CreativeDisc Exclusive Interview with Luby Sparks: Band Jepang Yang Berpikiran Jauh Melebihi Negaranya Sendiri

Oleh: luthfi - 29 Dec 2023

Band alternative rock dan dream pop asal Jepang, Luby Sparks sudah membayangkan bahwa karir musik mereka akan lebih diterima di skena musik global ketimbang di negaranya sendiri. Band yang berisi Natsuki Kato (vokal dan bass), Erika Murphy (vokal), Sunao Hiwatari (gitar), Tamio Sakuma (gitar), dan Shin Hasegawa (drum) merilis karya-karyanya dalam bahasa Inggris ketimbang Jepang karena lebih mudah untuk mereka mengutarakan perasaan mereka dalam bahasa Inggris ketimbang bahasa tempat mereka terbentuk. 

Hal ini bisa didengarkan di dua album mereka “Luby Sparks” (2018) dan “Search + Destroy” (2022) yang menggabungkan keindahan dream pop dengan lirik berbahasa Inggris yang mengawang serta balutan musik yang penuh dengan lapisan atmosferik untuk menambah unsur melankolia dari musik yang mereka bawa. Hasilnya, mereka bisa manggung di luar Jepang, menjadi artis pendukung band dream pop/shoegaze ternama seperti The Vaccines, The Pains of Being Pure at Heart, TOPS, Nothing, The KVB, berkolaborasi dengan Robin Guthrie yang merupakan sesepuh dream pop, dan mempunyai basis penggemar yang loyal di luar Jepang terutama Indonesia dimana musik shoegaze dan dream pop kembali digandrungi lagi oleh anak muda sekarang. 

Kali ini CreativeDisc berkesempatan berbincang dengan Luby Sparks sewaktu mereka sedang bermain di Jakarta dalam gelaran Joyland Festival 2023 yang menjadi salah satu tempat pendengar Luby Sparks terbanyak kedua dan tentu saja mereka disambut dengan antusias oleh para penggemar shoegaze dan dream pop yang sudah menanti kedatangan mereka.

Kami berbicara tentang skena dream pop di Jepang, perbedaan mencolok antara penonton Jepang dan di luar Jepang, serta kenapa bahasa Inggris mampu membawa mereka ke berbagai panggung di luar Jepang.

CreativeDisc (CD): Bagaimana Jakarta sejauh ini menurut kalian?
Natsuki (N): Kami sangat suka dengan Jakarta sejauh ini karena orangnya ramah-ramah.

CD: Sebelum bertanya lebih jauh tentang musik kalian ada satu hal yang membuatku penasaran. Kenapa kalian memilih untuk menggunakan bahasa Inggris ketimbang Jepang di semua lirik lagu yang kalian buat?
N: Dari awal, kami sudah memutuskan untuk menggunakan bahasa Inggris di semua lirik lagu yang kami buat karena kami mempunyai tujuan untuk bisa bermain di luar negeri. Kami merasa lebih mudah dan natural untuk menulis dan bernyanyi dalam bahas Inggris apalagi kami juga jarang mendengarkan band Jepang sebenarnya.

CD: Mari berbicara tentang album kedua kalian “Search + Destroy”. Bisa diceritakan lebih lanjut tentang album ini?
N: Album ini merupakan album pertama kali dengan vokalis baru kita Erika dan kami memutuskan untuk bekerja bersama Erika dalam membuat album ini. Karena Erika datang kami harus mengubah arah musik kami untuk menyesuaikan vokal Erika dan itu merupakan sebuah tantangan ketika kami memulai mengerjakan album ini. Kami dibantu oleh produser dari Inggris Andy Savours (My Bloody Valentine, Sigur Ros, Black Country, New Road) untuk membantu mencari sound yang pas untuk album ini.

CD: Terasa sekali memang perubahannya dari album pertama kalian. Di album ini kalian banyak memasukkan sound electronic daripada sebelumnya.
N: Drummer kami, Shin ingin sound drum di album ini terasa lebih profesional, akhirnya ia belajar menggunakan drum elektrik dan memasukkan sound tersebut di album ini.

CD: Kenapa kalian memilih musik dream pop sebagai musik utama yang kalian mainkan?
N: Dream pop sendiri mempunyai banyak gaya untuk ditampilkan dan sebenarnya aku sendiri juga gak tahu dream pop itu sebenarnya apa (tertawa). Mungkin karena aku menyukai band dream pop dari Inggris seperti Cocteau Twins ya yang membuat musik kami jadi terdengar seperti ini.

CD: Kalian sudah manggung di berbagai negara, apa pelajaran berharga yang kalian dapatkan selama manggung?
Erika (E): Sebagai seorang perempuan aku akhirnya berbagi kamar dengan para laki-laki di dalam band dan jangan pernah satu kamar sama Natsuki karena aku pernah ribut sama dia waktu kami manggung di Tiongkok (tertawa).
N: Gimana gimana?
E: Becanda kok, aku tetap menyukaimu (tertawa).

CD: Apa perbedaan yang kalian rasakan ketika kalian manggung di Jepang dan di luar Jepang dari segi penonton?
N: Ketika kami manggung di Tiongkok dan Amerika Serikat penontonnya mempunyai energi luar biasa ketika kami tampil dan merasakan musik kami dengan sangat antusias, berbeda dengan penonton Jepang yang sangat pendiam dan tenang ketika ada band yang sedang tampil. Hal ini juga dirasakan oleh berbagai band lainnya yang pernah kami temui. Mungkin itu juga yang spesial dari penonton Jepang karena mereka sangat khusyuk dalam menikmati sebuah musik di konser.
 
CD: Apa yang Luby Sparks lakukan sehabis kalian manggung di Joyland?
N: Manggung di Joyland merupakan kesempatan yang besar bagi kami karena kami akhirnya bermain di panggung yang besar. Bermain di Joyland menutup era album kedua kami karena kami harus bersiap mengerjakan album ketiga sehabis ini.

CD: Ada rencana album ketiga akan seperti apa?
N: Kami selalu berusaha untuk mengubah arah musik kami, kami selalu mencari perspektif baru yang bisa digunakan dalam musik kami jika memungkinkan. Kita lihat saja sejauh mana nanti. 

 

Author

luthfi

More from Creative Disc