CreativeDisc Exclusive Interview With Ado: Kisah Penyanyi Internet Yang Menjadi Penyanyi Mega Bintang Jepang

Oleh: luthfi - 18 Jul 2024

Ketika Ado mencoba mengulik program VOCALOID di komputer ayahnya ketika kelas 1 SD dan mulai rajin melihat video penyanyi utaite (penyanyi yang menyanyikan lagu cover dari anime, video game, dan Vocaloid di internet) di Niconico Douga lewat Nintendo 3DS miliknya, ia seolah bisa melihat masa depan karirnya sebagai penyanyi utaite. Ia juga merasa nyaman dengan dunia utaite karena mereka bisa menunjukkan kapabilitas menyanyi mereka tanpa menunjukkan muka aslinya.

Yang Ado tidak sangka adalah bagaimana ia tidak hanya menjadi penyanyi utaite profesional tetapi bisa menjadi salah satu artis Jepang yang paling fenomenal dan populer sepanjang empat tahun terakhir ini. Fenomena Ado dimulai dari single perdananya di bawah Universal Music Japan ‘Ussewa’ yang berhasil menjadi juara di Billboard JAPAN Hot 100 dan diputar selama lebih dari 400 juta kali di berbagai macam streaming platform. 

Kepopuleran ‘Ussewa’ terbantu oleh pandemi COVID-19. Pada masa pandemi, semua orang harus tinggal di rumah dan mengonsumi konten hiburan hanya dari internet, walhasil konten unik di internet seperti virtual youtubers atau vtubers dan berbagai macam lagu serta artis dari komunitas utaite terkenal di luar internet dan merangsek masuk ke chart besar di Jepang. Fenomena ini seolah menghidupkan kembali supercell yang datang dari skena utaite dan berhasil mengubah lanskap musik Jepang di awal 2010’an.

Setelahnya, Ado terus membukukan rekor demi rekor selama era pandemi, ia berhasil menjadi artis perempuan pertama setelah 13 tahun yang berhasil menjual albumnya sebanyak lebih dari 100 ribu kopi di minggu pertamanya dengan album perdananya “Kyougen” serta mendapat popularitas di seluruh dunia karena mengisi soundtrack album One Piece Film: Red. Kepopuleran Ado juga membuat para major label di Jepang langsung mencari artis di kalangan komunitas utaite untuk diorbitkan demi mencari Ado berikutnya.

Kini, era pandemi sudah menjadi sebuah fragmen di masa lalu dan Ado harus memutar otak untuk tetap relevan setelah pandemi berlalu. Ia langsung tancap gas untuk melaksanakan tur dunia pada awal 2024 kemarin di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat dan mengenalkan konsep kemisteriusan penyanyi utaite kepada penonton global yang mendapat perhatian dari banyak kalangan, salah satu tempat yang ia kunjungi adalah Jakarta dimana ia tampil pada 27 Februari 2024 kemarin. Setelahnya, ia langsung bersiap merilis album keduanya berjudul “Zanmu” yang seolah menunjukkan sisi baru dari Ado yang tidak pernah terlihat sebelumnya.

CreativeDisc sangat senang bisa menjadi salah satu media di Indonesia yang secara eksklusif bisa mengobrol dengan Ado dan kami berbicara dengannya tentang artis favoritnya, kultur utaite, tur dunianya, lagu ‘Ussewa’, serta pencarian jati dirinya yang masih berlanjut meskipun dia sudah menjadi mega bintang di negaranya ia sendiri.

CD: Terima kasih sebelumnya telah menyempatkan waktu untuk wawancara ini!
Ado: Aku juga mengucapkan terima kasih untuk wawancara ini.

CD: Aktivitas apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini?
Ado: Aku baru menyelesaikan produksi albumku dan aku sekarang melakukan persiapan untuk tur Jepangku.

CD: Mari kita berbicara tentang album keduamu “Zanmu”. Bisa diceritakan lebih detail tentang album ini?
Ado: Terlepas dari lagu yang sudah dirilis kemarin, ada lagu baru yang secara khusus ditulis untuk album ini. Ada banyak lagu yang intens, dan juga disini menunjukkan sisi berbeda dari seorang Ado. Banyak juga lagu yang menyoroti karakter Ado.
Akan ada banyak hal yang bisa kalian dengarkan dan menurutku disini aku dapat menunjukkan wajah dan ekspresi baru dari Ado dan aku harap kalian semua menyukainya.

CD: Berbeda dari album perdanamu, lagu yang ada di album ini seolah menunjukkan banyak warna dari Ado. Apakah kamu ingin menunjukkan versi baru dari Ado melalui album ini?
Ado: Betul, aku ingin semuanya melihat bagaimana aku berkembang sejak dari album perdanaku.

CD: Berbicara tentang tur duniamu “Ado THE FIRST WORLD TOUR “Wish””. Apa yang membuatmu ingin melaksanakan tur dunia. Karena aku berpikir “wow, sepertinya sangat langka untuk seorang artis dari skena Utaite dan Vocaloid melaksanakan tur dunia”, apalagi kamu mempunyai identitas yang misterius?
Ado: Aku selalu ingin melakukan tur dunia dan aku ingin bisa aku juga ingin tampil di panggung internasional. Alasan sebenarnya juga aku ingin benar-benar pergi bertemu penggemarku di mana mereka tinggal di berbagai penjuru dunia dan tampil untuk mereka. Rasanya seperti keinginan yang menjadi nyata.
Sebagai seorang penyanyi dan artis dari Jepang aku juga ingin menunjukkan pesona budaya Jepang dan budaya Utaite seperti apa melalui tur dunia ini.

CD: Ketika aku melihat konsermu, kamu berterima kasih kepada komunitas Vocaloid dan Utaite. Seberapa berpengaruhnya Vocaloid di dalam hidupmu?
Ado: Vocaloid dan Utaite adalah bagian dari hidupku dan juga bagian dari Ado yang tidak dapat dipisahkan. Subkultur internet Jepang termasuk Vocaloid di dalamnya menjadi hal peting yang menemani masa kecilku, bahkan mungkin sudah kuanggap seperti orang tua keduaku.
Aku ingin memberikan sesuatu sebagai bentuk balas budi kepada hal tersebut. Menurutku Vocaloid dan Utaite sudah sangat lekat dan tidak bisa dilepaskan dari karyaku.

CD: Bagaimana rasanya tampil di Jakarta?
Ado” Pertunjukan di Jakarta sungguh menyenangkan dan aku merasakan perbedaannya dengan budaya Jepang. 
Sungguh mengejutkan bahwa semua orang bernyanyi bersamaku, dan terlebih lagi, mereka menyanyikannya dengan lirik bahasa Jepang. Aku sangat senang karena saya merasakan begitu banyak cinta dari penonton dengan Jepang.

CD: Sebenarnya penonton Indonesia memang memiliki budaya untuk nyanyi bareng dengan artisnya di setiap konser apapun.
Ado: Itu merupakan budaya yang sangat hebat menurutku.

CD: Mari kita berbicara tentang lagu yang membuatmu terkenal dimana-mana ‘Ussewa’. Bagaimana kamu melihat lagu tersebut sekarang?
Ado: Menurutku ‘Ussewa’ adalah karya yang luar biasa, padahal ini merupakan single perdanaku yang dirilis dengan major label. Apalagi dulu saat menyanyikannya aku masih berumur 17 tahun dan menyanyikan lagu yang berisi pemberontakan serta perasaan amarah terhadap masyarakat, orang dewasa, dan pandangan masyarakat. Kalau sekarang dilihat kembali, lagu itu menjadi sesuatu yang unik dan menarik ketika aku melihat secara objektif. 
Tetapi, menurutku justru karena ada ‘Ussewa’ makanya ada Ado yang sekarang. Meskipun tentunya ada perbedaan dulu dan sekarang, aku bisa memunculkan warna yang berbeda ketika aku menyanyikannya. Aku juga bersyukur bisa debut dengan lagu itu dan itu merupakan lagu yang sangat penting buatku.

CD: Aku merasa ketika ‘Ussewa’ menduduki posisi nomor satu di Jepang, lagu ini seolah merubah lanskap musik Jepang secara total dan semua orang tiba-tiba mulai mencari lagu Vocaloid dan Utaite yang sama seperti ‘Ussewa’. Bagaimana opinimu tetang hal tersebut?
Ado: Menurutku, mungkin ‘Ussewa’ menjadi salah satu alasan mengapa musik dari internet semakin mendapat perhatian. Sebagai seorang penggemar, aku memang sudah suka dengan utaite dan Vocaloid sejak lama tetapi secara umum masyarakat masih belum mengenali istilah-istilah ini.
Tetapi, tentu saja aku hanyalah salah satu bagian terkait pergeseran musik ini. Pada saat yang sama, banyak hal terjadi yang membuat istilah tersebut semakin banyak dikenal orang seperti dari Hatsune Miku, Vocaloid, dan utaite. Sekarang, istilah tersebut telah menjadi sesuatu yang normal di dunia musik sekarang. Sebagai seorang penggemar Vocaloid, saya sangat senang.

CD: Sebutkan artis yang mempengaruhimu dalam bermusik?
Ado: Aku sangat respect kepada artis utaite Mafumafu dan Sheena Ringo, saya sangat respect terhadap keduanya. Mungkin kalau saya lanjutkan tidak akan selesai. Kalau penyanyi utaite pastinya Mafumafu. Aku sangat respect terhadapnya karena dia adalah sosok yang membuka jalan agar utaite bisa dikenal oleh banyak orang.
Sheena Ringo adalah sosok yang mempengaruhi gaya bernyanyiku. Lagu serta cara pandang dan pembawaannya merupakan hal unik yang hanya dia yang bisa melakukannya. Misalnya, lagunya dark tapi dibawakan dengan sexual appeal yang hanya dia yang bisa membawakannya. Menurutku pemilihan katanya dalam mengekspresikan hal-hal tentang budaya Jepang adalah hal yang sangat menarik.

CD: Apa rencana Ado berikutnya pasca merilis album “Zanmu”?
Ado: Aku akan melaksanakan tur keliling Jepang dengan nama “Monalisa no Yokogao” (Profil dari Mona Lisa). Alasan dari pemberian nama itu adalah aku ingin menunjukkan sisi yang tidak pernah aku tunjukkan sebelumnya, lalu meskipun aku telah menyelesaikan penampilan spesial di Japan National Stadium yang merupakan tempat terbesar di Jepang, aku terus ingin menunjukkan diriku yang semakin berkembang hingga saat ini, dan menurutku tur kali akan menjadi sangat menarik.

“Zanmu” telah dirilis pada 10 Juli 2024 via Virgin Music/Universal Music Japan.
Simak audio interview selengkapnya berikut ini:


Some part of translation edited by Ilhamulkarim Shaquille.
Big thanks to Universal Music Indonesia for this exclusive interview.

Tags: ,

Author

luthfi

More from Creativedisc