Trending News

Blog Post

Persembahan Hard Rock Terbaik Dari Whitesnake di JogjaRockarta 2020
Concerts Review

Persembahan Hard Rock Terbaik Dari Whitesnake di JogjaRockarta 2020 

Akhirnya WHITESNAKE formasi teranyar yang terdiri dari David Coverdale (Vocal), Reb Beach (Gitar), Michael Devin (Bass), Joel Hoekstra (Gitar), Tommy Aldridge (Drums) dan Michele Luppi (Keyboard) memenuhi janji mereka untuk tampil pertama kali nya di Indonesia dalam gelaran JogjaROCKarta 2020 yang berlangsung tanggal 1 Maret 2020 yang lalu di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Bersama Scorpions, Whitesnake didaulat menjadi headliner dari Festival Rock JogjaROCKarta yang pada tahun ini telah memasuki tahun ke-4 penyeleggaraannya.

Kedatangan band legendaris yang didirikan oleh David Coverdale di Middlesbrough, Inggris pada tahun 1978 ini sudah sangat lama ditunggu-tunggu oleh penggemarnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu ucapan terima kasih sangat pantas ditujukan kepada Rajawali Indonesia Communication yang telah berhasil mendatangkan dua band Hard Rock terbaik dunia ini ke Indonesia ditengah issue virus Corona (COVID-19) yang semakin meluas penyebarannya. Tidak sedikit dari 17 ribu penonton malam itu yang datang dari berbagai daerah di luar Yogyakarta, seperti Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, Bali, Kalimantan dan lain-lain demi menyaksikan “Concert of Their Life”, konser terbaik dalam hidup mereka. Angka 17 ribu ini adalah jumlah penonton terbanyak sejak Festival ini di helat sejak 2017.

Seiring dengan berakhirnya lagu dari The Who, “My Generation”, panggung berubah menjadi blackout. Tidak lama kemudian keenam personil Whitesnake terlihat sudah berada di atas panggung. Penonton pun berteriak histeris menyambut mereka. David Coverdale langsung berlari ke catwalk stage dan bereriak lantang “Are You Ready?” sambil mengangkat mic, signature style-nya yang selalu kita lihat di setiap konser Whitesnake. Vokalis flamboyan berusia 68 tahun ini mengenakan Jeans dan kemeja long sleeve hitam dengan logo Whitesnake berwarna merah di kedua lengan-nya, motif ular putih di dada serta tulisan “Make some f@cking Noise” di bagian punggung. Whitesnake langsung membuka repertoarnya malam itu dengan lagu cadas “Bad Boys” dari album Whitesnake (1987) yang dia ciptakan bersama gitaris John Sykes, yang mengisi gitar di album ini. Lanjut ke lagu kedua “Slide it in”, lagu yang beirama riang dari album bertitel sama yang dirilis tahun 1984 berhasil membuat penonton mulai bergoyang. Usai membawakan “Slide it in”, David Coverdale menyapa penonton JogjaRockarta, “Good Evening, How are you?, This is a song for you, Let’s sing together”, disambut dengan intro “Love ain’t no Stranger”. David mulai menyanyikan nya dengan suara berat-nya ; “Who knows where the cold wind blows”, disambut penonton dengan bait berikutnya “I ask my friend but nobody’s knows”. Lagu “Love ain’t no stranger” ini berhasil membuat penonton sing along.

Tidak memberikan jeda sedikitpun Whitesnake terus menggeber nomor cadas lain, kali ini adalah lagu baru “Hey You (You Make me Rock)” yang merupakan single dari album teranyar mereka “Flesh and Blood” (2019). Terlihat banyak penonton yang belum familiar dengan lagu baru ini. Setelah itu Whitesnake kembali membawakan lagu lawas “Slow and easy” dari album Slide it in.

David Coverdale kemudian menyapa penonton sebelum menyanyikan lagu berikutnya yakni cover song dari Bobby “Blue’ Bland berjudul “Ain’t No Love in The Heart Of The City”. “Thank you so much, It’s very nice to see you again, 1975.., to find our way back, it’s beautiful to be here with you, beautiful people and beautiful country, Thank you so much. It’s a song for you, Let’s sing it together”, ucapnya.

Oh ya, angka tahun 1975 yang disebut David Coverdale di atas merupakan tahun ketika Dia pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Pada waktu itu David Coverdale adalah vokalis dari Deep Purple (1973-1976) dan mereka bermain di Stadion Utama Senayan, yang sekarang telah berubah nama menjadi Stadion Gelora Bung Karno. Pada saat itu, God Bless didaulat menjadi band pembuka Deep Purple. So, kedatangan David Coverdale kali ini adalah untuk yang kedua kali, dan kembali berbagi panggung dengan God Bless di JogjaROCKarta 2020.

Setelah “Ain’t No Love in The Heart of City” yang menciptakan koor massal dari penonton, Whitesnake ternyata kembali menyelipkan lagu baru dari Album Flesh and Blood berjudul “Trouble is Your Middle Name”.

Sesi berikutnya adalah Guitar duel antara Reb Beach dan Joel Hoekstra, yang menghipnotis penonton. Dua gitaris handal ini sama-sama unjuk kebolehan mempergakan teknik-teknik shredder mereka, Reb Beach merupakan gitaris yang telah tergabung dengan Whitesnake sejak tahun 2002, sebelumnya dia dikenal sebagai gitaris dari band Heavy Metal Winger dan telah mengisi gitar di 4 album studio Whitesnake, sedangkan Joel Hoekstra bergabung dengan Whitesnake sejak tahun 2014 menggantikan Doug Aldrich yang resign dari Whitesnake.

David Coverdale kembali ke panggung dan menyanyikan “Shut Up and Kiss Me”, yang kemudian ditutup oleh Solo Drum dari Tommy Aldridge selama kurang lebih 5 menit. Aksi drummer berumur 69 tahun ini cukup mengundang decak kagum. Tenaga nya masih powefull seperti saat dia mulai bergabung dengan Whitesnake di album “Slip Of The Tongue”. Tommy seperti monster di belakang kit drum-nya, bahkan di bagian akhir sessi solo nya Tommy memperagakan bagaimana bermain drum dengan kedua tangannya. Penonton memberikan applause yang tiada henti menyaksikan aksi ini.

“Is This Love”, lagu ballad yang tidak lekang oleh waktu, yang melambungkan nama Whitesnake di tahun 1987 dibawakan dengan sempurna diiringi oleh sing along penonton di sepanjang lagu, Joel Hoekstra maju ke ujung catwalk stage memainkan interlude lagu yang menyayat hati ini. Next up, Whitesnake melantunkan satu-satu nya lagu dari album “Slip Of The Tongue” (1989) yaitu “Fool For Your Loving”, disusul oleh “Gimme all your Love” yang kembali diambil dari Album Whitesnake (1987). Tidak berhenti disana, salah satu lagu hit terbaik dikeluarkan ketika konser mendekati akhir, apa lagi kalau bukan “Here I go Again”. Lagu ini kembali membuat penonton kembali bersemangat. Sing along penonton pun tak terhindarkan.

Seperti yang saya duga sebelumnya, Whitesnake memainkan anthem “Still Of The Night” sebagai encore. Lagu yang sangat cocok sebagai lagu pamungkas. Penonton bergoyang dan bernyanyi mengikuti irama lagu yang sangat eksplosif ini. David Coverdale dan kawan-kawan harus pamit setelah lagu ini, Mereka memberikan salam perpisahan, bow down sebagai wujud terima kasih mereka ke penonton. Joel Hoekstra sepertinya tidak menyia-nyiakan scene terakhir ini. Dia terlihat sangat senang, dan mengabadikan keriuhan penonton sekeliling panggung menggunakan video dari cellphone-nya. Seperti yang sudah-sudah, sebelum menghilang ke belakang panggung David mengucapkan Salam perpisahan, “Be safe be happy and don’t let anyone make you afraid..!”

Apa yang menjadi highlight saya dari konser Whitesnake di Jogjarokarta ini?. By the way, ini adalah untuk yang ke-2 kali nya saya menonton dan memotret Whitesnake. Konser pertama saya adalah ketika Whitesnake menggelar Forever More World Tour Tahun 2011 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Honestly, ada sedikit yang berubah dari David Coverdale jika saya membandingkan dengan konser Whitesnake tahun 2011, terutama untuk urusan vokal-nya, kemampuannya untuk menyanyikan nada-nada tinggi sudah agak menurun. Di beberapa kesempatan sepanjang konser dia banyak dibantu oleh Joel Hoekstra, Reb Beach serta penonton untuk menyanyikan bagian-bagian yang seharusnya menjadi bagian dia. Sementara untuk usia dan kebugaran, David Coverdale masih seperti yang saya lihat di Tahun 2011. This Man doesn’t seem to age..!!, tidak banyak perbedaan dengan apa yang saya saksikan di tahun 2011. Dia terlihat masih fit untuk sebuah konser yang berdurasi 1,5 jam.

Walaupun demikian, bagi saya pribadi dan mungkin juga bagi penonton JogjaRockarta malam itu segala kekurangan David Coverdale itu bukan lah hal yang harus diperdebatkan, karena menyaksikan Whitesnake dan Scorpions adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Kejadian yang sulit terulang kembali dalam beberapa tahun ke depan. Bernyanyi bersama Whitesnake dan Scorpions sambil bernostalgia pasti akan selalu menjadi pengalaman terbaik dan tentu dikenang sampai kapanpun.

Selain itu, Saya ingin angkat topi untuk tim produksi dari promotor Rajawali Indonesia Communication dibawah CEO nya Anas Syahrul Alimi. In my opinion, dari 4 kali penyelenggaraan, JogjaROCKarta tahun ini adalah yang terbaik. Headliner dua band Hard Rock papan atas, panggung yang besar dan megah, Sound System yang dahsyat, serta lighting yang mewah.

SET LIST WHITESNAKE DI JOGJAROCKARTA 2020 :
Intro : THE WHO – My Generation
1. Bad Boys
2. Slide it In
3. Love ain’t no Stranger
4. Hey You (You Make Me Rock)
5. Slow an’ Easy
6. Ain’t No Love in The Heart Of The City
7. Trouble is Your Middle Name
8. Guitar Duel (Joel Hoekstra & Reb Beach)
9. Shut up and Kiss me
10. Drum Solo (Tommy Aldridge)
11.Is This Love?
12. Fool For Your Loving
13. Gimme All Your Love
14. Here I go Again
15. Still Of The Night

Text & Photos by The One and Only BUDI SUSANTO

Related posts

Leave a Reply