Trending News

Blog Post

CreativeDisc Exclusive Interview with Hellogoodbye: Dari Mengenang Era Friendster dan Myspace Hingga Sehari Bersama Fans Berat
Artist Interviews

CreativeDisc Exclusive Interview with Hellogoodbye: Dari Mengenang Era Friendster dan Myspace Hingga Sehari Bersama Fans Berat 

Band Powerpop asal Huntington Beach, California, Hellogoodbye yang sempat booming era Myspace kini akan sambang kembali ke Indonesia. Hellogoodbye akan menggelar ‘Gimme Some Living Room Tour’ di Panhead Radio Dalam, Jakarta pada 7 Februari 2020. Grup yang satu ini juga sempat mengambil break beberapa tahun dan kembali dengan album “S’only Natural” dengan eksplorasi musik yang cukup berbeda dari karya-karya sebelumnya. Kali ini Creative Disc berkesempatan untuk menanyakan beberapa hal tentang band yang terkenal dengan salah satu hits nya ‘Here,In Your Arms; ini.

Simak obrolan CreativeDisc bersama Hellogoodbye berikut ini.

CD: Pertama-tama kita mau mengingatkan zaman keemasan Myspace, dimana kita menemukan Hellogoodbye pertama kalinya. Bisakah kamu sebutin hal apa yang paling kamu suka dan paling diingat di era Myspace ?

HG: Myspace merupakan sebuah ERA yang besar. Sebelum Myspace, juga ada Friendster. Saya suka dengan adanya Myspace dimana kita bisa terkoneksi dengan orang lain melalui internet. Juga ada drama dimana siapa teman kamu yang berada di daftar Top 8 Friendster.

CD: Hellogoodbye sempat hiatus selama 5 tahun sebelum album “S’only Natural” akhirnya dirilis. Apa yang kalian lakukan dalam waktu itu?
HG: Kita sedang tur “Everything is Debatable” untuk beberapa tahun, kemudian saya bikin studio baru di Long Beach, California dan mulai menulis materi baru. Saya menghabiskan waktu 2-3 tahun hingga akhirnya album “S’only Natural” dirilis. Lagu ‘Close’ merupakan lagu pertama yang saya kerjakan dan menjadi yang terakhir selesai, itu membutuhkan waktu pembuatan 3 tahun lamanya. Saya sangat menikmati proses penulisan itu.

CD: Mengenai konser Hellogoodbye di Jakarta pada 7 Februari mendatang, bagaimana perasaan kalian? Apakah akan tetap membawakan lagu-lagu dari album yang lama?
HG: Kita sangat senang untuk kembali lagi konser di Jakarta. Kita akan memainkan semua lagu dari semua era dan album. Banyak materi yang kita pikirkan, tapi yang pasti mewakili semuanya.

CD: Kita penasaran nih, di album baru Hellogoodybe “S’Only Natural”, kita mendengar banyak eksplorasi dan juga genre berbeda di album ini. Kita merasa musik Hellogoodbye berubah dari power pop/electro menjadi funk dance music era 70an. Apa menurut kamu mengenai perpindahan genre ini?

HG: Saya selalu menyukai ‘groove’. Di awal-awal kita memakai unsur electronic dance, untuk album “Everything is Debatable”, sedangkan di album “S’only Natural” ini aku ingin menangkap ‘groove’ yang lebih dalam, lebih ke natural dengan adanya sentuhan manusia, seperti musik yang aku suka. Saya selalu ingin mencoba hal-hal baru.

CD: Referensi musik apa yang menginspirasi Hellogoodbye ? Mungkin ada musisi tertentu yang suka kamu dengerin?
HG: Kalo menurut data Spotify saya, musisi yang paling sering kudengar adalah Stevie Wonder. Tapi akhir-akhir ini dan terutama untuk album “S’Only Natural”, saya sangat terinspirasi Chic, Prince, dan semua hal yang dibuat oleh Nile Rodgers. Juga beberapa music soul / funk di era 60an hingga 80an seperti Bobbi Humphrey, Donald Byrd, Curtis Mayfield dan Roy Ayers.

CD: Apa yang menjadi tema utama album “S’Only Natural” terutama dari pembuatan lirik. Apakah ada pesan tertentu yang ingin kamu sampaikan kepada fans?
HG: Salah satu tema utama di album ini adalah kebebasan pribadi, dimana kamu bisa memilih untuk mengungkapkannya. Seperti di lagu ‘You’ve Got an Expensive Heart’ kamu memiliki kebebasan dari penilaian diri sendiri. Kebebasan dari masa lalu di ‘Let It Burn’, kebebasan dari orang-orang yang ingin mengendalikan anda ‘S’only Natural’, kebebasan dari waktu, ruang, diri di ‘Anytime, Anyform’.

CD: Hellogoodbye merilis ‘Needy Lover’ dari album “S’only Natural’ B-sides akhir tahun lalu. Apakah ada rencana untuk merilis single lain lagi tahun ini?
HG: ‘Needy Lover’ merupakan satu-satunya lagu yang selesai kita kerjakan, tapi tidak masuk di album itu. Sebenarnya masih ada banyak demo lain dan juga ide-ide yang masih belum terwujud. Bisa aja kita merilis sesuatu yang baru, who knows?

CD: Menurut kamu, kapan waktu yang tepat mendengarkan lagu-lagu Hellogoodbye?
HG: Saya merasa semua lagu-lagu Hellogoodbye berada di dua dunia, yaitu waktu romantis, merefleksi diri sendiri dan waktu yang menyenangkan. Yang satu lagi, yaitu ketika larut malam ketika kamu ingin sesuatu yang menyenangkan dan liar.

CD: Jika kamu menghabiskan waktu sehari bersama fans berat Hellogoodbye. Kira-kira aktivitas apa yang ingin kamu lakukan bersama?
HG: Sepertinya kita akan pergi backpacking, mendaki gunung, tidur di kemah, masak di api unggun dan berkenalan lebih dekat tentunya.

CD: Bisa beritahu kita 5 fakta tersembunyi dari Hellogoodbye?
1. Saya orangnya transparan dan mudah terbaca.
2. Saya sempat tinggal di kantor industrial secara illegal dan tidak mandi setahun sebelum band Hellogoodbye dibentuk.
3. Ketika umur 18 tahun, saya telah pindah rumah hingga 19 kali.
4. Saya belajar programming html, java, php, mysql dan banyak lagi supaya bisa bikin website untuk band sendiri.
5. Saya suka anjing.
6. Saya seorang vegan untuk 10 tahun, namun sekarang saya juga makan ikan, dan saya sangat suka gado-gado dan masakan Indonesia!

CD: Apa pesan kamu buat fans Hellogoodbye di Indonesia?
HG: Kita akhirnya sangat senang sekali bisa kembali ke Indonesia setelah sekian lama dan sangat bangga bisa kembali diundang untuk tampil disini. Tak sabar untuk berpesta dengan kalian!

Related posts

Leave a Reply