Catching Up With Ado: Tidak Lagi Khawatir tentang Masa Depan

Oleh: luthfi - 25 May 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Masa depan adalah sesuatu yang menyeramkan karena hal itu antara ada dan tiada, ada karena pasti setiap orang membayangkannya, tiada karena hal itu belum terjadi dan masih sebatas hal yang gaib. Masa depan menjadi sebuah momok yang cukup menyeramkan bagi penyanyi Jepang yang terus menerus menciptakan rekor demi rekor dan berhasil menaklukkan panggung dunia bernama Ado.

Setelah bernyanyi selama hampir satu dekade, ia sudah mendapatkan apa yang diinginkan ketika memulai semuanya dari lemari kamarnya. Dari menyanyikan lagu Hatsune Miku sampai menyanyikan lagu untuk Tim Nasional Sepakbola Jepang, dari penonton di internet sampai penonton teater besar di Amerika sudah berhasil ia curi perhatiannya berkat talenta dan penyampaian emosinya yang luar biasa. Namun, memulai semuanya di usia yang sangat belia membuatnya dia sempat kebingungan untuk menentukan arah musiknya.

Jati dirinya sebagai manusia asli dibalik persona Ado yang selalu sembunyi di balik sangkar di panggung yang besar seolah menghantui di usia yang baru menginjak 23. Setelah berkontemplasi dengan dirinya sendiri yang asli, akhirnya dia memilih untuk berdamai dengan dirinya sendiri dan mensyukuri semua yang ia kerjakan sekarang dan tidak takut lagi tentang masa depan. Buktinya adalah ia akhirnya memunculkan muka aslinya (walau hanya sedikit) di musik video ‘Vivarium’ dan menerbitkan buku novel ‘Vivarium: Ado and Me’ yang menceritakan dirinya sendiri dibalik persona Ado.

Menunjukkan muka aslinya dan menulis buku ternyata menjadi sebuah pengalaman yang reflektif dan mengubah hidup bagi dirinya karena ia akhirnya bisa lebih menerima hidup dan lebih santai dalam berkarir, seolah-olah Ado dan orang dibalik Ado sudah menyatu. Sebuah konsep yang dulu ia rasa asing. CreativeDisc dengan bangga berbicara kembali bersama salah satu sosok yang menghidupkan kembali skena Vocaloid ke khalayak umum dimana kami menyambung kembali apa yang terjadi di hidupnya setelah album keduanya “Zanmu” dirilis dan masa depan yang menjadi tajuk utama dari novel yang ia buat bersama penulis senior Narumi Komatsu.

CreativeDisc (CD): Terakhir kita mengobrol kamu akan merilis album “Zanmu”. Bagaimana hidup setelah album “Zanmu” dirilis?

Ado (A): Jadi kepikiran lagi soal album “Zanmu” kan. Habis album itu keluar banyak sekali hal yang berubah dan pengalaman baru yang aku dapatkan. Salah satunya adalah tur keliling dunia yang kedua. Lewat berbagai pengalaman itu aku jadi semangat kembali

CD: Ceritakan sedikit tentang single-mu ‘AiAiA’.

A: Lagu ini diciptakan oleh Kikuo yang terkenal di kalangan Vocaloid berkat lagu ‘Aishite Aishite Aishite’ yang juga aku cover sebelumnya. Lagu ini punya energi yang tidak terkendali, gila dan keras tapi ada rasa polos dan tulus juga didalamnya. Semuanya dibungkus dalam suasana yang menyenangkan. Aku pengen banget banyak orang bisa dengerin lagu ini.

CD: Menurutku, lagu ini mempunyai tema dark carnival yang sering muncul di lagumu. Apakah kamu suka dengan hal-hal yang dark.

A: Mungkin karena cocok dengan kepribadianku aku jadi suka lagu yang bertema dark. Aku sebenarnya bukan orang yang ceria-ceria banget dan punya sisi gelap juga. Karena aku punya sisi gelap jadi aku bisa menyuarakan emosi yang dirasakan semua orang termasuk sisi negatifnya. Sebenarnya, aku suka semua konten. Kali ini, lagunya ada nuansa pop-nya dengan tambahan dark carnival-nya.

CD: Salah satu lagumu ‘Vivarium’ terdengar sangat reflektif, seolah-olah kamu menulis lagu ini sebagai pesan kepada dirimu sendiri di masa lalu.

A: Aku menulis ‘Vivarium’ sebagai sebuah pesan di masa lalu juga tentang diriku yang menoleh kembali ke masa lalu, merenungin pikiran-pikiran dan hal-hal yang udah aku jalani selama ini. Ada nuansa seperti itu juga. Dan sebagai diriku yang sekarang, hal-hal yang ingin aku ungkapin aku rasa udah bisa aku ekspresikan dengan baik.

CD: Lagu ini sangat menarik buatku karena kamu sedikit menampakkan dirimu di musik videonya. Menurutku hal itu merupakan langkah yang sangat berani.

A: Lagu ini bukan lagu yang secara khusus aku nyanyiin tentang diriku sendiri dan sebenarnya lagu ini dibuat berdasarkan novel autobiografi yang terinspirasi dari kehidupanku judulnya “Vivarium: Ado and Me”. Dari situ jadi semacam titik awalnya gitu. Perasaan-perasaan yang tertulis di sana, hal-hal tentang diri aku di masa lalu aku pengen menyampaikannya lebih jauh lewat musik, dan aku pengen meninggalkan sesuatu di situ. Karena aku yang menulisnya sendiri aku pengen mengeksprsikan itu. Selama ini untuk MV aku selalu pakai ilustrasi, tapi kali ini aku pengen nyoba sesuatu yang beda. Aku pengen akting sendiri di dalamnya. Itu yang jadi alasan aku akhirnya mutusin buat nyoba melangkah maju dan tampil di MV-nya.

CD: Ceritakan tentang bukumu “Vivarium: Ado and Me”?

A: Proses penulisan buku ini memakan 3 tahun dan dibantu oleh Narumi Komatsu. Soal kapan tepatnya mau dirilisnya, itu bukan sesuatu yang sudah ditentukan kami tentuin dari awal. Tapi dalam proses pembuatannya, pada dasarnya kami ngobrol banyak soal kehidupan aku, masa lalu aku, termasuk hal-hal sebelum aku mulai berkarier sebagai musisi. Beliau sendiri, lewat perjalanan karier aku, ngerasa pengen nulis lebih banyak lagi seperti soal tour yang aku lakuin, world tour, soal Shinzou, dan berbagai hal lainnya. Tapi itu membuat kami sempat kebingungan untuk memotong ceritanya, yah namanya juga manusia kan hidupnya terus berlanjut ya.

Makanya, ini bukan karena kami sengaja ngejar momen ini buat rilis bukunya. Lebih ke arah “ya memang jadinya seperti ini karena memang sejauh ini ya seperti ini ceritanya” tapi secara kebetulan bisa pas juga momennya dengan lagu “Vivarium” ini. Yah, memang sudah takdirnya kali ya.

Buat aku pribadi, aku bangga bisa ngerilis lagu ini, MV-nya sekaligus novelnya di usia 23 tahun.

CD: Di dalam sampul depan bukumu, kamu mengatakan “tidak ada yang tahu masa depan seperti apa”. Menurutmu sendiri bagaimana kamu memandang masa depan?

A: Kayaknya seru kalau bisa langsung nyampein pesannya gitu aja. Tentang diriku yang dulu, terus sebelum debut di major label. Di tengah banyak hal yang berat dan berbagai kegiatan yang aku jalani, jujur aku berkali-kali kepikiran buat berhenti nyanyi. Tapi setiap kali itu muncul, kata-kata yang selalu aku ulang ke diri sendiri adalah: masa depan itu nggak ada yang tahu. Makanya aku selalu berpegangan terus untuk mencoba memercayai masa depan.

Nah, itu juga yang jadi tema novel ini, atau ya sebagai pesan dari apa yang udah aku lihat sendiri. Aku juga pengen nampilin komentar tersebut di bagian depan bukunya secara gede-gedean. Dan justru karena itu, ‘masa depan’ buat aku yang dulu kayaknya aku yang lagi ngobrol sekarang ini ya itulah wujud nyata dari masa depan itu.

CD: Ada pesan untuk penggemarmu di Indonesia?

A: Buat para fans di Indonesia, kuucapkan banyak terima kasih. Aku pernah mampir ke Indonesia waktu world tour pertama aku, Wish. Waktu itu beneran seneng banget bisa ketemu sama kalian semua. Suara kalian sangat lantang dan cara kalian nyanyi bareng luar biasa. Meski beda bahasa, tapi kalian tetep ikut nyanyi dan itu terukir dalam banget di hatiku, jadi kenangan yang beneran indah. Makanya aku pengen banget dateng lagi ketemu kalian, dan aku akan terus berusaha supaya lagu-lagu aku bisa jadi support buat kalian semua. Makasih banyak, terima kasih!
Simak interview selengkapnya berikut ini:

Big thanks to Universal Music Indonesia

Tags: ,

Author

luthfi

More from Creative Disc