Kemudian saya kembali ke Dynamic Stage. Saat itu yang tampil adalah salah satu Band legendaris Indonesia yaitu KLA Project. Katon Bagaskara dan kawan-kawan ternyata tetap ditunggu kehadirannya oleh penonton. KLA Project seperti biasa tetap membawakan lagu-lagu hits mereka diantara nya ; “Menjemput Impian”, “Tentang Kita”, “Djogjakarta”, “Terpurukku Disini” dan lain-lain.
Saya juga sempat stay beberapa lagu di Lake Stage ketika THE UPSTAIRS tampil dengan penonton yang juga padat. Sudah lama juga saya tidak menyaksikan konser mereka. Jimmy Muktazam masih belum berubah. Dia selalu energik di atas panggung, apakah itu bersama The Upstairs, ataupun bersama Morfem.
Selanjutnya saya juga menyaksikan Kelompok Penerbang Roket. Trio yang terdiri dari John Paul Patton (Bass/Lead Vocal), Rey Marshall (Guitar/Back Vocal) dan Igusti Vikranta (Drum/Backing Vocal) cukup naik daun dalam 2 tahun terakhir ini. Dengan Genre Rock 70-an yang mereka usung, mereka mendapat tempat tersendiri di hati remaja belia. Tampil di Forest Stage, Kelompok Penerbang Roket tampil mengesankan membawakan lagu-lagu hits mereka antara lain ; “Beringin Tua”, “Mati Muda”, “Mencarter Roket” dan tentu saja “Dimana Merdeka”.
Dan akhirnya, malam itu perjalanan dari panggung ke panggung saya berakhir kembali di Dynamic Stage menyaksikan line-up penutup, salah satu band terbesar di Indonesia, siapa lagi kalau bukan SLANK. Sebenarnya malam itu saya mengharapkan sebuah kejutan seperti terakhir saya menonton Slank bulan Juli yang lalu di Arena Jakarta Fair 2017, dimana saat itu Abdee Negara tampil di 10 lagu dari 20 lagu yang mereka mainkan. Tapi ternyata hal itu tidak terjadi di Synchronize Fest 2017. Slank tetap bermain dengan 4 orang (Kaka, Bimbim, Ridho Hafiedz, dan Ivanka) sampai akhir konser.
Selamat kepada Demajors dan Dyandra Promosindo yang telah menghadirkan Festival yang hebat ini, dimana untuk tahun ke-2 penyelenggaraannya semakin baik.
Sampai Jumpa di Synchronize Festival 2018!
TEXT & PHOTOS : BUDI SUSANTO