CREATIVEDISC.COM-JAKARTA- David Archuleta kembali dengan sesuatu yang berbeda, lebih genit, lebih percaya diri, dan lebih berani! Dalam wawancara eksklusif bareng Creativedisc, dia berbagi tentang lagu terbarunya ‘Crème Brulée’ yang merupakan sebuah eksplorasi baru, terinspirasi dari pop girl summer dan dipengaruhi oleh musik Chappell Roan, Sabrina Carpenter, Charli XCX, hingga Kali Uchis.
Bagi David, ‘Crème Brulée’ bukan hanya lagu, tapi sebuah pernyataan. Ia ingin merayakan sensualitas dan kepercayaan dirinya yang selama ini belum ia tunjukkan. “Aku nggak percaya aku melakukan ini, tapi ini sangat menyenangkan,” katanya. Lagu ini adalah awal dari David Archuleta 2.0, versi dirinya yang lebih bebas dan berani bersenang-senang.
“Hell Together seperti menutup bab lama, dan sekarang aku bertanya, ‘lalu, aku mau ke mana?’” ujarnya. Inspirasi dari pop girlies membantunya merasa nyaman menjadi dirinya sendiri. Ia tak hanya ingin berbicara soal self-love, tapi benar-benar merasakannya. “Saat aku nyaman dengan diriku sendiri, aku justru menarik lebih banyak perhatian, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi.”
Namun, perjalanan menuju titik ini tidaklah mudah, terutama setelah ia melela (coming out) sebagai queer. David mengakui bahwa proses ini membutuhkan keberanian besar. “Untuk melela, kamu harus siap menghadapi ketidakpahaman dan bahkan penolakan. Orang mungkin tidak akan menerima atau mengerti perjalanan hidupmu, dan itu nggak apa-apa.” Ia menyadari bahwa selama ini ia berusaha menjadi “anak baik” agar diterima, berpura-pura agar bisa melebur dengan orang lain. “Aku dulu takut ditolak karena menjadi diriku sendiri. Tapi aku sadar, aku nggak bisa terus hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain.”
Melela telah membantunya menemukan kebebasan yang selama ini ia cari. Meskipun ada tantangan, ia merasa lebih terhubung dengan dirinya sendiri dan dengan komunitas yang benar-benar memahami serta mendukungnya. “Aku menyadari, setiap kali aku lebih terbuka, aku justru menemukan keluarga baru, teman baru, dan audiens yang relate dengan babak kehidupanku yang sekarang,” ungkapnya. “Dan itu menyenangkan, karena aku juga bisa membantu orang lain yang sedang dalam perjalanan mereka sendiri.”
Dalam babak baru ini, David ingin terus menantang dirinya. Ia ingin menari, bersenang-senang, dan tidak overthinking seperti dulu. “Aku masih memikirkan omongan orang, tapi nggak sebanyak dulu,” katanya sambil tersenyum kecil.
Dengan ‘Crème Brulée’, David mengajak kita semua untuk menikmati diri sendiri tanpa takut menjadi apa adanya. Lagu ini bukan hanya tentang musik, tapi tentang kebebasan, kepercayaan diri, dan perayaan diri sendiri.
Karena hidup terlalu singkat untuk tidak merasa seksi!
Simak interview selengkapnya bersama David Archuleta berikut ini: