Teks & Interview by: Nanack
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Setelah sebelumnya berada di bawah naungan Warner Music Asia, kini penyanyi sekaligus penulis lagu berdarah Thailand–Italia, Valentina Ploy, menapaki babak baru dalam kariernya. Ia merilis EP terbarunya bertajuk “Warm” secara independen, dan ini adalah pertama kalinya ia melakukan semuanya bersama tim kecil yang lebih intim dan dekat secara emosional.
“Rasanya menyenangkan dan menggembirakan bisa merilis karya baru. Tapi yang membuatnya lebih spesial, adalah karena kali ini aku melakukannya sendiri bersama tim yang kecil, tapi sangat berarti. Ada rasa bangga yang tak tergantikan,” ungkap Valentina.
Lirik Sebagai Cermin Diri
Salah satu lirik yang menjadi sorotan di EP ini adalah kalimat sederhana namun dalam:
“Sometimes I wish I was cooler, but maybe I was born to stay warm.” Kalimat ini menjadi semacam pesan utama dari keseluruhan proyek “Warm.” Sebuah kalimat sederhana, tapi menyimpan makna mendalam.
Valentina menjelaskan bahwa lirik ini muncul dari pengamatannya terhadap dunia yang kerap memuja citra keren, dingin, dan terkontrol. Namun seiring waktu, ia belajar bahwa tak apa untuk menjadi rentan, lembut, dan hangat.
“Kadang dunia terasa sangat bising. Banyak orang mencoba terlihat cool dengan menyembunyikan sisi emosional mereka. Tapi setelah aku makin dewasa, aku sadar bahwa jadi hangat dan jujur itu nggak apa-apa. Dan itu justru lebih kuat.”
Menulis Musik dari Notes Ponsel
Alih-alih duduk di studio dengan jurnal fisik, kini Valentina banyak menulis lirik dan ide-ide lagunya langsung di ponsel.
“Dulu aku nulis pakai diary. Sekarang? Satu gadget bisa aku bawa ke mana-mana. Aku banyak menulis pakai Notes di HP, lalu dari situ berkembang jadi lagu.”
Proses ini menunjukkan bahwa kreativitas bisa hadir di tengah mobilitas modern dan keintiman tetap bisa dicapai lewat hal-hal sederhana.
Dua EP, Bukan Album
Alih-alih merilis satu album penuh, Valentina memutuskan untuk membagi cerita menjadi dua bagian dalam bentuk dua EP terpisah. EP pertama, “Warm”, sudah dirilis pada 23 Juli 2025. Sedangkan EP kedua masih menjadi kejutan yang ditunggu.
“Aku ingin cerita ini mengalir lebih pelan. Rasanya lebih tepat disampaikan lewat dua bagian. Untuk Warm, aku memilih suasana yang lebih stripped, akustik, dan menenangkan.”
Tentang “Kesempurnaan” dan Magisnya Kejujuran
Menariknya, Valentina mengaku bahwa dirinya tak terlalu suka mengutak-atik lagu terlalu lama. Ia lebih percaya pada kekuatan take pertama dan kejujuran emosional.
“Aku tahu banyak musisi yang suka memoles lagunya terus-menerus. Tapi buatku, kalau lagu itu sudah jujur dan bikin produserku merinding, berarti udah cukup. Terlalu banyak diubah justru bisa menghilangkan magisnya.”
Dari Studio ke Panggung Coldplay: Momen Tak Terlupakan
Salah satu highlight dalam perjalanan Valentina baru-baru ini adalah ketika ia menjadi opening act untuk konser Coldplay “Music of the Spheres Tour” di Bangkok tahun 2024.
“Coldplay itu… hangat banget. Mereka humble, natural, dan down to earth. Rasanya kayak ‘kalau mereka bisa tetap seperti itu, aku juga bisa’. Di malam pertama, aku nervous, excited, takut, senang, semuanya campur aduk. Tapi malam kedua, semuanya terasa mengalir.”
Ia tampil di hadapan sekitar 65.000 penonton, dan menyebut momen itu sebagai salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidupnya.
“Warm”: Sebuah Pelukan dalam Bentuk Musik
Lalu, apa sebenarnya harapan Valentina untuk pendengarnya saat mereka mendengarkan “Warm”? Valentina berharap, EP ini bisa menjadi tempat berlindung kecil bagi siapa saja yang mendengarkan.
“Kalau bisa membuat orang merasa lebih hangat, terhibur, atau sedikit lebih lega aku sudah bahagia. Tapi pada akhirnya, aku serahkan semuanya pada pendengar. Karena setiap orang akan punya pengalaman yang berbeda.”
Warm adalah lebih dari sekadar kumpulan lagu. Ia adalah ruang untuk bernapas, tempat bagi kejujuran, dan pengingat bahwa menjadi hangat di dunia yang seringkali dingin bukanlah kelemahan melainkan bentuk keberanian.
EP “Warm” sudah tersedia di semua platform digital dan Valentina siap melangkah lebih jauh lagi di dunia musik sebagai seniman independen yang tetap hangat, jujur, dan sepenuhnya dirinya sendiri.
Simak interview selengkapnya berikut ini: