Quantcast

Exclusive Interview with Sinead Harnett: Patah Hati Jadi Pemicu Menulis Lagu Hit

By - 5 months ago in Artist Interviews

Penyanyi bersuara soulful, Sinead Harnett turut meramaikan Java Jazz Festival 2019. Dengan menampilkan setlist 15 buah lagu, vokalis asal London tersebut berhasil menampilkan pertunjukkan yang apik di dua panggung yang berbeda di festival jazz terbesar di Asia tersebut.

Creative Disc berkesempatan berbincang dengan Sinead Harnett sebelum rangkaian penampilannya tersebut. Simak obrolan serunya di bawah ini.

Creative Disc: Apa kabar?
Sinead Harnett: Baik, terima kasih. Gimana dengan kamu?

Creative Disc: Baik juga. Jadi, ini kali pertamamu datang ke Jakarta?
Sinead Harnett: Betul, ini pertama kalinya saya disini. Saya berasal dari Thailand yang memang tidak jauh dari sini, tapi ini memang kali pertama saya ke Jakarta.

Creative Disc: Sudah sempat melihat-lihat?
Sinead Harnett: Saya tiba jam 1 pagi tadi dan yang saya lihat selama ini baru lewat jendela kamar hotel saya. Dan matahari pagi disini sangat indah.

Creative Disc: Dan ini juga pertama kalinya kamu main di Java Jazz. Bagaimana pendapatmu mengenai festival ini?
Sinead Harnett: Saya juga baru tiba disini beberapa saat lalu, dan kesan saya selama 5 menit di tempat ini adalah tidak ada yang bisa dibandingkan dengan Asia, sangat menyenangkan. Banyak hal terjadi disini, banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk membuat dirimu sibuk, bukan hanya menonton penampilan saja. Dan ada sekitar 11 panggung disini kalau tidak salah. Jadi sangat bervariasi sekali.

Creative Disc: Apa yang kamu siapkan untuk penampilanmu malam ini?
Sinead Harnett: Saya menyiapkan 15 lagu untuk ditampilkan. Kombinasi antara musik yang telah saya buat selama beberapa tahun ke belakang diramu dengan musik yang saya rasa cocok untuk festival ini, karena saya ingin penonton terlibat di dalamnya, bukan hanya penampilan satu arah saja. Akan ada momen-momen dimana sedikit emosional, dan juga ada saatnya berdansa dan bersenang-senang.

Creative Disc: Apakah akan ada sesuatu yang lain dibandingkan penampilan-penampilanmu sebelumnya?
Sinead Harnett: Saya rasa akan jadi sangat spesial karena ini memang pertama kalinya saya tampil disini, di benua asal saya. Saya juga setengah berdarah Irlandia, dan saya pernah tampil disana juga namun tidak sebesar ini. Dan juga karena Asia sangat jauh dari Irlandia, hal itu sudah sangat istimewa bagi saya. Jadi perasaan tersebut yang akan mendasari penampilan saya dan akan memberi keunikan tersendiri.

Creative Disc: Saat masa kecilmu, apakah kamu memang selalu ingin menjadi musisi? Bisa ceritakan sedikit awal pengalaman bermusikmu?
Sinead Harnett: Ya. Agak lucu sebenarnya, dan sedikit memalukan. Musisi besar yang sangat terkenal waktu saya kecil adalah grup R&B seperti Destiny’s Child, TLC dan sebagainya. Kemudian muncul Britney Spears dan Christina Aguilera. Saya selalu berusaha meniru gaya bernyanyi mereka, riffs-nya. Dulu saya punya mikrofon mini terbuat dari plastik yang sering saya gunakan untuk bernyanyi di depan keluarga dan kerabat lainnya pada umur 7 tahun. Dan mereka berpendapat, “oh, ia memiliki suara yang bagus.” Jadi itu memori paling awal yang saya ingat. Dan dari situlah saya berpikir, sepertinya saya harus melakukan ini (untuk karir saya).

Creative Disc: Dari seluruh lagu yang kamu miliki, mana yang menurut kamu paling favorit?
Sinead Harnett: Sangat sulit. Antara lagu lama dan lagu baru yang belum dirilis. Lagu lamanya adalah ‘If You Let Me’, dimana lagu tersebut hadir saat masa-masa putus asa dan putus hubungan yang saya alami, dimana saya berusaha meyakinkan mantan pacar saya bahwa saya akan berusaha memperbaiki keadaan. Saya dalam kondisi patah hati saat menulis lagu tersebut, dan (lagu itu) terasa sangat istimewa karena saya tidak tahu bahwa lagu tersebut dapat muncul dalam situasi seperti itu, dan lagu tersebut bisa membawa saya mengunjungi banyak negara. Dan lagu terbaru yang saya maksud adalah mengenai keponakan laki-laki saya yang lahir sekitar 2,5 tahun lalu, dan saya belum pernah memiliki keponakan sebelumnya. Dan lagu itu memiliki judul yang diambil dari nama keponakan saya tersebut, dan akan dirilis tahun ini.

Special Thanks to Java Jazz Festival
Interview & Teks: Rendy Salendu
Foto: Titaz Permatasari

Life. Music. Love. Fashion. A mixture of saint & stallion.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Artist Interviews | July 16, 2019 By

Exclusive Interview with Phum Viphurit: Dari Thailand Menembus Dunia Lewat Musik “Matahari”

Artist Interviews | July 6, 2019 By

Exclusive Interview with NIKI: Rising Star asal Indonesia yang Mendunia

Artist Interviews | June 12, 2019 By

Exclusive Interview with Jeremy Zucker: Sensasi Soundcloud Yang Wujudkan Impian Bermusiknya