CreativeDisc Exclusive Interview With LiSA: Diva Anisong yang Semakin Bahagia Berkat Penggemarnya

Oleh: luthfi - 01 Aug 2024

Tanpa terasa, sudah hampir lima belas tahun berlalu sejak penyanyi spesialis lagu tema anime atau anisong, LiSA, mengisi lagu untuk anime “Angel Beats” yang menjadi titik awal kariernya di dunia anisong. Sepanjang itu pula, LiSA banyak mengalami perubahan di dalam dirinya dan dunia anisong yang sudah lekat dengannya.

Ia sudah menorehkan banyak hits yang tentunya dikatrol oleh kepopuleran anime yang ia nyanyikan lagu temanya, mulai dari Fate/Zero, Sword Art Online, Mahouka, Boku no Hero Academia, dan tentunya anime yang akhirnya membawanya kembali ke percakapan pecinta anime hasil pandemi yaitu Kimetsu no Yaiba.

Status diva boleh jadi disematkan untuk LiSA karena ia terus berhasil menjadi artis anisong yang mampu bertahan di berbagai macam era. Malah, ia semakin populer dan mampu menyebrang ke jalur musik pop tanpa ada embel-embel anime di dalamnya. Ia mampu menjaga relevansinya di setiap zaman dan terus dicintai oleh pecinta anime dari berbagai macam golongan umur, mulai dari penonton anime yang menonton dengan resolusi 240p di YouTube dengan takarir berbahasa Spanyol sampai penonton resolusi 4K di platform streaming dengan takarir multibahasa.

Semua itu bisa LiSA dapatkan karena dukungan penggemar loyalnya yang terus mendukungnya dari awal karier sampai sekarang. Apalagi dengan kepopulerannya yang terus meroket, ia juga mampu menjaring para penggemar baru. Hal itu dibuktikan dengan penonton yang hadir ke konser LiSA di Jakarta setelah menunggu hampir 10 tahun untuk bisa hadir di Jakarta kembali. Penonton yang datang pada Sabtu, 6 Juli 2024, kemarin ini terdiri dari golongan umur yang variatif dengan tujuan yang sama, yaitu menonton artis idolanya kembali ke Jakarta setelah sekian lama.

Pada keesokan harinya, CreativeDisc berkesempatan untuk mewawancarai LiSA di mana ia bercerita soal single terbarunya, rasanya bisa tampil di Jakarta kemarin, pandangannya tentang kultur lagu anime, dan berbagai macam hal yang bermuara pada rasa terima kasih LiSA terhadap penggemarnya yang telah mendukungnya dari dulu.

CreativeDisc (CD): Ini adalah konser tunggal keduamu di Jakarta. Bagaimana rasanya bisa tampil di Jakarta kembali?
LiSA (L): Ini adalah penampilanku setelah sembilan tahun di Jakarta. Aku sangat senang karena penggemarku semakin banyak disini dan mereka sangat bersemangat dan nyanyi bareng. Power mereka sangat gila sampai mereka berteriak “hoo hoo hoo” dengan kencang (tertawa).
Sebelum aku ke Jakarta lagi, banyak sekali para penggemarku dari Jakarta yang selalu menanyakan “kapan balik ke Jakarta?” di sosial mediaku dan aku berpikir “siapa sih yang nungguin aku untuk tampil di Jakarta lagi” dan aku penasaran penggemar seperti apa yang akan menyambutku di Jakarta nanti.

CD: Ketika aku datang ke konsermu kemarin, kamu seperti jauh lebih bahagia dibandingkan dirimu sembilan tahun lalu.
L: (tertawa sejenak sebelum melanjutkan pembicaraan dengan raut muka yang seolah berkata “wow, orang ini datang ke konserku sembilan tahun lalu dan tahu aku lebih bahagia sekarang”).
Aku merasa di konserku yang lalu di Jakarta, banyak penonton menyanyikan lagu non-anisong dan aku sangat senang dengan hal itu.

CD: Apa lagu yang paling susah ketika kamu manggung?
L: ‘Gurenge’ adalah lagu yang paling susah ketika aku manggung, karena banyak orang yang tahu lagu itu dan buatku ada semacam pressure ketika membawakannya secara live.

CD: Kamu baru saja merilis single baru berjudul ‘Black Box’, bisa diceritakan sedikit tentang single itu?
L: ‘Black Box’ merupakan lagu pembuka untuk adaptasi anime “NieR:Automata Ver.1.1a” bagian kedua. Lagu ini dibikin dengan tema yang serius karena animenya juga serius dan menceritakan kisah yang sedih. Aku pikir ini lagu yang keren.

CD: Mari sedikit berbicara tentang dunia anisong. Bagaimana awalnya kamu menyanyi untuk lagu anime?
L: Sebelum aku berkarir secara solo, aku sempat menjadi vokalis di band fiksi Girls Dead Monster dari anime “Angel Beats” pada tahun 2010. Berpartisipasi di dalam serial tersebut membuatku terus ingin menyanyikan lagu tema untuk anime.

CD: Kamu sudah melewati banyak era di dunia anisong. Menurut LiSA sendiri apa yang membedakan dunia anisong jaman dulu dan sekarang?
L: Kalau jaman dulu ya, anisong itu temponya lebih cepat dan musiknya tajem, to the point gitu lagunya. Sekarang lagu anime itu lebih enak didengar dan lebih gampang dicerna juga.

CD: Lagu anime jaman sekarang terdengarnya lebih pop ya jadinya?
L: Setuju.

CD: Berbicara tentang “Angel Beats”. Banyak pecinta anime yang masih menangis mendengar lagu ‘Ichiban no Takaramono’ dari anime tersebut. Selepas lagu tersebut dirilis, sepertinya banyak kesempatan yang langsung terbuka lebar untukmu.
L: Lagu itu sangat berarti buatku karena lewat lagu itu aku banyak dikenal di luar Jepang dan banyak penggemarku yang menyanyikan lagu itu ketika aku konser di luar Jepang.

CD: Kamu terus beradaptasi dengan zaman dan penggemarmu semakin banyak dan dari berbagai macam usia. Apa resep rahasia bisa terus bertahan dan menjaga relevansi di industri musik selama hampir 1,5 dekade berkarya?
L: Motivasi terbesarku adalah para penggemarku. Semangat mereka menjadi penyemangatku juga dalam berkarya. Aku sangat senang bertemu langsung para penggemarku dalam bentuk apapun seperti konser, meet & greet dan itu semua menjadi motivasi terbesarku untuk terus berkarya.

CD: Menurutmu sendiri, apa yang membedakan dirimu yang dulu dan sekarang?
L: Pada 13 tahun lalu aku masih baru di dunia hiburan dan masih gak tahu apa-apa soal industri hiburan. Pelan-pelan, aku belajar terus sambil bertemu dengan banyak orang yang membantuku dan juga para penggemarku yang terus menyemangatiku sehingga bisa menjadi diriku yang sekarang di dunia hiburan.  Aku juga merasa bertumbuh bersama penggemarku selama 13 tahun ini. Para penggemarku dari dulu sampai sekarang terus bernyanyi bersamaku ketika aku lagi manggung. Dari situ aku merasa bahwa aku harus terus membuat lagu yang bisa membuat penggemarku singalong bersamaku ketika konser. Meskipun, kepercayaan diriku hanya naik sedikit dibandingkan 13 tahun lalu sejujurnya (tertawa). 

CD: Jika kamu mempunyai mesin waktu, apa hal yang ingin kamu sampaikan ke dirimu di masa lalu?
L: Jadi diri sendiri aja udah. Tidak perlu ada yang berubah dari dirimu di masa lalu.

CD: Sebutkan lima hal yang kami tidak ketahui tentangmu?
L: Coba ya kutanya ke manajerku dulu, soalnya dia yang lebih tahu tentangku daripada aku sendiri (tertawa).
Manager LiSA: Tiga aja gak apa-apa ya. Pertama, LiSA itu pintar banget nyetir mobil. 
L: Kedua, aku sangat suka Nutella dan aku baru ngeborong Nutella B-Ready di supermarket sini karena di Jepang gak ada Nutella versi stick kaya gitu. Biasanya, Nutella kan dijual dalam bentuk botol ya dan aku kaget pas ketemu Nutella versi stick langsung aja borong semuanya.
Ketiga, delapan jam sebelum konser dimulai aku sudah latihan vokal untuk penampilanku dan itu terjadi di setiap konser. Jadi kegiatan awalku pas bangun tidur ya langsung latihan vokal.

CD: Itulah tanda-tanda orang yang suka sama pekerjaannya ya, soalnya kamu bangun tidur langsung latihan vokal.
L: (tertawa senang).

Simak interview selengkapnya di video berikut ini:


Interpreted by Prita Audriana
Big thanks to Sony Music Indonesia for this interview

 

Tags: ,

Author

luthfi

More from Creative Disc