CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Sosok muda berbakat kembali menyapa CD Bestie lewat rilisan terbaru yang penuh kehangatan. Marsha Lavinia, finalis Gadis Sampul 2023 sekaligus mantan finalis Idol Junior season 3, baru saja memperkenalkan single terbarunya bertajuk ‘Berselimut Di Batin.’ Berbeda dari karya sebelumnya yang lebih ceria, lagu ini hadir dengan nuansa sendu, reflektif, dan sangat cocok menemani suasana hujan belakangan ini.
‘Berselimut Di Batin’ juga dirilis bersama video musik yang menguatkan kesan intim dan personal. Dalam sesi exclusive interview bersama CreativeDisc, Marsha berbagi cerita tentang momen pribadi yang menjadi pemicu lagu ini, proses kreatif bersama produser Wilmara, hingga pesan yang ingin ia sampaikan kepada pendengar. Tidak hanya tentang mantan, ‘Berselimut Di Batin’ ternyata juga menyimpan makna yang lebih dalam tentang kehilangan dan jejak seseorang dalam hidup.
Berikut rangkuman perbincangan kami bersama Marsha Lavinia:
Awal mula terciptanya ‘Berselimut Di Batin’
CD: Apa momen spesifik yang memicu Marsha menulis lagu ini?
Marsha: “Momen paling spesifiknya waktu itu aku lagi jalan terus nyium wangi yang familiar. Aku lihat, oh ternyata bukan dia, tapi mungkin parfumnya sama. Dari situ aku mikir, kayaknya bagus deh kalau dibikin lagu tentang detail-detail kecil itu. Di lirik ‘Berselimut Di Batin’ juga ada detail kayak sepatu, pakaian, dan perhiasan yang masih membekas dari seseorang.”
Nuansa musik yang lebih sendu
CD: Apa elemen musikalitas yang ingin ditonjolkan?
Marsha: “Menurut aku, lagu ini deep banget dan duality-nya beda banget sama ‘Bilangan Rindu’. Kalau yang kemarin ceria, ini sendu dan dalam. Aku pengen pendengar eksplor sendiri maknanya. Buat aku memang tentang mantan, tapi sebenarnya lebih dari itu, tentang kehilangan seseorang. Aku juga relate lagu ini tentang papaku, karena beliau membentuk sifat aku yang sekarang. Jadi lagu ini semacam apresiasi untuk orang yang pernah nemenin kita.”
Makna tentang jejak yang tertinggal
CD: Bisa ceritakan lebih dalam soal makna lagu ini?
Marsha: “Kadang kalau kita lama sama seseorang, hidup kita tuh ikut menyesuaikan sama kebiasaannya. Misalnya dia suka olahraga dan bangun pagi, lama-lama kita ikut kebawa. Walaupun udah nggak sama dia, kebiasaan itu tetap ada. Jadi kayak keseharian kita tuh terakit sama dia.”
Pengalaman membawakan ‘Berselimut Di Batin’ secara live
CD: Gimana rasanya bawain lagu ini live di Midnight Live Metro TV?
Marsha: “Aku senang banget karena teman-teman bisa dengerin langsung. Aku sebelumnya udah manggung di sekolah-sekolah juga. Pas di Metro, aku senang bisa nge-share lagunya dan semoga pesannya tersampaikan.”
Soal sulitnya move on
CD: Menurut Marsha, kenapa banyak orang sulit move on?
Marsha: “Menurut aku karena banyak orang yang nggak mau ngelepas kenangan itu. Mereka masih pengen tetap ada di cerita orang itu. Padahal titik tertinggi sayang itu adalah melepas. Dan melepas bukan berarti buang barang atau bakar semuanya, tapi menerima kalau orang itu meant to be di periode tertentu hidup kita. Kita embrace aja kenangan itu.”
Pengaruh musikal
CD: Siapa musisi yang menginfluence Marsha?
Marsha: “Aku suka banget sama Nadin Amizah. Dia sangat jujur dan raw, dan itu yang aku coba taruh juga di lagu-lagu aku.”
CD: Kira-kira bakal kolaborasi dengan Nadin Amizah kah?
Marsha: “Amin, aku mau banget collab sama Kak Nadine. I would love to!”
Bekerja sama dengan produser Wilmara
CD: Bagaimana proses workshop dan kolaborasi bersama Wilmara?
Marsha: “Aku seneng banget pas diajak I sama Kak Wilmara. Aku cerita konsep lagu yang aku mau, terus Kak Wil tiba-tiba udah ngasih lagunya, secepat itu dibikinnya. Liriknya simpel tapi relatable banget. Detail-detail kecil ditaruh di lirik dan jadinya secantik itu.”
Karya berikutnya
CD: Ada bocoran untuk karya berikutnya?
Marsha: “Pastinya aku nggak akan berhenti di sini. Akan ada karya-karya lainnya, dan liriknya tetap jujur. Lagu berikutnya lebih deep lagi, lebih ke diri sendiri sebagai perempuan.”
Terima kasih kepada Marsha Lavinia yang telah berbagi cerita di balik proses kreatif ‘Berselimut Di Batin’, sebuah lagu yang menjadi pelukan hangat untuk siapa pun yang sedang belajar berdamai dengan kenangan.
Sampai jumpa di CreativeDisc Exclusive Interview berikutnya!