Quantcast

Interview With Calvin Harris

By - 9 years ago in Artist Interviews

Photobucket

Beberapa waktu lalu berkat kerjasama dengan Sound Up dan Sony Music, saya mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Calvin Harris. Jumat sore awal Februari lalu, bertempat di EX, wawancara berlangsung di tengah keriuhan sosialita media. Di luar hujan deras yang turun, menambah dingin udara sore itu. Untunglah Calvin sendiri tidak seperti yang diberitakan di luar sana sebagai pribadi yang antisocial. Mengenakan blue jeans dan t-shirt putih, dengan hangat pria bertinggi 180 cm ini melayani satu persatu pertanyaan dari setiap kami. Calvin bercerita bagaimana ia mulai membuat musik dan merekamnya dengan computer pemberian abangnya. Saat remaja lain sebayanya bermain game computer, ia menjadikan musik seperti game computer bagi dirinya sendiri. Ia menyebut musiknya sebagai edgy dance music. Calvin juga mengungkapkan kalau Karibia akan menjadi tempat menyendiri yang sempurna baginya. Calvin juga ternyata tidak terlalu besar kepala dengan julukan king of electropop yang disematkan padanya. Pada kenyataannya ia merasa itu hanya sebuah julukan yang diberikan seseorang wartawan kepadanya. Calvin tidak merasa dan tidak pernah mengumumkan dirinya adalah yang terhebat dalam electropop. Tapi ia tetap merasa senang jika ada seseorang yang mengganggap dirinya hebat. Calvin juga mengungkapkan bahwa orang sering salah mengerti tentang musiknya. Seperti halnya saat ia memasukkan unsur saxophone, orang sering mengganggap musiknya terinspirasi dari musik 80-an. Padahal ia mengambil inspirasi musik dari berbagai genre musik modern.

Timmy M.: Apa yang menjadi titik balik hingga Anda memutuskan untuk menjadi seorang musisi electro?
Calvin Harris: Saat aku masih di bangku SMU, seseorang datang ke kelasku dan mengatakan tak perlu memikirkan untuk melanjutkan kuliah di universitas. Kemudian ia mengajak kami untuk ke hall dan menikmati musik dance di sana. Aku berpikir apa yang dikatakannya itu ada benarnya. Aku bukanlah seorang murid dengan tingkat kepandaian yang mengagumkan. Aku berpikir aku tidak tahu apa yang akan kulakukan di universitas, aku pasti akan meninggalkan bangku kuliah di tengah jalan. Setelah lulus aku bekerja di sebuah toko. Aku mulai berpikir mungkin sebaiknya aku melanjutkan ke universitas. Aku menyesali keputusan untuk tidak melanjutkan ke universitas. Itulah sebabnya aku tidak menganjurkan hal itu kepada anak-anak muda, lebih baik konsentrasi dengan sekolahmu dan lanjutkan pendidikan ke universtas. Dan pada saat itulah aku mulai memikirkan apa yang akan aku lakukan dengan hidupku. Pada saat usiaku sudah 22 tahun aku berhasil mendapatkan kontrak rekaman. Jadi butuh waktu yang lama sejak aku berusia 17 tahun hingga aku memutuskan terjun sepenuhnya ke dunia ini.

TM.: Apakah album berikutnya akan sama radio friendly dengan album kedua Anda?
CH: Semoga saja, sebab aku suka musik pop namun aku juga menyukai dance. Bagi ku membuat musik dengan nuansa yang gelap bukanlah sebuah pilihan. Jadi kuharap aku dapat membuat album berikutnya lebih ngepop.

TM.: Banyak artis hip-hop Amerika mulai menjadikan dance musik Eropa sebagai referensi untuk eksplorasi musik mereka, apa pendapat Anda?
CH: Itu bagus sekali. Musik menjadi jauh lebih menarik saat ini. Aku rasa Akon-lah yang pertama kali memulai fenomena ini. Ia berhasil memasukkan pengaruh musik dance Eropa ke dalam lagu-lagunya dengan pas. Dan ia berhasil menyebarkan fenomena ini. Ia berhasil memadukan tanpa terdengar terlalu berlebihan, tanpa terlalu banyak memasukkan synthesizer ke dalamnya. Aku tidak terlalu menyukai musik yang terlalu ‘machined’, aku lebih menyukai musik yang lebih humanis, lebih organik, bukan yang sintetik. Karena yang penting adalah manusia di balik lagu itu. Aku rasa Black Eyed Peas termasuk sukses dalam hal ini, karena lewat lagu-lagu mereka, kita bisa merasakan sisi manusianya.

TM.: Apa Anda tertarik untuk berkolaborasi dengan artis musisi lainnya?
CH: Sejujurnya aku cenderung membatasi diri untuk bekerja sama dengan artis musisi lainnya. Aku lebih tertarik untuk mengerjakan musikku sendiri. Karena saat berkolaborasi misalnya memroduseri artis lain, diperlukan banyak penyesuaian diri dengan berbagai pihak selain artisnya sendiri, seperti perusahaan rekaman, manajemen dan yang lainnya. Jauh lebih mudah untuk membuat album sendiri. Aku menyimpan lagu terbaik untuk diriku sendiri.

TM.: Lady Gaga saat ini menguasai lantai dansa, apa pendapat Anda tentang fenomena ini?
CH: Aku tidak terlalu menyukai musik Lady Gaga. Musiknya terasa begitu pabrikan. Dia membuat albumnya dengan orang lain. Seseorang di perusahan rekaman yang membuat musiknya, bukan Lady Gaga sendiri. Seseorang dari perusahaan rekamannya pernah menawariku untuk mengerjakan lagunya, tapi aku menolaknya. Aku menyukai Lady Gaga, tapi aku tidak menyukai lagunya. Aku tidak akan mengerjakan musik yang lagunya tidak kusukai, kecuali aku sudah sangat putus asa.

(Timmy / CreativeDisc Contributors)
Photo by Agung (SoundUp)

CD Collector | Music freaks

Comments

29 Responses to “Interview With Calvin Harris”

  1. Aoh says:

    serunyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………..

  2. dude tedder says:

    siapa ya Calvin Harris? koq saiya baru tahu y! mgkin pny stage name kyk Owlcity? ehm…

  3. udah pernah dengar sih lagunya tapi kurang suka!

  4. Rony says:

    waaahhhhhhh

  5. luthfi says:

    Waaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!! Ketemu calvin harris gila…timmy minta digebukin nih 😀

  6. aNdRe says:

    eiihh si timmy tiggi bener,,, hihihihi

  7. Rony says:

    itu calvin harrisnya lagi duduk???

  8. welly says:

    Iya, Calvin Harrisnya lg duduk.

  9. Musicoholic says:

    what a strange interview (if not a bit inappropriate) !

    interview perkenalan dengan Calvin Harris, tapi ngga ngebahas album atau single yang sedang dia promosikan. Malah nanya soal artis laen ke Calvin-nya dan pendapat dia soal fenomena musik in which he is not a part of it (hip-hop incorporating european sound, etc.)

  10. fatur says:

    keren dan seru sekali wawancaranya!
    statement calvin harris sumpah asik banget deh natural dan berani!

  11. joe ari says:

    Jadi iri…

  12. Adam Fachry says:

    Gimana yah perasaannya Calvin Harris begitu mendengar konten pertanyaan yang diajukan nggak mendalami soal project atau effort dia sendiri? Kasian….

  13. bar2.. says:

    -melayani satu persatu pertanyaan dari SETIAP KAMI-

    mungkin dah ditanya ma wartawan yang lain kali??
    gtw juga sih…

  14. Musicoholic says:

    mungkin kali ye….

    gw cuman ngerasa aneh aja, kalo gw jadi seorang artis (cuman berandai2 aja), gw pengen ditanyain soal proyek gw terutama yang lagi promosikan, apalagi interview ini singkat dan di publikasikan.

    seandainya gw jadi artis lokal, gw akan aneh (sekali lagi ini andai2 aja) kalo ada yang bilang gini : Halo lo baru rilis album baru ya ? gimana pendapat lo tentang musik band sekarang di indonesia, gimana pendapat lo tentang fenomena Agmon.

    That would be sooooo strange. Kan orang pengen tau soal proyek si artis dari mulut si artis sendiri juga.

    just my 2 cents…no offense.

  15. Joe Ronald says:

    buat Adam & Music Holic: Lain kali kalian yang wawancara dan buat situs musik sendiri, biar pertanyaan nya sesuai dengan kehendak hati… kok kayaknya ngedumel melulu sih…

    Buat Timmy, cukup menghibur kok wawancaranya… maju terus…

  16. Musicoholic says:

    yah biasa ….senjata orang yang ngga mau memperbaiki diri. Giliran dikritik bilangnya pengkritiknya disuruh buat site sendiri, bukannya interviewnya diperbaiki buat next time.

    Gw sih ga suka sama sekali C.Harris ini, buat gw dia bikin dance yang agak murahan. TApi yang namanya interview artis tuh tanyain dong tentang artisnya, bukan nanyain orang laen. Or maybe ada someone yang nonton infotainment too much ? krn di sana gemar banget nanyain ‘pandangan’ artis terhadap suatu ‘fenomena’. Salah emang kalo gw berpendapat kalo interview artis itu agak aneh kalo bukan soal artisnya yg di tanya, especially kalo interviewnya singkat dan tujuannya introductory ?

    lo mau kalo lo bikin album, ada wartawan yang nanya : hi joe ronald baru bikin album baru ya, gimana kira2 pandangan kamu soal vidi aldiano ?

    ga sopan kaleeee…….

  17. hotman says:

    ok mungkin gw bisa jelasin tentang rules interview bersama artis luar negeri. Bukan mau ngebela siapapun.

    Kalo pada saat interview dengan artis luar negeri ada yang namanya interview one on one ada yang namanya roundtable interview.

    Kalo one on one interview kemungkinan wartawan / pewawancara bertanya dengan sangat bebas sangat mungkin sekali yang akhirnya bisa bertanya tentang apapun termasuk tentang promo dari artis tersebut.

    Tapi kalo pada saat roundtable interview, dimana pada saat interview bukan hanya ada satu saja pewawancara / wartawan saja yang melakukan interview pada waktu tersebut. Alias roundtable interview itu, interview berjamaah alias rame-rame walaupun biasanya tidak lebih dari 5 dari lima wartawan.

    Trus biasanya, pertanyaan-pertanyaan sebelum dipake atau ditanyakan kepada si artis biasanya disubmit dulu ke pihak management dimana management akan memilih pertanyaan yang boleh dan tidak ditanyakan. Dan itu adalah hal yang biasa.

    Dan kalo boleh gw liat dari pertanyaan yang dikeluarkan ama Timmy, nampaknya Timmy melakukan roundtable interview dimana pertanyaannya sangat terbatas dan nampaknya pertanyaan lainnya udah ditanyakan oleh wartawan lain.

    Dan mungkin kalo bisa dijelaskan apa ini exclusive one on one interview atau roundtable interview biar pada kagak suudzon ajeh orang orang. begitulah.

  18. hotman says:

    ok mungkin gw bisa jelasin tentang rules interview bersama artis luar negeri. Bukan mau ngebela siapapun.

    Kalo pada saat interview dengan artis luar negeri ada yang namanya interview one on one ada yang namanya roundtable interview.

    Kalo one on one interview kemungkinan wartawan / pewawancara bertanya dengan sangat bebas sangat mungkin sekali yang akhirnya bisa bertanya tentang apapun termasuk tentang promo dari artis tersebut.

    Tapi kalo pada saat roundtable interview, dimana pada saat interview bukan hanya ada satu saja pewawancara / wartawan saja yang melakukan interview pada waktu tersebut. Alias roundtable interview itu, interview berjamaah alias rame-rame walaupun biasanya tidak lebih dari 5 dari lima wartawan.

    Trus biasanya, pertanyaan-pertanyaan sebelum dipake atau ditanyakan kepada si artis biasanya disubmit dulu ke pihak management dimana management akan memilih pertanyaan yang boleh dan tidak ditanyakan. Dan itu adalah hal yang biasa.

    Dan kalo boleh gw liat dari pertanyaan yang dikeluarkan ama Timmy, nampaknya Timmy melakukan roundtable interview dimana pertanyaannya sangat terbatas dan nampaknya pertanyaan lainnya udah ditanyakan oleh wartawan lain.

    Dan mungkin kalo bisa dijelaskan apa ini exclusive one on one interview atau roundtable interview biar pada kagak suudzon ajeh orang orang. begitulah.

    well, congrats tim for the interview.. i really envy you … hehehhehe…

  19. lala says:

    saya menunggu interview musicholic saja…
    nampak sangat piawai sekali !!!

    jewng hotman… hihih 😉

    timmy : jangan menyerah, segala kritik, anggap saja membangun !!!

    (saya, yang menyaksikan betapa kooperatif-nya timmy dalam waktu yang sangat terbatas, bisa memberikan pertanyaan yang tidak ala kadar nya macam : bagaimana kabar album anda? 😉

  20. Musicoholic says:

    Lala, if that’s a compliment, thanks. If not, i wouldn’t care lol. Anyway, gw ga pernah claim gw piawai intvw org. But gw akan nanya ttg effort dia dulu,maybe ttg fantastic touring experiences, how was it working with big names (dia prnh produce kylie,roisin),etc. Gitu aja. Then again mungkin ini ud ditanyain orang laen

  21. Adam Fachry says:

    “buat Adam & Music Holic: Lain kali kalian yang wawancara dan buat situs musik sendiri, biar pertanyaan nya sesuai dengan kehendak hati… kok kayaknya ngedumel melulu sih…”

    Haduh, lagi2 komentar gue dilabeli sebagai hal negatif. Kayaknya komentar gue itu ga termasuk attack kok. Gue (dan Musicoholic juga) pengen share2 Constructive criticism aja. Gue cuman kasihan sama Calvin Harrisnya, bukan ngedumel. Kasian aja kan, kayaknya albumnya itu ga menarik sampe ga ditanyain soal konsepnya atau bagaimana transisi perubahan yang ada dari album yang “Ready for The Weekend” dengan sebelumnya. Meskipun gue pribadi ga suka sama dia, tapi menggali lebih dalam soal musikalitas Calvin lewat interview kan nggak salah.

    Btw Hotman, thanks for the explanation yah 🙂

  22. lala says:

    well honey, i dunt give a single damn about it. So Pls let it go ;))

  23. teddyandri says:

    wawancara Timmy asik-asik aja kok. Justru pertanyaan mengenai tanggapan Calvin Harris soal fenomena si Gaga bikin aku terhenyak, mungkin ini info yang betul-betul eklusif Timmy dapet ga oleh media satupun yang lain di dunia, kalo Calvin pernah ditawari ngerjai musiknya si Gaga, dan ia tolak! Wow banget! Ujung jawabannya malah bikin kita nyengir. Kren. Thanks Timmy!

  24. Joe Ronald says:

    Sorry OT…

    TEDDYADNRI : Pa kabar bro… dah gak di mp lagi? di blogspot juga udah enggak? sekarang nongkrong dimana? cukup kangen sama postingannya…

  25. kdk says:

    biasanya aku agak s7 sm kritikan musicholic, tp x ini, mf GAK. klw itu wwncr pnjg dn timmi gk nanya produk pribadi sang artis (‘itu’) baru aneh. mgkn aja timmi bfkr klw nanya ‘itu’ wkt nya sngkt nnt mlh gk lgkp, ttg ‘itu’ udah bosan, tinggal kutip dr mn2. jd ptnyaan timmi kreatif d saat sempit.

  26. kdk says:

    biasanya aku agak s7 sm kritikan musicholic, tp x ini, mf GAK. klw itu wwncr pnjg dn timmi gk nanya produk pribadi sang artis (‘itu’) baru aneh. mgkn aja timmi bfkr klw nanya ‘itu’ wkt nya sngkt nnt mlh gk lgkp, ttg ‘itu’ udah bosan, tinggal kutip dr mn2. jd ptnyaan timmi kreatif d saat sempit..

  27. teddyandri says:

    joe ronald…. sekarang jadi anak baik-baiknya, ga jadi label enemy#1 lagi….
    kangen juga dikomentari rame-rame…

Leave a Reply

Related Articles

Music News | April 8, 2019 By

Calvin Harris Luncurkan Ulang ‘I’m Not Alone’ Dalam Paket EP Remix

Creative Disc Exclusive Single | January 14, 2019 By

Creative Disc Exclusive Single: 14 Jan 2019

Music News | January 12, 2019 By

Calvin Harris Gandeng Rag’n’Bone Man Untuk Single Barunya, ‘Giant’