CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Banyak yang tidak tahu kalau solois asal Jepang Rei Yasuda dulunya merupakan seorang penyanyi virtual. Sebelum ia menunjukkan muka aslinya pada tahun 2013 lewat single debut-nya ‘Best of My Love’, ia merupakan vokalis dari grup virtual bernama Genki Rockets buatan game developer Tetsuya Mizuguchi dan produser Kenji Tamai. Di Genki Rockets, ia menjadi Lumi yang merupakan seorang perempuan berusia 18 tahun yang lahir di luar angkasa dan belum pernah datang ke bumi.
Yasuda sudah tergabung dalam Genki Rockets sejak ia berumur 13 tahun, membuat jam terbangnya di dunia tarik suara sudah tidak diragukan lagi. Di usianya yang sudah menginjak 32 tahun, ia sedikit bercerita kepada CreativeDisc tentang pengalamannya ikut audisi mencari vokalis Genki Rockets sewaktu dia masih duduk di Sekolah Dasar.
“Waktu audisi aku sangat takut, karena aku bersaing dengan orang yang lebih tua dan lebih tinggi daripada aku sedangkan aku waktu itu masih duduk di SD. Sampai aku mengira aku salah datang tempat audisi. Dua hari setelah aku bernyanyi di depan juri, aku mendapatkan kabar bahwa aku terpilih menjadi vokalis Genki Rockets. Aku kaget dan berkata ‘aku ini masih SD loh’. Pengalaman di Genki Rockets sangat menyenangkan dan membantu karir musikku di awal.”, kenang Rei Yasuda dengan penuh canda tawa dan kehangatan.
Penyanyi yang suka dengan sate Indonesia dan terkenal berkat menyanyikan lagu tema untuk anime “Mahouka Koukou no Rettousei” dan “Pokemon” ini juga menceritakan sampai sekarang orang-orang masih kaget ketika mengetahui dirinya merupakan sosok dibalik Genki Rockets. Wajar saja jika mereka kaget, karena perubahan vokal Yasuda cukup kontras ketika ia berada di Genki Rockets dan menjadi penyanyi solo. Di era sekarang, vokal Yasuda seolah menjadi dewasa, semakin berkarakter dan halus tanpa melupakan kesan innocence. Hal tersebut terdengar dari single terbarunya ‘Hikari no Sumika’ yang bertempo sedang dan menunjukkan karakter vokal Yasuda yang halus dan enak didengar.
Dengan setumpuk pengalaman, Rei Yasuda mampu bernyanyi dengan sangat lentik dan berkarakter. Secara tidak sadar ia juga menjadi salah satu pionir penyanyi virtual. Sebelum demam virtual singer dan virtual youtuber mewabah seperti sekarang, Yasuda sudah merasakan bagaimana menjadi artis virtual dimana tampang dan perawakannya hadir lewat hologram di berbagai macam eksibisi teknologi di seluruh dunia.
Simak wawancara lengkap CreativeDisc bersama Rei Yasuda di sela penampilannya sebelum LaLaLa Festival 2025 kemarin dimana kami bercerita tentang makanan di Indonesia, karirnya di Genki Rockets, dan berbagai hal lainnya lewat video di bawah ini: