CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Saya punya keyakinan bahwa warga 90-an telinganya pasti sudah terkontaminasi lagu ‘Back at One’ yang liriknya ada hitung-hitungan “one… two… three…”. Meskipun itu lagu balada tergolong syahdu merdu menye-menye, tapi tetap berterima di sanubari dan kerap dimasukkan dalam playlist lagu cinta. Nah, di hari libur nasional pada Jum’at 16 Januari 2025, si biduan lagu tersebut, Brian McKnight menyajikan konser An Evening With Brian McKnight Live di Balai Sarbini, Jakarta yang dipromotori oleh FolagoPro. Dan kalau udah seperti ini, sudah tahu sendiri ekspektasinya adalah apa. Yup, marilah berekspektasi untuk nostalgia! Tapi itu suguhan puncaknya ya, karena Brian sejatinya lebih dari sekedar ‘Back at One’.
Opening act di malam itu adalah Dira Sugandi, vokalis wanita yang sudah bolak balik tampil bareng Brian di beberapa waktu. Ketika saya ketik bolak balik itu artinya memang sudah lebih dari sekali, dan ini adalah cerita Dira di atas panggung, di sela-sela penampilan vokal powerful-nya membawakan lagu-lagu Diva Dunia seperti Celine Dion dan Whitney Houston. Penonton di-warm up oleh Dira dengan empat lagu, di antaranya ‘Because You Loved Me’ dan ‘I’m Every Woman’ yang betul-betul memanaskan suasana. What a way to start the show kan?!

Tak berselang lama, jam menunjukkan angka yang tak berlebih banyak dari pukul 8, video intro dibuka. Tampillah logo bak pahlawan super di layar, tampilanya Superman tapi hurufnya Batman (B). B-nya apa? Brian lah, siapa lagi. Later did I know, bahwa logo itu sudah terpajang di instagram Brian untuk vlog Fatherhood Fridays-nya di Desember lalu. Logo itu juga yang matching dengan lagu pembuka ‘Superhero’ yang ia bawakan sekalian bermain gitar listrik. Oh yeah, he is that good playing the instrument. Layaknya rockstar, Brian terlihat on fire di lagu pertama tersebut.
Brian menyapa penonton dan memperkenalkan dirinya, menyadari pemetaan bahwa penonton bukan hanya warga 90-an, tapi juga tak sedikit yang berasal dari demografi lain yang kemungkinan belum familiar dengan dirinya. Vokal Brian mengalun lembut memanjakan penonton dengan lagu-lagu cintanya seperti ‘Love of My Life’ dan ‘Anytime’, termasuk yang ia bilang tersedih ‘The Only One For Me’. Asli, vokalnya masih tetap prima meskipun usianya sudah menginjak 56 tahun. Brian bahkan menyatakan bahwa dirinya merasa 21 again setelah kelahiran sang anak Brian McKnight Jr di tahun 2022 lalu, dimana ia bercerita kehidupannya berubah total sejak pernikahannya dengan Leilani Mendoza di 2017. Disitulah Brian membawakan lagu-lagu paling personal bagi dirinya seperti ’10 Million Stars’, ‘Everything’, dan ‘My Legacy’.
Sesekali saya sempatkan untuk melihat sekeliling venue, karena tak secara keseluruhan yang bisa tertangkap kamera untuk ditampilkan di layar monitor yang berada di kanan dan kiri panggung guna “mendekatkan” penonton di pojok ke panggung. Dan saya takjub! Meskipun tidak ada pengumuman resmi dari promotor bahwa seluruh karcis terjual habis, tapi saya melihat kursi penonton penuh terisi. Yang bersama teman-teman (Dira sempat menyapa sahabat-sahabatnya di crowd penonton sebelah kanan panggung), yang bersama pasangannya dengan matching outfit, hingga beberapa selebriti Indonesia yang saya lihat pasca penampilan selesai seperti Tya Ariestya, Tities Saputra, Kimberly Ryder, dan Paula Verhoeven. Semua penonton merasa terpesona dengan vokal Brian yang dikenal dengan head voice, belting, dan juga melisma. Terlebih lagi, Brian itu lho ternyata membuka kanal request lagu sehari sebelum konser untuk menanyakan kira-kita besok mau dinyanyikan lagu apa? Jadilah dia membawakan lagu-lagu rikuesan netizen Indo secara akustik, termasuk lagu ‘Win’ yang menjadi soundtrack film Men of Honor.

Ah, kalau saya pribadi, momen puncak dari konser ini adalah saat Brian membawakan lagu ‘Fall 5.0’ dengan beda yang diambil dari album tahun 2011, “Just Me”. Kenapa? Karena ini lagu saya ulas untuk CreativeDisc di saat saya masih aktif sebagai kontributor. And here I am, hampir 15,5 tahun dari ulasan tersebut, kembali menulis untuk CreativeDisc tentang Brian McKnight dan konser intimate-nya. Tapi kalau buat keseluruhan penonton, puncaknya pastilah ‘Back at One’ yang langsung diserbu dengan koor massal. Seru banget! Asli! Lagu mellow itu “hidup” dalam mulut penonton yang dengan merdu dan full emotion men-tackle liriknya.
Brian mengaku bahwa pendengar lagu-lagunya yang terbanyak di Spotify berada disini, di Indonesia. Dan ia juga mengucap rasa syukur karena para penonton memutuskan untuk menyaksikan penampilannya di tengah banyaknya pilihan hiburan di akhir pekan yang panjang ini. Saat musik piano mulai memperdengarkan intro lagu ‘One Last Cry’, teriak penonton pun pecah. Tapi tak lama Brian menghentikan musik dan mengambil keputusan untuk membawakan lagu ‘One Last Cry’ sambil bermain piano. Hasilnya? Koor massal bagian kedua dan penonton meluapkan emosinya dengan vokal lantang yang hapal mati lirik lagu menyayat hati tersebut.
Konser pun ditutup dengan lagu ‘Home’ dan Brian mengucap salam perpisahan untuk semua penonton yang mendukung karirnya yang sudah lebih dari 3 dekade ini. Isi hati saya ingin teriak “we want more, we want more”, tapi ternyata sesi meet and greet akan berlanjut setelah ini. Dan kita tutup liputan ini dengan mengutip hit terbaik Brian, “If ever I believe my work is done, then I’ll start back at one”.