Daniel Caesar Berkaraoke, Dangdut Jadi Jazz, Sampai Sound Tabrakan di Day 3 Java Jazz Festival 2026

Oleh: cung2 - 02 Jun 2026

PHOTO: Sulinda Sumardi
CREATIVEDISC.COM – Jakarta;
Hari ketiga Java Jazz Festival (JJF) 2026 menjadi pembuktian bahwa hari Minggu pun bisa sepadat itu. Berbeda dengan hari sebelumnya, hari terakhir ini terhitung tidak memiliki saingan konser besar lain di Jakarta. Penonton sudah berburu-buru menuju Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 sejak siang hari. Pesona luar biasa dari Daniel Caesar menjadi magnet utama yang membuat area festival langsung penuh sejak sore.

Penonton memang sengaja diminta datang lebih awal karena jadwal penampil pembuka sangat sayang untuk dilewatkan. Panggung utama dibuka oleh penghormatan manis lewat Tribute D’Angelo yang dibawakan oleh Audrey Tapiheru, Farrel Hilal, Kamga, Teza Sumendra & Teddy Adithya, sementara Nadhif Basalamah bersama Barsena main di panggu lain. Tidak kalah mengejutkan, grup rock legendaris Slank kembali menginjakkan kaki di panggung JJF setelah bertahun-tahun absen. Mengagumkannya, para personel Slank tetap tampil prima dan secara mengejutkan sanggup bermain jazz. Mereka membawakan lagu hit ‘I Miss You But I Hate You’ dengan aransemen swing jazz yang kental. Slank juga memberikan kejutan besar dengan mengajak penyanyi jazz legendaris Margie Segers untuk berkolaborasi membawakan lagu klasik ‘Semua Bisa Bilang’. Semua di waktu yang sama.

Keseruan sore hari berlanjut di panggung outdoor berkat proyek kolektif RCD Records yang digawangi oleh Harra, Vintonic, dan Dominique Adhadiaz. Mereka bereksperimen mengubah lagu-lagu pop dan melayu yang tidak biasa menjadi bernuansa jazz. Penonton dibuat bergoyang saat lagu ‘Cari Jodoh’ milik Wali, ‘Ular Berbisa’ dari Hello, hingga ‘Lelaki Cadangan’ milik T2 dimainkan dengan gaya jazz yang apik. Puncaknya terjadi saat mereka membawakan lagu ‘Lagi Syantik’ bersama penyanyi aslinya, Siti Badriah. Kehadiran sang bintang dangdut ini sukses mengubah atmosfer panggung menjadi sangat jazzy dan menghibur.

Panggung dalam ruangan juga tidak kalah memikat melalui proyek Karya Tohpati. Musisi senior ini menyajikan aransemen baru untuk lagu-lagu ciptaannya. Lagu ‘Cintai Aku Lagi’ dibawakan dengan apik oleh Prinsa Mandagie, disusul oleh Meiska yang melantunkan ‘Ingin Kumiliki’, serta Mario G Clau yang membawakan ‘Jejak Langkah’. Sayangnya, kenyamanan menonton menjelang akhir sesi Tohpati agak terganggu. Kebocoran suara atau sound tabrakan terdengar sangat jelas dari panggung BCA yang posisinya berdekatan, karena Yura Yunita sudah memulai pertunjukannya dengan volume yang keras. Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi pihak penyelenggara untuk evaluasi tata suara di masa depan.

Bagi penonton yang mencari suasana lebih santai dan tidak terlalu padat, panggung lain menawarkan opsi yang tidak kalah seru. Wijaya 80 sukses membawa mesin waktu untuk mengajak penonton bernostalgia ke era musik 80-an. Sementara itu di panggung 360 Java Jazz Festival Stage, Mike Del Forro and friends menyajikan musik laid back jazz yang sangat menenangkan. Di sudut lain, Dave Koz & Friends juga kembali naik panggung untuk memberikan sisa energi mereka kepada para penggemar.

Eksperimen musik yang unik juga terjadi di panggung MLD. Kolaborasi antara Sandhy Sondoro, Oslo Ibrahim, dan Jamie Aditya sukses menghibur penonton melalui lagu-lagu ‘centil’ versi jazz. Salah satu momen paling menarik adalah ketika lagu pop populer ‘Espresso’ diubah total menjadi sebuah lagu jazz yang manis dan menggelitik.

Daya tarik utama hari ketiga jelas berada pada sesi special show Daniel Caesar. Tiket pertunjukan ini terjual habis secara total. Saking penuhnya kapasitas ruangan, pihak media dan pengisi acara lain yang biasanya mendapatkan akses masuk terpaksa tidak diperbolehkan masuk oleh panitia. Menariknya, banyak penggemar yang tidak kebagian tiket memilih berkumpul di Exhibition Hall yang terletak di sebelah My BCA Stage. Mereka tetap antusias bernyanyi bersama dengan keras meskipun hanya bisa ‘merasakan-suara’ panggung dari balik tirai pembatas. Sepanjang malam penonton menyanyikan seluruh lirik lagu, sementara Daniel Caesar sendiri lebih sering memilih menjadi kameramen untuk merekam momen tersebut.

Setelah penampilan Daniel Caesar selesai, sebagian besar penonton langsung memilih untuk mengalir pulang. Namun, penonton yang enggan merugi karena sudah menempuh jarak jauh memilih bertahan hingga akhir. Mereka setia menunggu penampilan dari Maliq & D’Essentials yang mendapatkan kehormatan untuk menutup seluruh rangkaian Java Jazz Festival 2026.

Secara keseluruhan, pelaksanaan JJF di lokasi baru NICE PIK 2 menuai ulasan yang beragam dari para pengunjung. Sebagian besar penonton melemparkan pujian untuk fasilitas venue yang rapi, bersih, dan terasa jauh lebih lega dari tempat lama. Meski demikian, keluhan mengenai jarak lokasi yang terlalu jauh serta masalah teknis berupa suara panggung yang saling bertabrakan tetap menjadi catatan yang paling banyak dibicarakan oleh para pecinta musik.

Author

cung2

More from Creative Disc