontonnya. Menonton Aimer bukan menonton konser anisong tetapi seperti menonton sebuah pertunjukan di gedung pertunjukan, begitu megah dan mewah meski dia sedikit fals di beberapa titik. Penampilan hari pertama ditutup oleh DJ Motsu x Kaya yang memainkan soundtrack anime favorit penonton, sayang bencana sound system yang sebenarnya terjadi pada penampilan mereka dan merembet ke hari-hari berikutnya.

Maaya Uchida
Maaya Uchida

Dengan sound yang cukup memekakkan telinga konser “I Love Anisong AFAID 2016” kembali dilanjutkan di hari kedua yang menghadirkan Lia, bless4, Maaya Uchida dan nano. Lia dan bless4 melambangkan generasi pecinta anisong tua sedangkan Maaya Uchida dan nano melambangkan generasai baru. Lia membuat penontonnya kembali mengingat masa dimana mereka memainkan visual novel kesukaan mereka dan anime yang pertama kali mereka tonton. Lebih untungnya lagi Lia cukup fasih dalam berbahasa Inggris sehingga komunikasi antar penonton dapat dibangun dengan baik.

Nano
Nano

Lia melempar tongkat estafet ke bless4. Meski bertiga mereka sukses membuat penonton histeris apalagi ketika lagu yang dibawakan salah satu membernya yaitu akino dimainkan seperti lagu pembuka Kantai Collection “Miiro” dan lagu pembuka anime “Amagi Brilliant Park”. Semua orang kembali kehilangan dirinya ketika mereka menyanyikan lagu tema dari serial Aquarion yang sempat menjadi cult di kalangan otaku.

Setelah generasi tua turun panggung, suara imut nan lucu dari Maaya Uchida siap membuat pecinta seiyuu lemas. Pengisi suara yang merangkap penyanyi ini memainkan lagu seperti “VAN!SHMENT THIS WORLD” dari serial Chuunibyou dan lagu solonya seperti “Resnonant Heart”. Meski suara dia terengah-engah dan sering kehabisan nafas Uchida tetap membuat kaum adam meleleh dengan suaranya dia yang kawaii.

Tibalah penampilan utama pada malam itu yaitu nano. nano adalah artis satu-satunya yang membawakan musiknya bersama live band dan menyulap konser anisong menjadi konser rock. nano yang aslinya orang Barat terus berinteraksi dengan penonton dan terus memberikan sinyal bahwa ini adalah konser rock. Suara dia yang terdengar androgini membuat saya kembali mengingat era post-punk di era 80’an dimana gender dari penyanyi tidak terlihat jelas. Ketika ia bernyanyi ia bisa menjadi laki-laki dengan segala kegarangannya tetapi ketika ia berinteraksi ia menjadi perempuan dengan segala lemah lembutnya terhadap penonton. Vokal dia pada beberapa lagu juga terlihat luwes, ia bisa menjadi Karen O atau bisa menjadi Siouxsie Sioux dalam satu waktu. Lagu seperti “No Pain, No Game”, “savior of song” dan “Dreamcatcher” membuat penonton terus terbakar sampai mereka kembali cemberut melihat lineup AFA Singapura yang lebih menarik di akhir acara.

Teks:
Luthfi Suryanda Atmojo

Related posts

Leave a Reply

izmir eskortlar bursa eskort bayanlar ankara escort bayanlar Antalya escort bayanlar Eskişehir escort bayan Konya bayan escort escort Kayseri İzmit escort kızlar Alanya escort Kocaeli escort Kuşadası escort Gaziantep escort Malatya escort Diyarbakır escort Denizli escort Samsun escort Adana escort Bodrum escort Dubai escort porno izle seks hikayeleri sex hikayeleri paply.org

Entsorgung Berlin