Synchronize Festival 2017 Yang Semakin Berkibar

Oleh: budi-susanto - 20 Oct 2017

Setelah puas melihat aksi panggung Deadsquad, saatnya untuk menyaksikan trio NTRL Coki Bollemeyer, Om Bagus dan Eno di Dynamic Stage. Band Punk Alternative yang telah malang melintang di industri musik Indonesia sejak 1992 ini tetap solid di atas panggung. Lagu-lagu dengan lyric sederhana dan lugas tetap menjadi andalan mereka. Lebih kurang selama 1 jam, NTRL menggelontorkan lagu-lagu hits mereka antara lain “Terbang Tenggelam”, “Sorry”, “Pertempuran Hati”, “Sorry”, “Cinta Gila” dan lain-lain.

Selanjutnya saya ke Forest Stage, menyaksikan penampilan Tohpati Bertiga. Band yang terdiri dari Tohpati (Gitar), Bowie (yang juga adalah Drummer dari Gugun Blues Shelter) serta Indro Hardjodikoro (Bass). Masih dengan racikan antara fusion, progresif, eksperimental hingga rock n roll, Tohpati tampil seperti memberikan kursus kilat bagaimana bermain musik yang rapi selama 45 menit kepada audience malam itu.

Dan akhirnya, sampailah kepada band yang saya tunggu-tunggu, Yes It is BURGERKILL. Band asal Ujung Berung, Bandung ini tidak perlu dipertanyakan lagi kiprahnya. Untuk saat ini saya bisa mengatakan Burgerkill adalah band metal teratas di Indonesia. Penampilan mereka di Wacken 2015 di Jerman serta Bloodstock Open Air 2015 di Catton Hall in Walton-On-Trent, Derbyshire, UK adalah suatu pencapaian yang belum bisa disamai oleh band-band metal Indonesia lainnya. Malam itu Burgerkill selama 1 jam menyuguhkan atraksi metal terbaik mereka membawakan lagu-lagu seperti ; “Atur Aku”, “Darah Hitam Kebencian”, “Only The Strong”, “Penjara Batin”, “Air Mata Api”, dan lain-lain.

Author

budi-susanto

More from Creative Disc