CreativeDisc Exclusive Interview with Soccer Mommy: Album “Evergreen”, Avril Lavigne

Oleh: welly - 15 Dec 2025

Interview by: Luthfi
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Soccer Mommy, salah satu nama paling dicintai di kancah indie rock dunia, menyapa penggemarnya di Indonesia lewat penampilan memukau di Joyland Sessions yang berlangsung pada 28-29 November 2025. Di balik sosok Soccer Mommy adalah Sophie Allison, penyanyi-penulis lagu asal Nashville yang telah merilis empat album studio sepanjang kariernya. Sebelum naik ke atas panggung, CreativeDisc berkesempatan wawancara eksklusif bersama sang musisi 29 tahun kelahiran Zürich yang kini menetap di Nashville, A.S.

Kesan Pertama di Jakarta dan Joyland Sessions

Saat ditanya soal kesannya tentang Jakarta, Soccer Mommy mengaku sangat menikmati waktunya meski baru tiba semalam sebelumnya.
“Sangat menyenangkan. Kami baru tiba tadi malam, dan hari ini sangat menyenangkan,” ujarnya.
Ia pun memuji jalannya festival yang berlangsung lancar dan mengaku senang akhirnya bisa tampil di malam hari setelah sempat mengunjungi venue di pagi hari.

Album ‘Evergreen’ dan Lagu yang Memulai Segalanya

Saat menyinggung album keempat Soccer Mommy yang dirilis tahun 2024, “Evergreen”, Sophie mengaku album ini terasa sangat personal karena banyak bercerita tentang proses melewati berbagai perubahan dan kehilangan dalam hidup.
“Saya sangat senang dengan hasilnya. Kami akan memainkan banyak lagu dari album itu malam ini di festival,” ungkapnya.
Salah satu lagu yang menjadi sorotan adalah ‘M’, yang ternyata menjadi titik awal proses penulisan keseluruhan album.

“Lagu itu terasa sebagai sesuatu yang baru, berbeda, dan segar dibandingkan karya-karya yang sedang saya kerjakan saat itu. Jadi lagu tersebut banyak menginspirasi materi-materi lain yang muncul setelahnya,” jelasnya.
Ketika diminta menyebut satu kata berawalan huruf “M” yang melambangkan dirinya saat ini, Sophie menjawab santai sambil tertawa, “Kurasa ‘Mommy’, karena itu yang paling mudah.”

Pengaruh Era 2000-an dan Sosok Avril Lavigne

Sophie Allison juga berbicara soal nuansa khas tahun 2000-an yang kental terasa di single lawasnya ‘Circle the Drain’ dan album “Color Theory”. Ia mengaku banyak terinspirasi oleh musik dari masa kecilnya, terutama dari sisi produksi seperti perpaduan drum dan drum machine, suara synth kecil, serta melodi yang catchy.

Salah satu sosok yang paling memengaruhinya adalah Avril Lavigne. “Saya sudah mendengarkan Avril sejak usia lima atau enam tahun. Dia adalah salah satu artis pertama yang benar-benar membuat saya jatuh cinta saat masih anak-anak dan membuat saya ingin bermain musik,” kenangnya.
Soal proses kreatif, Sophie menjelaskan bahwa menulis lagu baginya adalah cara untuk memilah pikiran dan perasaan, sehingga semuanya mengalir secara alami seiring bertambahnya pengalaman hidup yang bisa ia tuangkan.

Pesan untuk Diri yang Lebih Muda

Menjelang akhir interview, Sophie membagikan refleksi menarik soal perkembangan dirinya sebagai penulis lagu, mengaku kini jauh lebih spesifik dalam menyampaikan lirik dan berpikir dalam skala yang lebih luas dibanding saat masih remaja.
Saat ditanya apa yang akan ia katakan kepada dirinya yang lebih muda, jawabannya terdengar jujur dan penuh humor khasnya.
“Saya akan bilang untuk tidak usah kuliah. Pergilah saja ke New York selama sekitar satu tahun dan jangan buang uang untuk kuliah. Toh kamu akan drop out. Jadi tinggalkan saja dan teruslah melangkah maju,” ujarnya sambil tertawa.
Soal ambisi musikal, Sophie mengaku tidak memiliki target yang terlalu spesifik, namun selalu berusaha menciptakan sesuatu yang lebih baik dan belum pernah ia lakukan sebelumnya di setiap rekaman barunya.
Simak interview selengkapnya bersama Soccer Mommy berikut ini:

Tags:

Author

welly

More from Creative Disc