Foto & Teks by: RON
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Cuaca Jakarta pada hari Minggu, awal bulan November, sore cukup teduh dan gak segerah biasanya. Kualitas udara pusat kota yang masih belum membaik dari beberapa bulan terakhir, gak menyurutkan semangat kawula muda di sekitaran Blok M buat menikmati penghujung pekan. KRAPELA di kawasan Bulungan punya gig seru hari itu, panggung yang juga jadi debut solois Korea Selatan Moon Sujin.
“Udah gak sabar banget!” kata Moon Sujin ramah saat berbincang eksklusif dengan CreativeDisc di belakang panggung.
Obrolan dengan penyanyi salah satu OST drama Korea Doctor X: Mafia in White, yang merupakan drakor paling hits di TV Korea Selatan saat ini, terasa chill banget. Moon Sujin memancarkan vibe kalem dan ramah, kontras dengan look manggungnya hari itu yang didominasi warna hitam dan ngasih pancaran kepercayaan diri. Teman kolaborasi Jiselle dan PENOMECO dalam lagu “Only U” itu memilih outfit hitam yang simpel tapi tetap stylish, dia melengkapi overall look-nya dengan aksesori leather belt bermotif silver dan kalung bernuansa senada.
Kehadiran Moon Sujin di KRAPELA pada penghujung akhir pekan lalu gak cuma jadi debut manggungnya di Indonesia. Tapi juga momen perdana pertemuan dengan kolaboratornya di lagu terbaru berjudul “patience” yakni GANGGA. Lagu ini jadi trek bersejarah dalam karier penyanyi kelahiran Seoul tersebut, soalnya “patience” adalah kolaborasi pertamanya dengan penyanyi Indonesia.
“Jujur nih, aku udah tertarik banget sama pasar dan fans musik di Indonesia. Aku tahu, ternyata, aku punya fans di sini karena aku bisa lihat di data insight pendengar (lewat dashboard platform musik), ada banyak penikmat musikku dari Indonesia,” cerita Moon Sujin.
Itulah awalnya kenapa dia mutusin buat bikin plan berkolaborasi dengan musisi Indonesia. Bermodal data dan fakta banyak pendengar Indonesia ternyata penikmat musiknya, Moon Sujin dan tim makin penasaran buat cari tahu lebih banyak skena musik lokal, sekaligus mengeksplorasi kolaborasi dengan musisi Indonesia..
Sampai akhirnya salah satu temannya punya momen ‘aha!’ dan merekomendasikan GANGGA ke Moon Sujin. Dari mutual friends itulah akhirnya proyek “patience” bisa kejadian.
“Jadi temenku ini udah kenal lama sama GANGGA dan dia bilang, ‘kenapa gak coba sama dia aja?’ dan aku bilang ‘okey, aku akan cek lagu-lagunya’, dan ternyata lagunya bagus-bagus banget! Aku suka banget musik-musiknya! Aku langsung bilang setuju dengan ide kolaborasi itu,” ujar Moon Sujin penuh semangat.
Percaya gak, CD bestie, kalau lagu ini dikerjakan terpisah di dua negara? Yap, seperti kebanyakan kolaborasi di era pascapandemi, semua dimulai dengan sebuah sesi online meeting yang kemudian berlanjut ke sesi online berikutnya sampai proyeknya selesai. Begitu juga dengan Moon Sujin X GANGGA di lagu “patience” ini.
Semua bagian menyanyi GANGGA direkam di studio di Jakarta, Indonesia, dan semua bagian Moon Sujin direkam dari studio di Seoul, Korea Selatan. Setelah semua materi dari GANGGA siap, file-nya dikirim online dan proses mixing dan mastering diselesaikan oleh tim Moon Sujin di Korea.
“Aku menulis lagu ini di Los Angeles bersama teman baikku seorang produser bernama Ian Thomas, dan merekamnya pertama kali di LA empat tahun lalu. Aku udah suka banget sama trek ini sejak awal, jadi mutusin buat lanjut mengembangkan dan menulis lagunya bareng penulis lain,” cerita Moon Sujin tentang awal mula lahirnya lagu “patience”.
Sejak awal penulisan, dia bersama tim penulis dan komposer udah punya visi bahwa “patience” harus dinyanyikan berdua. Kalau kamu dengerin lagunya, memang tek-tokan opini antara dua POV jadi benang merah sepanjang single berdurasi 2 menit 31 detik itu.
Sejak lagunya rampung, Moon Sujin ngaku udah langsung nyari penyanyi yang potensial buat menyempurnakan lagu tersebut dengan vokal mereka. Pada akhirnya, orang itu adalah GANGGA; dan hasilnya maksimal banget.
Warna vokal dua penyanyi ini memang khas banget. Secara genre pun, mereka bermain di ranah yang berbeda. Ketika semuanya melebur jadi satu dalam lagu “patience”, kamu bisa ngerasain tarik-ulur antara dua orang yang gak sengaja ketemu, kemudian somehow tertarik satu sama lain.
“Hari ini aku ketemu sama GANGGA pertama kali!” tambah Moon Sujin penuh semangat.
Secara lirik, “patience” bisa dibilang sebuah representasi harapan dari sang penulis lagu tentang pertemuan pertama antara dua orang di sebuah kejadian. Bahwa gak semua hal harus dilakukan dengan terburu-buru, dan ‘patience’ atau ‘kesabaran’ dibutuhkan banget.
Moon Sujin lalu lanjut menceritakan imajinasinya soal storyline dalam lagu “patience”, tentang seorang cowok yang dia temui di sebuah kelab dan mulai menunjukkan ketertarikan. Tapi dia memilih buat memintanya gak grasa-grusu, ngasih waktu buat si cowok nunjukkin effort, dan take everything slowly one step at a time.
“Buatku, orang-orang tuh kadang gak suka nunggu, gitu lo. Mereka gak sabaran dalam banyak hal. Aku suka banget sama tema itu, lalu lagu ini lahir dari kata kunci ‘patience’ itu tadi,” beber Moon Sujin.
Dalam obrolan eksklusif Moon Sujin bareng CreativeDisc, penyanyi yang debut tahun 2018 itu juga menunjukkan rasa sukanya terhadap Indonesia. Sebelum pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta di penghujung Oktober 2026, dia pernah berkunjung ke Bali pada bulan April tahun ini. Di sana, Moon Sujin merasakan pengalaman magis yang bikin dia kepincut sama Indonesia.
“Aku suka banget pengalaman pertamaku di Bali. Budaya Indonesia di sana, makanannya juga, wah, aku jatuh cinta sama negara ini. Tapi hari ini aku pertama kalinya datang ke Jakarta dan excited banget buat tahu lebih banyak!” tutupnya.
Di penghujung obrolan kami, Moon Sujin berbagi sedikit ambisi buat masa depan. Dia mengaku pengin coba banyak hal di skena musik, gak hanya terjebak dan dikenal sebagai artis satu genre saja. Buat dia, ketemu orang dan lingkungan baru bisa ngasih warna dan inspirasi.
“Belakangan ini aku ingin menantang diriku menghadapi hal-hal baru,” katanya.
“Ketemu orang baru, lingkungan baru. Aku tipe orang yang gak mau selalu ada di satu lokasi dengan orang-orang yang sama setiap waktu. Aku ingin menantang diriku, ingin lihat apa yang akan aku lakukan di situasi baru itu. Aku juga ingin mencoba genre baru, mengeksplorasi genre lain kayak house music, atau bikin beat versiku sendiri kayak techno-house, DJ, apa pun. Aku ingin mencoba hal baru, mendobrak batasan dan dinding yang selalu ada di sekitarku, jadi aku ingin mengekspresikan diri dengan cara berbeda,” tutup Moon Sujin.