Trending News

Blog Post

Behind The Music: Rick Rubin
Behind The Music

Behind The Music: Rick Rubin 

Rick Rubin

Penampilannya yang tinggi besar dengan wajah yang dipenuhi oleh kumis dan janggut yang lebat mungkin terlihat mengerikan. Namun, dengan pengalaman hampir tiga dekade, siapa yang bisa meragukan kredibilitas seorang Rick Rubin, seorang produser handal yang telah banyak bekerjasama dengan berbagai artis dari genre yang berbeda-beda pula. Sebut saja, Red Hot Chili Peppers, Beastie Boys, Jay Z, LL Cool J, Metallica, hingga Josh Groban dan banyak lagi. Tangan dinginnya yang telah menghasilkan beberapa album yang cukup legendaris seperti Blood Sugar Sex Magik-RHCP, Rock Hard-nya Beastie Boys dan semacamnya.

Desain produksi Rubin dikenal dengan sound yang lebih mentah atau lebih mengandalkan vokal dan instrumen tanpa polesan. Karena keuletan Rubin tidak heran banyak artis yang menyukai cara kerjanya dan kemudian kerap bekerjasama kembali dalam pengerjaan album-album mereka. Nama-nama seperti RHCP, Beastie Boys, Slayer, System of Down adalah beberapa yang menubuhkan nama Rick Rubin dalam pengerjaan album mereka.

Rick Rubin dilahirkan pada tanggal 10 Maret 1963, di kota Long Beach, New York, Amerika Serikat. Kedekatannya dengan teknik produksi musik dimulai pada masa SMA. Saat itu ia berkenalan dengan direktur Audio Visual sekolahnya yang bernama Steve Freeman yang kemudian mengajarkannya pelajaran memetik gitar dan juga menulis lagu. Steve jugalah yang membantu Rick Rubin dalam membentuk band punknya yang diberi nama “The Pricks”. Meski begitu, Rubin tidak mencapai kepopuleran, apalagi dikalangan musisi lainnya, yang disebabkan oleh kemampuan musikalitasnya yang dianggap kurang memadai. Namun begitu, dipenghujung masa SMA-nya ia mendirikan Def Jam Records dengan hanya menggunakan alat perekam 4 track milik sekolahnya.

Memasuki bangku perkuliahan di kota New York, dia bermain gitar untuk band beraliran art-punk bernama Hose. Pada tahun 1982, Hose menjadi rilisan debut bagi Def Jam. Setelah cukup banyak bergerak di skena punk New York band tersebut bubar pada tahun 1986 dan passion Rubin pun mulai bergeser keranah Hip Hop. Berteman dengan DJ dari Zulu Nation yang bernama Jazzy Jay, Rubin mulai mempelajari teknik produksi sebuah musik hip hop. Bersama mereka, di tahun 1983, memproduseri album “It’s Yours” milik rapper T La Rock, dan melepasnya melalui label indie mereka, Def Jam Records, tentu saja. Demikianlah, pada era 80-an, Rubin pun kemudian mulai mempertajam pengalamannya dengan banyak memproduseri artis-artis hip hop. Yang paling mencolok tentu saja membidani LL Cool J atau Beastie Boys dan Run DMC.

Pada era 90-an, nama Rubin semakin dipercaya untuk membidani lahirnya banyak album-album rock yang bagus. Tepat di tahun 1990, The Black Crowes mengajak Rubin untuk memproduksi album Shake Your Money Maker sebagai seorang produser eksekutif. Tahun berikutnya, 1991, bersama RHCP Rubin sukses mengantarkan album Blood Sugar Sex Magik kepuncak ketenaran yang fenomenal. Tidak heran, karena keberhasilan ini, RHCP kembali mengajak Rubin berpartisipasi untuk beberapa album mereka lagi, seperti One Hot Minute dan Californication. Tangan dingin Rubin pun mengundang artis-artis yang telah mempunyai nama besar untuk mengajaknya bekerjasama, seperti Mick Jagger untuk album Wandering Spirit, AC/DC untuk album Ballbreaker, Sheryl Crow untuk album The Globe Session atau Mel C untuk album perdananya Northern Star dan banyak lagi.

Di periode 2000-an, Rubin masih tak kalah produktifnya dalam berkarya. Memang, mayoritas album yang diproduksinya adalah album-album yang berasal dari aliran rock alternatif, sebut saja Slayer, System of Down, Limp Bizkit, Audioslave dan sebagainya. Namun ia masih mau bekerjasama dengan artis yang memiliki gaya musik yang lebih nge-pop seperti album Fijación Oral Vol. 1 dan 2 milik Shakira, The Black Album milik Jay Z atau album fenomenal Justin Timberlake, FutureSex/LoveSounds. Di tahun 2007, Rubin bahkan menjabat sebagai co-head Columbia Records. Disini ia membantu Linkin Park untuk mengerjakan album Minutes to Midnight.

Pengaruh Rubin ternyata begitu masifnya untuk ranah musik popular, bahkan studio Def Jam miliknya telah menginspirasi kamus tradisional untuk memperbarui koleksi kata mereka dengan menggunakan istilah slang Def (yang berarti lagu atau komposisi musik yang disukai karena ritmenya yang menarik dan juga kesan dansanya) sebagai salah satu istilah serapan. Kinerjanya yang sangat efisien seolah-olah menjadi standar untuk produksi album dengan musikalitas yang tinggi.

Hingga saat ini Rick Rubin masih aktif berkecimpung di industri musik. Sepanjang 2010 kemarin ia telah mengerjakan lima album yang cukup sukses. Namun untuk tahun 2011 ini puncak keberhasilannya mungkin dapat dicermati dengan kesuksesan raksasa album 21 milik Adele. Untuk tahun ini lagi-lagi ia akan bekerjasama dengan RHCP. Apakah kolaborasi kesekian kalinya mereka ini akan kembali menelurkan album yang dahsyat? Kita tunggu saja. Satu yang pasti Rick Rubin tampaknya masih antusias untuk menghasilkan musik-musik yang bagus. Dan kita masih bisa berharap, industri musik akan selalu mempunyai nama sebagai jaminan untuk kualitas, Rick Rubin!

Untuk daftar diskografi Rick Rubin dapat dilihat disini

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply