Quantcast

Exclusive Interview with Phum Viphurit: Dari Thailand Menembus Dunia Lewat Musik “Matahari”

By - 1 month ago in Artist Interviews

Jika kamu gemar surfing di internet untuk memperluas wacanamu tentang musik dunia, atau sekedar mengeksplor jenis musik diluar genre favorit, kamu mungkin sekilas pernah mendengar lagu dari Phum Viphurit, penyanyi/penulis lagu asal Thailand yang merilis keseluruhan lagu-lagunya dalam bahasa Inggris. ‘Long Gone’, ‘Lover Boy’, serta yang terbaru berjudul ‘Hello, Anxiety’ menjadi deretan koleksinya yang pastinya pernah terlintas di telinga (dan layak masuk playlist pribadi).

Santai, easy-going serta selalu berpikiran positif merupakan gambaran dari pemuda berusia 23 tahun yang besar di New Zealand tersebut. Karakternya tersebut terlihat dari jenis musik yang diusungnya, yang ia sebut Sunshine music. Konsep bermusik yang terinspirasi dari sinar matahari tersebut menjadi kendaraan utama dalam mengekspresikan pengalaman pribadinya lewat lirik-lirik yang ditampilkannya. Bisa diopinikan sebagai campuran berbagai genre dengan balutan neo-soul.

Dan belum lama ini, Vizion Vibe menggandeng musisi lulusan sekolah film tersebut untuk tampil di Jakarta dalam sebuah gelaran bertajuk “Manana Live present Phum Viphurit Indonesia Tour 2019”. Simak wawancaranya dengan Creative Disc berikut ini.

Creative Disc: Apa kabar?
Phum Viphurit: Baik, terima kasih.. Saya sedikit mengantuk, tapi semuanya baik-baik saja.

Creative Disc: Ini kali keduamu datang ke Jakarta, apakah sudah sempat melihat-lihat kota ini?
Phum Viphurit: Ya, ini kali kedua saya berada di Jakarta, dan yang ketiga di Indonesia. Saya sempat mengunjungi Monas, jalan-jalan di sekitaran areanya sambil mencicipi jajanan yang ada, dan saya sangat menikmatinya. Sisanya hanya di hotel saja, istirahat.

Creative Disc: Bagi para pendengar yang baru pertama kali mengenalmu, ceritakan sedikit mengenai Phum Viphurit secara general?
Phum Viphurit: Saya seorang penyanyi/penulis lagu dari Bangkok. Saya senang mendengarkan musik, namun saya tidak bisa mengkategorikan jenis musik saya, namun saya berharap kalian bisa menikmati karya-karya saya.

Creative Disc: Kapan hasrat bermusikmu mulai tumbuh?
Phum Viphurit: Saya rasa karena saya mendengarkan banyak sekali jenis musik saat masih muda. Di mobil ibu saya, dan juga melalui MTV. Namun, menjadi musisi bukanlah impian saya dari kecil. Kecintaan saya terhadap musik baru mulai tumbuh saat saya remaja.

Creative Disc: Apakah ada musisi yang kamu gemari dulu?
Phum Viphurit: Saya ngefans dengan Elvis Presley, George Benson dan masih banyak lagi.

Creative Disc: Bisa terlihat dari mana sisi Soul-mu muncul (dilihat dari artis yang disuka)
Phum Viphurit: Saya rasa begitu. Saya selalu tertarik dengan jenis lagu yang benar-benar menunjukkan emosi dari penyanyinya. Sangat sulit mendeskripsikannya karena kamu hanya bisa merasakannya.

Creative Disc: Sebagai penulis lagu, apa yang biasanya kamu tulis dan darimana inspirasimu datang?
Phum Viphurit: Lebih banyak dari pengalaman pribadi. Apapun yang saya lalui selama masa muda saya, itulah yang menjadi inspirasi saya.

Creative Disc: Kamu tampak seperti orang yang santai dan positif. Apa yang menjadi kekecewaan terbesar yang pernah kamu rasakan dan bagaimana kamu melaluinya?
Phum Viphurit: Sangat sulit untuk memikirkan hal apa yang pernah membuat saya sangat kecewa. Saya selalu menjadi orang yang periang pada dasarnya, namun tidak banyak menunjukkan senyum. Sepertinya tidak ada hal yang benar-benar membuat saya sangat down. Mungkin ada beberapa masalah sedikit selama tur yang terjadi tahun lalu, dimana saya tidak bisa membawa sebagian anggota band saya untuk ikut dalam tur. Memang bukan sebuah kekecewaan besar juga, karena kami pun akhirnya bisa bereksperimen dengan hal baru lewat formasi yang ada. Ada hal baik yang timbul dari masalah yang ada. Saya rasa itu bisa menggambarkan bagaimana diri saya secara garis besar.

Creative Disc: Mungkin tergambar jelas melalui jenis musikmu yang disebut Sunshine music.
Phum Viphurit: Ya, benar sekali. Itu adalah konsep bermusik yang saya ciptakan.

Creative Disc: Bisa ceritakan mengenai konsep tersebut, serta bagaimana awalnya hingga kamu menetapkan untuk bermusik di jalur tersebut?
Phum Viphurit: Sunshine adalah sebuah konsep yang terinspirasi dari energi yang kamu dapatkan dari sinar matahari, apa yang kamu rasakan dengan adanya sinar matahari tersebut. Bagi saya seperti pergerakan matahari dalam satu hari. Contohnya, ‘Loverboy’ seperti saat matahari terbenam. Lagu lainnya akan seperti bagaimana saat matahari terbit, seperti dalam ‘Hello, Anxiety’. Itu adalah konsep yang saya terapkan, bagaimanapun kamu menginterpretasikannya.

Creative Disc: Mengenai ‘Hello, Anxiety’, bisa ceritakan sedikit mengenai lagu tersebut?
Phum Viphurit: Setelah saya menyelesaikan tur Eropa dan Amerika dan saya kembali ke rumah lalu menyadari bahwa hidup saya tidak sama seperti dulu lagi. Awalnya musik menjadi pelarian saya dari hal apapun, namun saat ini musik menjadi satu hal yang saya tidak bisa lari darinya. I have to deal with that.. Saya harus berkompromi dengan ketenaran. Dirimu yang awalnya bukan siapa-siapa dan tiba-tiba semua perhatian tertuju padamu, kamu merasa ada perubahan yang terjadi dalam hidupmu. Lagu tersebut adalah bagaimana saya berkompromi dengan hal-hal yang saya alami.

Creative Disc: Kamu lahir di Thailand namun besar di New Zealand. Apakah jenis musikmu terhubung dengan skena musik di kedua negara tersebut?
Phum Viphurit: Bagi saya lebih terhubung dengan New Zealand. Lebih kebarat-baratan dibandingkan dengan musik tradisional ala Thailand.

Creative Disc: Kamu lulus dari sekolah perfilman. Apakah perfilman menjadi satu hal yang selalu ingin kamu lakukan dari dulu?
Phum Viphurit: Saya rasa begitu. Bahkan saat saya menulis sebuah lagu, saya akan membayangkannya secara sinematis. Saya akan membuat sebuah karakter (yang menjadi subjek dalam lagu), yang pada dasarnya adalah diri saya sendiri, kemudian akan ada awal dan akhir kisahnya. Dan dari segi visualnya pun saya akan terlibat juga dalam prosesnya.

Creative Disc: Jika kamu bisa mengasosiasikan jenis musikmu dengan sebuah film, film apa yang menurutmu paling pas?
Phum Viphurit: Menurut saya “Little Miss Sunshine”. The story has everything. Sebuah film tentang keluarga, cinta, personal tryouts, personal failures, salah satu film favorit saya sepanjang masa.

Creative Disc: Apakah ada yang sedang kamu kerjakan saat ini yang bisa kamu bagikan kepada kami?
Phum Viphurit: Saya sedang mengerjakan album kedua saya yang rencananya akan dirilis dalam tahun ini.

Life. Music. Love. Fashion. A mixture of saint & stallion.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Artist Interviews | July 6, 2019 By

Exclusive Interview with NIKI: Rising Star asal Indonesia yang Mendunia

Concerts Review | June 26, 2019 By

Manana Live : Phum Viphurit Sukses Meninggalkan Kesan Manis di Bandung

Concerts Review | By

Manana Live Proudly Present Phum Viphurit Indonesia Tour : Sang Lover Boy Tampil Manis di Jakarta