CreativeDisc Exclusive Interview With Michael Franti: “Welcome to the Family”, Sebuah Perjalanan yang Membuatnya Jatuh Hati pada Bali

Oleh: riadini - 21 May 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Michael Franti bukan hanya seorang musisi, tetapi juga seorang humanis dan aktivis yang telah mendunia. Dikenal berkat penampilannya yang penuh energi, musik yang sarat pesan sosial, dan semangat optimisme yang tak tergoyahkan, musisi 59 tahun ini telah membangun karier yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyatukan. Ia mencetak tiga lagu No. 1 di Billboard melalui ‘Sound of Sunshine,’ ‘Say Hey (I Love You),’ dan ‘I Got You’ serta meraih enam single Top 30 di tangga lagu Hot AC Radio, sepuluh single Top 25 di AAA Radio, dan tiga album yang menembus Top 5 Billboard.

Saat ini, Michael Franti tengah berada di Atlanta, Georgia, untuk memulai tur “Welcome to the Family Tour” di Amerika Serikat. Meski begitu, ia masih menyempatkan waktunya untuk mengobrol melalui wawancara eksklusif bersama CreativeDisc.

Jatuh Hati pada Pulau Dewata dan Lahirnya Soulshine Bali

Dalam percakapan awal kami, Michael Franti mengungkapkan bahwa ia telah tinggal di Bali secara penuh selama lima tahun terakhir. Ia pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Dewata pada tahun 2007, dan sejak saat itu, ia merasa terinspirasi oleh kreativitas serta spiritualitas masyarakat setempat. Ia mengagumi keunikan tiap desa di Bali yang memiliki seni khas masing-masing, mulai dari batik hingga ukiran kayu.

Bali tidak hanya menginspirasinya secara artistik, tetapi juga secara spiritual. Michael Franti mengenang perkenalannya dengan konsep Tri Hita Karana, sebuah filosofi yang menekankan pentingnya keharmonisan antara manusia dengan sesama, dengan alam, dan dengan Tuhan. Filosofi ini sangat bertolak belakang dengan pandangan materialistik di Amerika, yang kerap mengaitkan kebahagiaan dengan konsumsi. Franti mengaku bahwa kunjungannya ke Bali datang di masa sulit dalam hidupnya, usai mengalami patah hati. Namun, justru di sanalah ia menemukan proses penyembuhan emosional.

Dari pengalaman itu, lahirlah Soulshine Bali, sebuah tempat retreat dan wellness yang awalnya hanya terdiri dari lima kamar, namun kini telah berkembang menjadi resor dengan 44 kamar, dua restoran, sebuah klub malam, spa, dan empat studio yoga. Michael Franti menyebutnya sebagai “playground for the soul,” tempat di mana orang bisa mengikuti berbagai aktivitas kesehatan di siang hari dan menikmati musik di malam hari, termasuk pertunjukan dari band-band Indonesia.

Seiring berjalannya waktu. kecintaannya pada budaya Indonesia pun semakin dalam. Michael Franti merasa bangga karena Indonesia menerimanya dengan hangat bahkan, putranya yang berusia enam tahun sudah fasih berbahasa Indonesia dan Bali, serta sangat menyukai barong. Baginya, anaknya menjadi bukti nyata bahwa budaya bisa hidup dalam diri seseorang, tak peduli dari mana asalnya.

Album Ke-14 “Welcome to the Family”

Selain berbagi tentang kehidupannya di Bali, Michael Franti juga membahas album terbarunya, “Welcome to the Family”. Album yang dirilis pada 28 Maret ini berisi 13 lagu baru dengan tema inklusivitas, ketahanan diri, dan pencarian jati diri. Ia menyebut album ini sebagai karya paling personal sejauh ini. Ia pun berkisah bahwa dirinya adalah anak adopsi, sehingga ia tumbuh dalam keluarga yang berbeda dari keluarga kandungnya. Ia percaya bahwa seiring waktu, setiap orang membentuk “keluarga” lain yang terdiri dari sahabat, komunitas, dan bahkan keluarga musik semua itu membentuk apa yang ia sebut sebagai “keluarga dunia”.

Menurutnya, dunia saat ini sedang terluka. Perpecahan terjadi di berbagai bidang, budaya, agama, hingga orientasi seksual. Ia meyakini bahwa jika kita benar-benar mendengar kisah orang lain, kita bisa mencintai mereka. “Tak ada seorang pun yang tak bisa kita cintai jika kita mendengar kisah hidup mereka,” ujarnya. Musik adalah salah satu cara untuk menciptakan koneksi tersebut.

Sebuah Mimpi yang Membawanya pada ‘Break Up With Everything’

Salah satu lagu utama dari album ini, ‘Break Up With Everything’, lahir dari sebuah mimpi. Dalam tidurnya, Michael Franti mendengar dirinya menyanyikan bait “break up with everything that you don’t need.” Ketika ia akhirnya menuliskan lagu tersebut bersama teman-temannya, ia menyadari bahwa pesan yang ingin disampaikan adalah tentang melepaskan hal-hal yang sudah tidak relevan dalam hidup. Bukan hanya hubungan romantis, tetapi juga cerita lama yang membatasi diri, tentang siapa kita, apa yang kita yakini, atau bagaimana kita melihat dunia. Lagu ini adalah ajakan untuk menyaring ulang hidup kita agar bisa benar-benar menjadi diri sendiri.

Di akhir wawancara, Michael Franti berbagi pesan yang sangat personal, sebuah nasihat hidup yang ia harap telah ia pahami sejak muda: pentingnya berbagi perasaan. Ia mengaku bahwa dulu ia sering mencoba menyelesaikan semua masalahnya sendiri, hingga akhirnya tenggelam dalam kecemasan dan depresi. Kini, ia sadar bahwa kekuatan sesungguhnya terletak pada keberanian untuk membuka diri dan meminta dukungan. “Kita tidak harus menjalani hidup sendirian,” katanya. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital namun terasa semakin terputus secara emosional, ia mengajak semua orang untuk benar-benar peduli pada sesama dengan cara sederhana seperti menanyakan kabar secara tulus.

Berikut wawancara eksklusif bersama Michael Franti selengkapnya:

Author

riadini

More from Creative Disc