CreativeDisc Exclusive Interview with The Bakuucakar: Ajak Penonton Merasakan Kembali Semangat Glenn Fredly di “Glenn Fredly – Kembali ke Timur”

Oleh: nanack - 28 Jul 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA –
“Indonesia Timur selalu punya cara untuk membuat orang jatuh cinta.”

Bukan hanya karena lautnya yang biru atau bentang alamnya yang memukau, tetapi juga karena musik yang lahir dari sana. Musik yang membawa identitas, cerita, sekaligus rasa. Dari generasi ke generasi, Indonesia Timur telah melahirkan begitu banyak musisi yang memperkaya wajah musik nasional dengan karakter yang khas dan kejujuran yang sulit ditiru.
Bagi Glenn Fredly, Indonesia Timur bukan sekadar tempat asal. Ia adalah rumah, sumber inspirasi, sekaligus sesuatu yang selama hidup terus ia perjuangkan. Lewat karya, kolaborasi, hingga berbagai inisiatif sosial, Glenn berusaha memastikan bahwa suara-suara dari Timur mendapat ruang yang layak di industri musik Indonesia.
Semangat itulah yang kini kembali dihidupkan melalui Glenn Fredly – Kembali ke Timur, sebuah festival musik yang akan digelar pada 1 Agustus 2026 di Lapangan Hockey Plaza Festival, dipromotori MAS Live dan diselenggarakan oleh Bumi Entertainment.
Namun, bagi orang-orang yang pernah berdiri satu panggung bersama Glenn, acara ini memiliki makna yang jauh lebih personal.

“Ini Bukan Sekadar Tribute”

Dalam wawancara bersama CreativeDisc, drummer The Bakuucakar, Rayendra Sunito, mengatakan bahwa konser ini bukan hanya tentang mengenang sosok Glenn Fredly.
Lebih dari itu, konser ini adalah cara untuk melanjutkan mimpi yang selama ini diperjuangkan Glenn.
“Glenn selalu ingin Indonesia Timur mendapat perhatian yang layak. Musik menjadi salah satu caranya memperkenalkan budaya dan talenta dari Timur kepada Indonesia. Semangat itu yang ingin kami teruskan,” ungkap Rayendra.
Bersama The Bakuucakar, band yang selama bertahun-tahun menjadi partner musikal Glenn. Rayendra percaya bahwa karya-karya Glenn masih memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang, bahkan setelah kepergiannya.

Dari Sebuah Candaan Menjadi The Bakuucakar

Rayendra juga membagikan cerita menarik mengenai lahirnya nama The Bakuucakar.
Saat menjalani tur ke Belanda pada 2008, pihak penyelenggara meminta nama band pengiring Glenn Fredly. Masalahnya, saat itu mereka belum memiliki nama resmi.
Inspirasi justru muncul dari kebiasaan mereka ketika latihan maupun tampil di atas panggung. Mereka sering saling melempar improvisasi musik, saling merespons permainan satu sama lain, atau dalam bahasa mereka, “baku cakar”.
Candaan tersebut akhirnya berubah menjadi identitas yang kini melekat kuat dengan perjalanan musik Glenn Fredly.

Menghadirkan Glenn dengan Cara yang Baru

Salah satu bagian yang paling dinantikan dalam festival nanti adalah Re/magine Glenn Fredly with The Bakuucakar.
Rayendra menyebut konsep ini bukan sekadar memutar kembali kenangan, melainkan mengajak penonton membayangkan bagaimana rasanya apabila Glenn masih berdiri di atas panggung hari ini.
Lewat dukungan teknologi visual yang dipadukan dengan permainan live The Bakuucakar, karya-karya Glenn akan dihadirkan kembali dalam format yang lebih segar tanpa kehilangan jiwa yang selama ini melekat pada setiap lagunya.
“Re/magine” menjadi bentuk penghormatan yang bukan hanya melihat ke masa lalu, tetapi juga membawa karya Glenn tetap hidup untuk generasi berikutnya.

Festival Seharian Merayakan Indonesia Timur

Mengusung konsep festival, Glenn Fredly – Kembali ke Timur menghadirkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar konser.
Perjalanan dimulai sejak siang melalui tradisi Makan Patita, budaya khas Maluku yang merepresentasikan kebersamaan dan rasa syukur. Dalam suasana tersebut, penonton akan menikmati penampilan lintas generasi dari Corr Tetelepta, Arles Tita, Jimmy Titarsole, Hany Pattikawa, hingga Conrad Good Vibration.
Memasuki sore hari, atmosfer berubah menjadi pesta dansa bersama Moluccan Soul, ditemani DJ asal Belanda Miguell Kaidel dan Maria De Lima, yang akan membawa nuansa musik populer Indonesia Timur ke atas panggung.
Saat malam tiba, energi festival semakin meningkat lewat penampilan Silet Open Up, Toton Caribo, Fresly Nikijuluw, Mitha Talahatu, Doddie Latuharhary, dan Wizz Baker, diiringi Dennis & Friends yang siap menghidupkan suasana khas perayaan Timur.
Puncaknya adalah Re/magine Glenn Fredly with The Bakuucakar, yang juga akan melibatkan Marion Jola, Mutia Ayu, Matthew Sayersz, Fresly Nikijuluw, Mitha Talahatu, dan Doddie Latuharhary dalam sebuah kolaborasi emosional yang menjadi penutup perjalanan musikal sepanjang hari.

Sebuah Perayaan Warisan Glenn Fredly

Total 21 musisi akan berkumpul dalam satu panggung, bukan hanya untuk menyanyikan lagu-lagu Glenn Fredly, tetapi juga merayakan nilai yang selama ini ia tinggalkan: keberanian untuk memperjuangkan representasi, keberagaman, dan suara-suara dari Indonesia Timur.
Bagi Rayendra dan The Bakuucakar, konser ini bukan soal menggantikan Glenn.
Tak ada yang bisa menggantikannya.
Yang bisa dilakukan hanyalah menjaga agar mimpi dan semangatnya tetap hidup. Melalui musik, persahabatan, dan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.
Dan pada 1 Agustus nanti, mimpi itu akan kembali bergema dari Lapangan Hoki GBK.
Bukan sekadar mengenang Glenn Fredly.
Tetapi mengingatkan kita bahwa semangatnya masih terus bernyanyi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Glenn Fredly (@glennfredlymusik)

Author

nanack

More from Creative Disc